Berbakti Kepada Alam Semesta

Oleh : Santoso Lim, S.Sn, M.Psi 
Agama Khonghucu adalah Agama yang menjunjung perilaku bakti. Termasuk berbakti kepada alam semesta. Sebelum kita mulai lebih jauh memahami tentang berbakti Kepada Alam Semesta, maka kita mulai dari memahami kata bakti (Xiao).

Agama (Jiao / 教) dalam bahasa mandarin terdiri dari dua radikal huruf yaitu Huruf Xiao (孝) dan Wen (文). Xiao berarti Bakti / memuliakan hubungan, sedangkan Wen berarti ajaran/sastra. Jadi menurutg pemahaman ini kata Agama (Jiao / 教) da[at diterjemahkan sebagai Ajaran Bakti atau Ajaran Tentang Memuliakan Hubungan.

Kata Xiao sendiri dibangun dari dua radikal huruf/aksara, yaitu: 老 Lao, yang artinya tua/orang tua atau yang dituakan, dan 子 Zi berarti anak atau yang lebih muda.

Perilaku bakti yang paling awal dapat diterapkan adalah bakti kepada orang tua kita.

Nabi Kongzi bersabda, ”Sesungguhnya laku bakti itu pokok kebajikan, darinya-lah ajaran agama berkembang.” (Xiao Jing I. 4)

Bakti merupakan salah satu inti ajaran Nabi Kongzi, dimulai dari yang dekat dan pada akhirnya meliputi seluruh kenyataan yang ada di alam semesta ini.

Ajaran Agama Khonghucu memaknai Xiao antara lain sebagai :

  • Memuliakan hubungan dengan Tuhan sebagai Khalik.
  • Memuliakan hubungan dengan Alam sebagai sarana hidup.
  • Memuliakan hubungan dengan sesama Manusia (orang tua sebagai wakil Tuhan)

Memuliakan hubungan dengan Alam Semesta

Tuhan menciptakan Bumi (alam semesta) beserta isinya, dan manusia sebagai makluk yang berakal budi wajib menjaga dan melestarikannya.

Bumi juga adalah contoh yang baik bagi manusia yang mau mengabdikan diri pada masyarakat. Bumi menggambarkan kerendahan hati, keikhlasan . Segala yang jelek, yang kotor, yang busuk dibuang ke atas bumi, sebaliknya bumi memberikan buah dan sayur yang berguna bagi manusia dan makhluk hidup. Bumi selalu menyediakan segala kebutuhan makhluk hidup.

Arti penting konsep memuliakan hubungan dengan Alam Semesta di dalam Ajaran Agama khonghucu di gambarkan dengan kutipan ayat di bawah ini

Cingcu berkata:
“Pohon-pohonan dipotong hanya bila tepat waktunya. Burung, hewan dipotong hanya bila tepat pada waktunya. “

Nabi bersabda:
“Sekali menebang pohon, sekali memotong hewan, tidak tepat pada waktunya, itu tidak berbakti.”

( KITAB LI JI (禮 記) XXI ( II ) : 13 )

Kesimpulannya didalam ajaran Agama Khonghucu ditekankan untuk menghormati, menghargai dan melestarikan alam semesta dengan cara berperilaku sesuai dengan semestinya terhadap alam semesta atau lingkungan di sekitar kita.

Selanjutnya Perilaku Bakti Kepada Alam semesta di tegaskan kembali oleh Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS dalam kutipan kalimat berikut:

“Kalau kita kaji akan laku Bakti, sering orang menyempitkan dan merendahkan citra laku Bakti, dengan anggapan bahwa laku Bakti hanya ditujukan pada orangtua. Dengan ayat diatas, diharapkan dapat memberi suatu gambaran akan pengamalan dan penerapan laku Bakti yang hakiki. Namun lepas dari itu, memang laku Bakti
yang ditujukan pada orangtua merupakan awal dari pengamalan Bakti dalam kehidupan”
( Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS )

Kalau kita teliti kembali ke belakang, pada saat Raja Suci Yao sudah banyak ajaran-ajaran yang menunjukkan pentingnya ikatan antara manusia dan alam, antara lain

Agar dapat berbakti kepada alam, manusia harus selaras dengan Jalan Suci Bumi atau Hukum Alam. Oleh karena itu, Raja Yao (2357 – 2258 SM) memerintahkan para pembantunya untuk mengamati alam semesta agar dapat mensejahterakan rakyatnya.

Bahkan dalam kitab Shujing disebutkan bahwa Raja Yao telah mengetahui waktu perubahan empat musim berdasarkan peredaran matahari dan bulan secara tepat dan menyatakan satu tahun adalah 366 hari.

Contoh Perilaku Bakti Terhadap Alam Semesta antara lain adalah :

1. Bersembahyang kepada Bumi

  • Sembahyang Shang Yuan
    Yaitu sembahyang: Yuan Xiao (Cap Go Me), dilaksanakan setiap tanggal: 15-1-Yinli dikenal sebagai sembahyang ‘Awal Tanam’.
  • Sembahyang Zhong Yuan
    Juga bertepatan dengan sembahyang Jing He Ping (Sembahyang arwah umum atau arwah para sahabat). Dikenal juga sebagai sembahyang ‘Panen Raya’.
  • Sembahyang Xia Yuan
    Dilaksanakan setiap tanggal 1 atau 15 bulan 10 Yinli, yaitu Sebagai sembahyang ‘Panen Akhir’ menjelang musim dingin. Sembahyang ini juga berhubungan dengan San Yuan yakni Tian Yuan/Di Yuan/Shui Yuan yang dihubungkan pula dengan pengertian iman yang sangat diwarnai oleh sejarah agama Khonghucu, yakni: Pribudi bajik, Tata Masyarakat, dan Pengelolaan Alam.

