Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

meditation_khonghucuBerbicara tentang Pernafasan harus dibedakan dengan tegas antara tujuan dan teknik Pernafasan. Hal yang harus dipahami pertama tentu tujuannya dulu, tekniknya mengikuti tujuan Kebanyakan orang bicara tentang Pernafasan langsung pada tekniknya tanpa menjelaskan tujuannya. Teknik Pernafasan itu bervariasi, ada ratusan teknik Pernafasan.

Istilah Mengosongkan Pikiran
Kebanyakan orang yang akan belajar Pernafasan sudah bertanya tentang teknik Pernafasan dan cara “mengosongkan pikiran“. Pikiran manusia itu tidak dapat dikosongkan saat dia sadar. Pikiran perlu diberi tugas yang bermanfaat agar tidak melayang-layang. Pengertian mengosongkan pikiran yang dimaksud yaitu pikiran tidak dibebani dengan berbagai urusan sehari-hari. Orang setelah bekerja seharian akan merasa lelah pikiran dan badannya, biasanya setelah tidur beberapa jam sudah segar kembali. Dalam keadaan tubuh lelah orang juga tidak dapat berlatih Pernafasan.

Apabila badan lelah lebih baik istirahat dan tidur. Orang bisa berlatih Pernafasan setelah bangun pagi dan masih cukup waktu untuk berlatih. Berlatih Pernafasan tidak boleh dalam situasi tergesa-gesa. Sebaliknya, bagi orang yang perlu naik kereta api atau bis dalam waktu lama dapat mengisi waktu dengan berlatih Pernafasan. Waktu yang terbuang dapat dimanfaatkan untuk berlatih Pernafasan dengan teknik tertentu, tanpa mengganggu kelancaran pekerjaan.

Saat orang berlatih Pernafasan untuk sementara melepaskan urusan keseharian dan pekerjaan. Tugas pikiran diganti dengan memperhatikan realitas yang berada dalam tubuh kita. Pikiran kita dapat diberi tugas untuk memperhatikan nafas kita sendiri. Setiap tarikan nafas kita perlu kita perhatikan dan kita cermati. Perlu diperhatikan bahwa memperhatikan nafas tidak berarti menghitung berapa detik kuat menahan nafas. Berlatih Pernafasan tidak berlatih menahan nafas, dan tidak ada latihan menahan nafas dalam teknik Pernafasan ini.

Pernafasan yang perlu dipantau yaitu udara yang masuk ke paru-paru harus melalui dua lubang hidung. Kita rasakan udara itu masuk melalui hidung terus masuk ke paru-paru kita.

Latihan Awal
Tentukan waktu yang longgar, malam hari, sore, atau pagi. Waktu latihan itu sebaiknya sama setiap hari agar tidak lupa. Usahakan latihan pada tempat yang sama. Saat latihan duduklah dengan tenang, badan dan kepala lurus. Boleh duduk di kursi atau duduk sila di lantai. Perhatikan tubuh anda mulai dari kepala sampai ujung jari tangan dan kaki. Menarik nafas melalui dua lubang hidung dan membuang nafas juga melalui dua lubang hidung. Pikiran dan perasaan memperhatikan nafas juga memperhatikan seluruh bagian tubuh secara bertahap. Perhatikan dan kendorkan otot-otot tubuh Anda mulai dari kepala terus turun keselesluruh tubuh. Perhatikanlah, adakah bagian tubuh yang terasa sakit, terasa pegal atau terasa nyeri dan sebagainya. Latihan ini adalah latihan supaya pikiran kita dan perasaan menyatu dengan tubuh kita, dan kita mengenali tubuh kita sendiri.

Perlu diperhatikan bahwa saat berlatih Pernafasan telinga tidak boleh memperhatikan suara dari luar, seperti suara jam dinding atau yang lainnya. Nafas juga tidak boleh ditahan. Menarik nafas harus dalam, tetapi tidak boleh dipaksa. Tariklah nafas sedalam-dalamnya semampu Anda tanpa dipaksa. Apabila nafas dipaksakan akibatnya nafas menjadi tersengal-sengal. Nafas yang dalam dan teratur, apabila setiap hari dilatih semakin panjang juga nafas itu. Menarik nafas dan mengeluarkan nafas tidak boleh bersuara. Menarik nafas dan mengeluarkan nafas harus pelan-pelan. Telinga bertugas untuk mengontrol suara nafas. Apabila nafas masih berbunyi berarti menarik atau mengluarkan nafasnya masih terlalu cepat

Dalam menjalani hidup kita sehari-hari tubuh kita ini hanya menjadi alat. Kita hanya ingat tubuh kita saat sakit, atau saat kita beraktivitas. Latihan awal ini adalah suatu usaha untuk mengenali tubuh kita sendiri saat kita tidak beraktivitas. Kita perlu mendekatkan pikiran kita dengan perasaan kita, dan mendekatkan juga dengan tubuh jasmani kita. Ada orang berpendapat bahwa bersenang-senang, makan makanan lezat itu, piknik itu untuk menyenangkan tubuh jasmani. Menurut saya itu tidak benar. Tubuh itu hanya menjadi alat untuk kepuasan emosi dan nafsu. Kekesalan emosi sering menyebabkan orang tidak semangat bekerja. Bersenang-senang hanyalah memanjakan emosi, tetapi badan jasmani menjadi korban. Biasanya badan jasmani bisa beristirehat saat orang tidur, saat pikiran dan perasaan tidak bekerja. Tubuh, pikiran, hati nurai, nafsu, dan perasaan adalah komponen hidup yang harus bekerja sama. Kerja sama antara semua komponen ini itu dapat diwujudkan dengan latihan pengendoran otot-otot dan pernafasan.

