Oleh : Arief Wiradarma Tan
I. Pendahuluan
1.1 Latar belakang
Dalam agama Khonghucu Tuhan Yang Maha Esa menciptakan manusia memberkahinya dengan ‘Watak Sejati’ (Xing) yang menjadi ’kodrat’ suci manusia. ’Xing’ atau watak sejati sebagai Firman Tuhan atas diri manusia, mengandung benih – benih kebajikan, yaitu: Ren, Yi, Li, Zhi.
Keempat benih kebajikan inilah yang menjadi kemampuan luhur bagi manusia untuk berbuat bajik, sekaligus menjadi tanggung jawab manusia untuk mempertahankan dan menggemilangkan benih-benih kebajikan itu.
“Firman Tuhan itulah dinamai Watak Sejati (Xing), hidup/berbuat mengikuti watak sejati itulah dinamai menempuh jalan suci, bimbingan menempuh jalan suci itulah dinamai agama.” (Zhongyong. Bab Utama pasal 1)
Sesuai Firman Tian manusia wajib menggemilangkan Watak Sejati tersebut dalam kehidupan. Salah satu caranya adalah implemintasi konsep Watak Sejati dalam aspek – aspek profesi / pekerjaan kita. Untuk kasus ini di bidang IT ada banyak cara untuk mengimplemintasikan konsep Watak Sejati, salah satunya dalam aspek – aspek pengembangan software (Software Development).
Software development adalah proses yang digunakan programmer untuk membangun program komputer. Prosesnya, atau juga dikenal sebagai Software Development Life Cycle (SDLC), mencakup beberapa fase yang menyediakan metode untuk membangun produk yang memenuhi spesifikasi teknis dan persyaratan pengguna.
1.2 Tujuan penulisan
Merincikan dan menjelaskan konsep – konsep dalam Watak Sejati yang diterapkan dalam aspek – aspek pengembangan software (Software Development).
- Pembahasan
2.1 Yi – Kebenaran dalam Pengembangan Software
Dalam pengembangan software terdapat Rekayasa Software dan Analisa Software. Rekayasa Software adalah cara penerapan untuk menguji fitur -fitur yang akan dimasukan dalam software. Analisa Software adalah kegiatan yang dilakukan untuk menganalisa performa, masalah, fitur, dll di dalam software.
Rekayasa Software membuthkan data percobaan untuk pengujiananya. Data percobaan tersebut tidak boleh dibuat-buat dan harus sesuai dengan kenyataan agar kita mendapat hasil yang sesuai. Seperti
Contoh : Rekayasa Program yang menghitung nilai penjualan di pasar saham harus menggunakan data yang nyata dari pasar itu sendiri.
Analisa Software juga memerlukan metode – metode analisa yang benar dan sesuai. Metode – metode analisis yang digunakan harus benar dan sesuai dengan kasus yang dianalisa agar mendapat hasil analisi yang benar dan tepat. Seperti Contoh : Analisa aplikasi Android dilakukan di berbagai Perangkat Android untuk mendapatkan hasil yang luas dan tepat.
Aspek – aspek dalam pengembangan software di atas sesuai dengan konsep Watak Sejati Kebenaran yang melakukan perbuatan berlandaskan kebenaran sehingga hasil yang didapatkan dapat dipercaya.
Nabi bersabda, “Seorang Kuncu memegang Kebenaran sebagai pokok pendirianya. Kesusilaan sebagai pedoman perbuatannya, mengalah dalam pergaulan dan menyempurnakan diri dengan laku Dapat Dipercaya. Demikian Kuncu.” (Lun Yi : Jilid XV : 18 )
2.2 Ren – Cinta Kasih dalam Quality Control
Dalam pengembangan software sebelum dirilis software harus melalui proses Quality Control. Quality Control adalah proses pengecekan produk sebelum dirilis, untuk memastikan versi yang dirilis tidak mengalami masalah dan terjamin kualitasnya. Quality Control ini sangat diperlukan agar konsumen yang akan menggunakan produk (Software) kita tidak merasa kecewa dan bisa terpuaskan.
Asepek Quality Control tersebut dalam pengembangan software sesuai dengan konsep Watak Sejati Cinta Kasih yang berisi Rasa hati berbelas kasihan dan tidak tega konsumen kecewa menerima produk software yang berkualitas rendah.
Nabi Bersabda, “Cinta Kasih bagi rakyat adalah lebih dari kebutuhan akan air dan api. Aku pernah melihat orang mati karena masuk ke dalam air atau api, tetapi aku belum pernah melihat orang mati karena Cinta Kasih.” (Lun Yi : Jilid XV : 35)
2.3 Zhi – Kebijaksanaan para Software Engineer
Dalam pengembangan software ada Software Engineer yang bertugas untuk menggembangkan software sesuai dengan skill yang dimiliki. Setiap Software Engineer memiliki kemampuan yang berbeda – beda sesuai dengan pengalaman mereka masing – masing. Peran Software Engineer sangat penting karena menentukan bagaimana software itu dibuat. Oleh karena itu seorang Software Engineer diharapkan dapat memilih Algoritma yang terbaik untuk diterapkan dalam software, agar software tersebut dapat berjalan dengan optimal dan stabil.
Aspek para Software Engineer tersebut dalam pengembangan software sesuai dengan konsep Watak Sejati Kebijaksanaan yang berisi Rasa hati menyalahkan dan membenarkan.
Nabi Bersabda, “Yang Bijaksana tidak dilamun bimbang. Yang berperi Cinta Kasih tidak merasakan susah payah. Dan yang Berani tidak dirundung ketakutan.” (Lun Yi : Jilid IX : 29)
III. Kesimpulan
Penerapan konsep Watak Sejati pada aspek – aspek pengembangan software memiliki pengaruh yang baik dalam proses pengembangan. Menggunakan data dan cara yang benar dalam Rekayasa dan Analisa Software membuat kita mendapakan hasil yang lebih baik dan akurat. Bagian Quality Control memastikan kualitas software yang akan dirilis tidak bermasalah dan terjamin kualitasnya akan membuat pengguna tidak kecewa dan merasa nyaman memakai produk kita. Serta kebijaksanaan para software engineer yang membuat software dapat berjalan lancar, optimal dan stabil. Dengan begitu kita telah mengimplementasikan konsep Watak Sejati di dalam pekerjaan kita dan masyarakat sesuai dengan Firman Tian.