Makna Shang Yuan dari Perspektif Iman, Sosial dan Budaya

Oleh : Js. Santoso Lim, S.Sn, M.Psi

I. Pendahuluan

Shang Yuan atau lebih umum di kenal dengan nama Cap Go Meh adalah merupakan bagian rangkaian dalam peribadahan imlek dalam Agama Khonghucu. Cap Go Meh dipandang sebagai salah satu tradisi Tionghoa yang sebenarnya memiliki makna mendalam, baik dari segi keimanan, sosial, maupun budaya. Perayaan ini menandai malam kelima belas setelah Tahun Baru Imlek dan sering kali dikaitkan dengan sebutan Cap Go Meh. Menurut ajaran Agama Khonghucu atau disebut juga Konfusianisme, Shang Yuan mencerminkan harmoni antara manusia, alam, dan Tuhan.

 

Hal tersebut seperti yang tertulis di Kitab Zhong Yong XXIX : 1-3 berikut ini :

  1. Zhong Ni meneruskan ajaran Yao dan Shun, mengembangkan ajaran Raja Wen dan Wu; di atas sesuai dengan peredaran alam semesta, dan di bawah sesuai dengan air dan tanah.
  2. Sebagai langit dan bumi tiada sesuatu yang tidak didukungnya dan tiada sesuatu yang tidak diteduhinya. Sebagai empat musim saling berganti, sebagai matahari dan bulan berseling memberi cahaya.
  3. Berlaksa wujud terpelihara dengan tidak saling mencelakakan, begitupun Jalan Suci terlaksana dengan tiada yang saling bertentangan. Kebajikan (langit dan bumi) kecil, Dia sebagai air dan sungai mengalir; besar, Dia membentuk dan melebur segala sesuatu. Inilah yang menjadikan kebesaran langit dan bumi.

Ayat di atas menekankan bahwa Ajaran Agama Khonghucu sangat memuliakan Langit dan Bumi. Atau dengan kata lain memuliakan Langit dan Bumi menjadi dasar dari Ajaran Agama Khonghucu itu sendiri. Maka persembahyangan kepada Langit atau di terjemahkan juga sebagai Tuhan, dan persembahyangan kepada Bumi menjadi kewajiban setiap insan dalam Agama Khonghucu. Ketika malam tahun baru imlek, umat Khonghucu bersembahyang kepada para leluhur. Kemudian hari ke 8 menjelang hari ke 9 bulan 1 imlek, atau tepatnya tengah malam, dilakukan sembahyang besar pertama kepada Tuhan pada tahun yang baru tersebut dalam Peribadahan Jing Tian Gong. Selanjutnya tidak lengkap jika umat Khonghucu tidak bersembahyang pada tanggal 15 nya kepada Alam sekaligus menjadi penutupan peribadahan imlek pada saat Cap Go Meh.

 

II. Sejarah Shang Yuan

Istilah Cap Go Meh berasal dari dialek Tiociu atau Hokkien. “Cap Go” artinya “limabelas” sedangkan “Meh” berarti “malam”. Dengan demikian, Cap Go Meh secara harfiah dapat diartikan sebagai “malam kelimabelas”.

Banyak cerita-cerita asal-usul perayaan Cap Go Meh yang berkembang di antara masyarakat. Tetapi Cap Go Meh  pada awalnya merupakan hari persembahyangan saat bulan purnama pertama di awal tahun, sebagai rasa syukur atas karunia yang diterima sekaligus sebagai hari penutup perayaan Tahun Baru.

Shang Yuan juga merupakan rangkaian peribadahan kepada alam. Setelah Shang Yuan pada tanggal 15 Bulan 7 imlek dilakukan peribadahan Zhong Yuan. Kemudian dilanjutkan pada tanggal 15 bulan 10 Imlek yang merupakan peribadahan Xia Yuan sebagai sembahyang panen

akhir menjelang musim dingin.

 

Konon setelah zaman dinasti Han berkembanglah sembahyang syukur di saat Shang Yuan,  dengan kemeriahan lampion, atraksi liong dan barongsai, dan tradisi budaya lainnya. Namun secara lebih mendalam kita dapat merenungkan makna-makna keimanan, sosial dan budaya dalam perayaan Cap Go Meh tersebut.

 

III. Makna Keimanan

 1. Sembahyang dan harapan kepada Tuhan

Umat Khonghucu memanfaatkan momen ini untuk berdoa kepada Shang Di atau Tian sebagai ungkapan syukur dan harapan.