Sikap tubuh saat latihan perlu diperhatikan. Latihan bisa dilakukan dengan duduk di kursi atau bersila. Yang penting kepala dan badan harus lurus. Apabila keadaan badan lelah bisa berlatih dengan berbaring telentang atau tubuh miring ke arah kanan. Posisi jantung dibagian atas supaya pekerjaan jantung lebih ringan. Latihan dalam posisi berbaring biasanya berlanjut dengan tertidur hal itu tidak masalah. Asalkan tidak setiap kali latihan dalam posisi berbaring. Latihan Pernafasan yang benar tidak boleh tertidur, kalu tertidur itu termasuk gagal.

Latihan awal ini perlu dilakukan setiap hari. Setiap latihan perlu waktu paling sedikit satu jam sampai dua jam. Hal itu bergantung pada waktu longgar yang tersedia. Orang yang sering sulit tidur dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk berlatih Pernafasan ini. Orang sulit tidur karena pikirannya tegang dan ototnya juga tegang. Apabila orang sudah sering berlatih Pernafasan ini ia akan mudah tidur karena ia mudah mengendorkan pikiran dan ototnya. Orang yang sering tegang ototnya dan syarafnya juga tegang dapat menderita berbagai penyakit. Pikiran, otot, dan syaraf yang sering tegang akan mempengaruhi bekerjanya semua organ dalam tubuh, Rasa sedih yang berlarut-larut akan merusak paru-paru, rasa takut yang berlarut-larut akan merusak jantung dan seterusnya. Semua perasaan yang merugikan tubuh itu dapat dinetralkan dengan berlatih Pernafasan.

Prinsip Ajaran Agama Khonghucu
Prinsip Ajaran Agama Khonghucu adalah membina diri memelihara watak sejati (siu sen yang sing), bila hidup kita sudah sesuai watak sejati maka berarti kita sudah menempuh hidup dalam Jalan Suci atau Siu Tao.Tao itu Hukum Tuhan, dalam Agama Khonghucu Tao itu dirinci atas tiga tingkatan, yaitu Thian Tao atau Asas Spiritual, Ren Tao atau asas kemanusiaan , dan Ti Tao atau asas hukum alam.Manusia yang ingin hidup benar,dan tidak sengsara harus mengerti, memahami dan tidak melanggar tiga asas hukum Tao itu. Kalau manusia melanggar sebagian saja dari salah satu asas hukum Tao itu hidupnya akan sengsara atau ditimpa bencana. Contohnya, manusia menebangi hutan sampai gundul akibatnya terjadi bencana banjir dan tanah longsor pada waktu musim hujan, dan kekeringan pada saat musim kemarau. Menggunduli hutan adalah melanggar asas Ti Tao atau melanggar hukum alam maka dalam Agama Khonghucu disebut berdosa kepada Bumi. Apabila kita melanggar hukum atau asas kemanusiaan maka disebut berbuat dosa kepada manusia , dan kalau kita melanggar asas spiritual maka disebut berdosa kepada Tuhan. Dosa kepada Tuhan, kepada manusia ,atau kepada bumi semuanya akan mendapat hukuman yang setimpal, hukuman paling berat tentunya apabila berdosa kepada Tuhan.

Prinsip membina diri dari Ajaran Agama Khonghucu dijabarkan secara luas, mulai dari pelajaran anak-anak sampai pelajaran untuk orang dewasa. Misalnya ajaran Empat Pantangan , Yang tidak susila jangan dilihat, Yang tidak susila jangan didengarkan, yang tidak susila jangan diucapkan , Yang tidak susila jangan dilakukan. Ajaran ini menekankan bahwa mata kita harus kita kendalikan, telinga kita harus kita kendalikan, mulut kita harus kita kendalikan, kaki dan tangan kita harus kita kendalikan untuk hal-hal yang susila saja. Denga mengendalikan mata, telinga, mulut dan kaki tangan untuk hal-hal yang susila itu sudah praktik Pernafasan yang nyata. Pernafasan dalam agama Khonghucu disebut Pernafasan Dinamik atau Pernafasan Positif karena dilakukan dengan aktivitas yang arahnya jelas, yaitu berbuat susila dan kebajikan. Pelajaran lain yaitu empat cacad harus dibebaskan dari dalam diri kita yaitu 1, jangan egois, 2. jangan kukuh, 3., jangan bergantung pada orang lain, 4. jangan memastikan sesuatu..Bila kita dapat menjauhi empat cacad ini tidak akan sering kecewa atau menjadi emosional. Dalam latihan Pernafasan menjaga stabilitas emosi itu tujuan utama. Jadi dengan melatih baik-baik kedua ajaran ini, empat pantangan dan empat cacad ini sudah merupakan pelajaran Pernafasan tingkat menengah.