2. Menjaga Kebersihan & Keindahan Lingkungan
Kebersihan dan keindahan lingkungan sebenarnya merupakan perwujudan dari kepribadian manusianya. Sebaliknya kepribadian manusia menunjukkan terpelihara atau tidaknya lingkungan disekitarnya.

3. Melestarikan Flora
Tanaman di muka bumi ini adalah penghasil oksigen yang dibutuhkan oleh semua makhluk. Tanaman menjadi bagian penting dari keberlangsungan hidup alam semesta ini. Sebagai manusia yang berakal budi, sudah seharusnya tugas kita menjaga melestarikan bermacam jenis flora yang ada di muka bumi ini.

4. Melestarikan Fauna
Ajaran Agama Khonghucu tidak mewajibkan semua umatnya untuk berpantang makanan dari makhluk berjiwa. Tetapi Ajaran Agama khonghucu menekankan pada keharmonisan terhadap alam semesta, dan fauna/hewan merupakan bagian dari Alam tersebut. Salah satu caranya adalah memotong hewan pada saatnya, sesuai dengan keperluan. Dan tetap menjaga keseimbangan ekosistem di alam semesta ini.

5. Mempelajari & Memahami Alam Semesta

  • Sebagai bentuk bakti kepada Alam, setiap penemuan dan penerapan IPTEK harus harmonis dengan Alam Semesta. Harmonis disini dalam artian tidak mengeksploitasi sumberdaya alam secara berlebihan, tidak mengakibatkan pencemaran/keruskan lingkungan dsb.
  • Jika kita memiliki rasa bakti, berarti kita memiliki rasa hormat dan empati. Empati disini berarti selalu mencoba memahami fenomena-fenomena alam semesta. Memahami & mempelajari alam untuk meminimalisir korban akibat bencana alam
  • Fengshui merupakan salah satu ilmu untuk memahami hubungan alam semesta dengan manusia. Fengshui adalah kosmologi yang didasari oleh konsep yin yang, yang prinsip-prinsipnya sesuai dengan ajaran Agama Khonghucu.

6. Tidak Menghabiskan Sumber Daya Alam
Istilah Go Green yakni ramah lingkungan tengah digalakkan di seluruh dunia. Ada sedikitnya 3 hal yang dapat kita lakukan untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, yaitu :

  • Reduce mengandung arti mengurangi pemakaian, memakai secara hemat dan tidak berlebihan.
  • Reuse mengandung arti menggunakan kembali barang-barang bekas pakai.
  • Recycle mengandung arti mendaur ulang barang-barang bekas.

Ajaran Agama Khonghucu menekankan keharmonisan dalam hubungan bakti tersebut. Harmonis itu perilaku yang tepat tengah, sesuai dengan ukurannya. Tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Harmonis tidak hanya kepada sesama manusia, harmonis dengan Tuhan, Manusia dan Alam semesta. Perilaku bakti terhadap alam semesta merupakan cara untuk mencapai keharmonisan.

Hanya orang yang telah mencapai puncak Iman di dunia ini, dapat sempurna mengembangkan Watak Sejatinya. Karena dapat sempurna mengambangkan Watak Sejatinya, maka dapat membantu mengambangkan Watak Sejati orang lain; karena dapat membantu mengambangkan Watak Sejati orang lain, maka akan dapat pula membantu mengembangkan Watak Sejati segenap wujud; karena dapat membantu mengembangkan Watak Sejati segenap wujud, maka dapat membantu langit dan bumi menyelenggarakan peleburan dan pengembangan; karena dapat membantu langit dan bumi menyelenggarakan peleburan dan pengembangan, maka menjadi tritunggal
dengan langit dan bumi. (Shu Jing – Su King IV.4.2)
( Zhong Yong, Bab XXI : 1 )

 

Bila dapat terselenggara Tengah dan Harmonis, maka kesejahteraan akan meliputi langit dan bumi, segenap makhluk dan benda akan terpelihara.
( Zhong Yong, Bab Utama : 5 )

Daftar Pustaka

  • Agama Khonghucu di Indonesia, terbitan MATAKIN
  • Bratayana Ongkowijaya, SE, XDS, Laku Bakti – Xiao (孝); ‘Memuliakan Hubungan‘ Adalah Pokok Kebajikan – De (德), http://www.spocjournal.com/widya-karya/279-laku-bakti-xiao-memuliakan-hubungan-adalah-pokok-kebajikan-de.html
  • Pengertian Recycle dan Contoh Recycle, http://blog.unnes.ac.id/nuriman/2015/11/18/pengertian-recycle-dan-contoh-recycle/
  • Slide Materi Pendidikan Budi Pekerti Kelas 9, XinZhong School
  • Sishu (Kitab Yang Empat), terbitan MATAKIN
  • Xs. Dr. Oesman Arif M. Pd., Ajaran Filosofis Kitab Yi Jing Kebenaran Adalah Hasil Kompromi, Surabaya, 2018

3,643 Total Views

Posts created 68

2 thoughts on “Berbakti Kepada Alam Semesta

  1. ini selaras dengan prinsip Tri Hita Karana masyarakat Bali. Tiga harmoni, haermoni dengan Hyang widhi Wasa, Harmoni sesama manusia, Harmoni dengan alam semesta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

Related Posts

Begin typing your search term above and press enter to search. Press ESC to cancel.

Back To Top