2. Sembahyang kepada Alam Malaikat Bumi /Tu Di Gong

Tu Di Gong, atau Dewa Bumi, dipercaya sebagai pelindung yang menjaga kesejahteraan masyarakat. Ritual penghormatan kepada beliau sering dilakukan pada malam Shang Yuan. Shang Yuan juga merupakan momen awal tanam dari sudut agraris di Tiongkok.

3. Bulan Purnama pertama (saatnya melakukan ritual)

Cap Go Meh jatuh pada tanggal 15 bulan 1 imlek yang merupakan bulan purnama dalam tahun yang baru. Setiap tanggal 1 dan 15 imlek, umat Khonghucu bersembahyang kepada Tuhan, alam dan leluhur.

 

VI. Makna Sosial Budaya

1. Menjalankan tradisi keluarga

Keluarga dalam ajaran Agama Khonghucu adalah bagian terpenting dalam perjalanan hidup seseorang. Pendidikan keluarga yang baik akan membentuk manusia yang baik. Ketika seseorang sudah sukses maka harus tetap mengingat dari mana dia berasal. Maka dalam ajaran Agama Khonghucu konsep berbakti kepada orang tua dan leluhur sangat di tekankan. Dengan bakti yag kuat, sesorang tidak hanya berkebajikan tetapi juga dapat mewariskan pengetahuan dan tradisi dari leluhurnya. Perayaan Shang Yuan menjadi momen bagi keluarga untuk berkumpul dan melestarikan tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

2. Bermasyarakat, berkumpul dan merayakan Bersama

Perayaan Imlek dapat dikatakan dirayakan oleh semua masyarakat. Atlet Liong dan Barongsai yang memeriahkan acara Cap Go Meh sebagian besar bukan keturuanan Tionghoa. Perusahaan, organisasi-organisasi dan instansi pemerintahan pun bersama-sama merayakan Cap Go Meh.  Festival ini bisa menjadi ajang pertemuan sosial, mempererat hubungan antarwarga, serta memperkuat ikatan komunal dalam masyarakat.

3. Akulturasi Budaya Lokal

Sajian Cap Go Meh di Tiongkok adalah Yuan xiao. Yuan xiao  adalah bola-bola ketan yang direbus dalam kuah manis (di Indonesia makanan ini disebut Ronde). Sedangkan  sajian khas perayaan Cap Go Meh di Indonesia adalah Lontong Cap Go Meh. Sajian ini menjadi bukti akulturasi budaya yang terjadi di masyarakat Indonesia yang terjadi sejak lampau.

4. Penutupan Perayaan Imlek, saatnya bekerja kembali

Setelah Shang Yuan, masyarakat kembali ke aktivitas normalnya, menjadikan perayaan ini sebagai penutup resmi dari perayaan Tahun Baru Imlek.

5. Awal Tanam

Bagi para petani di Tiongkok sejak sebelum masehi, Shang Yuan juga menandai awal musim tanam, yang menjadi simbol harapan akan hasil panen yang baik di tahun yang baru.

 

V. Kesimpulan

Shang Yuan, atau Cap Go Meh, bukan sekadar perayaan yang meriah dengan lampion dan barongsai, tetapi juga memiliki makna spiritual, sosial, dan budaya yang mendalam. Dari perspektif keimanan, Shang Yuan menjadi waktu yang tepat untuk bersyukur dan berdoa kepada Tuhan serta menghormati leluhur dan alam. Dari sisi sosial dan budaya, perayaan ini mempererat hubungan keluarga, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjadi simbol akulturasi budaya di berbagai negara. Dengan memahami makna di balik perayaan ini, kita dapat lebih mengapresiasi warisan budaya yang telah ada sejak ribuan tahun lalu.

 

Daftar Pustaka

Gunadi, 2022, Cap Go Meh dan Gotong Tao Pe Kong, https://kemenag.go.id/khonghucu/cap-go-meh-dan-gotong-tao-pe-kongnbsp-g5pqcu

Ongkowijaya, B. (Ed.). (2012). Kitab Zhong Yong. gentanusantara.com.

Raditya, 2019, Sejarah Perayaan Cap Go Meh: Dari Cina ke Indonesia,
https://tirto.id/sejarah-perayaan-cap-go-meh-dari-cina-ke-indonesia-dhmV

153 Total Views

Posts created 68

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top