Bagaimana dengan Pernafasan duduk bersila ? Pernafasan duduk bersila itu hanya bagian dari teknik mengatur nafas dan latihan mengendalikan chi (prana ). Latihan ini perlu dilaksanakan dengan teratur setiap hari. Namun apabila orang hanya latihan menarik nafas dan mengendalikan Chi saja tidak akan mencapai samadhi yang sebenarnya ( tidak dalam posisi harmonis seimbang) melainkan hanya latihan pernafasan, tidak banyak manfaatnya dalam proses pembinaan diri. Dalam Kitab Chong Yong disebutkan : senang marah sedih dan gembira bila belum timbul disebut Chong , kalau sudah timbul disebut Yong.Keempat emosi itu selalu timbul dan reda dalam kehidupan kita sehari-hari maka harus dikendalikan, sebab bila emosi tidak dikendalikan dapat merusak pisik dan struktur chi dalam tubuh.

Menurut ajaran Agama Khonghucu seluruh hidup ini adalah Pernafasan, seperti yang tertulis dalam Kitab Tay Hak sebagai berikut: “ Tao itu tidak pernah terpisah , yang terpisah itu bukan Tao “, artinya seluruh kehidupan ini harus sesuai dengan hukum Tao, sedetikpun tidak boleh lepas.Itulah idealnya, tetapi dalam praktik hidup manusia sering berbuat kesalahan.Manusia memang bisa berbuat salah, namun kehendak untuk memperbaiki kesalahan itu harus tetap ada, dan orang harus berjuang keras untuk menghindari berbuat salah. Kalau kita mau jujur, nasib seseorang menjadi buruk karena banyak berbuat kesalahan,misalnya salah mengambil keputusan yaitu tidak sesuai dengan hukum alam atau asas kemanusiaan.Apabila seseorang tidak membuat kesalahan atau berbuat sesuatu yang menyalahi hukum alam atau hukum kamanusiaan atau hukum negara dan hukum Tuhan nasibnya pasti lebih baik. Kebanyakan orang tidak merasa bersalah meskipun sudah melanggar salah satu dari hukum Tao tersebut , bahkan ada orang yang merasa bangga karena dapat “ mengibuli “ hukum. Namun apabila suatu saat ia menerima “ hukuman “ atas perbuatannya itu ia masih bertanya : “ Apa salah saya kok dihukum seperti ini ? “.

Benarkah menjadi umat Agama Khonghucu itu berat ? Ya, awalnya memang berat karena harus belajar dari yang paling sederhana terus meningkat menuju tinggi sampai mencapai Jalan Suci ( Tao ).Setelah mencapai tingkat tertentu, yaitu setelah mendapat bimbingan dari Ming Te ( Bing tik atau kebajikan yang bercahaya ) hidup ini menjadi ringan , dalam keadaan miskin tidak mengeluh dalam keadaan kaya tidak sombong.Ming Te ( Bing Tik ) adalah kesadaran rohani yang berada dalam hati kita masing-masing.Ming Te itu muncul setelah manusia belajar tentang moral kebajikan ( Tao Te ) dan dilatih terus menerus tanpa jemu dengan tulus iklas ( Cheng ).Kapan tercapainya ? Hal itu tergantung dari guru yang mengajarnya, semangat belajar sang murid, kecerdasan sang murid, dan ketulusan hati sang murid untuk berlatih. Dalam kitab Ajaran Besar hal ichwal Ming Te dan cara memperolehnya dibahas dengan mendalam namun tidak semua orang mudah memahaminya tanpa bimbingan guru.

Apabila orang sudah mendapat tuntunan dari Ming Te ia akan selalu berbuat kebajikan dengan hati tulus dan gembira. Meskipun sulit dan membutuhkan banyak tenaga kalau itu perbuatan yang disarankan oleh Ming Te maka dilakukannya dengan mudah dan penuh suka cita. Maka dikatakan seorang Kuncu ( Chin Che ) atau orang bijak dapat melaksanakan pekerjaan besar dengan mudah. Hsun Tse menyebut Ta Ru bagi umat Khonghucu yang dapat melaksanakan pekerjaan besar yang kaitannya dengan urusan negara, sedang yang hanya dapat mengerjakan pekerjaan kecil disebut Siau Ru. Pekerjaan besar adalah pekerjaan yang bermanfaat bagi masyarakat dan negara, pekerjaan kecil adalah pekerjaan yang berkaitan dengan pembinaan diri sendiri dan keluarganya.Bagi orang yang ingin melakukan pekerjaan besar harus membuktikan dulu bahwa dia dapat melakukan pekerjaan kecil.Yang belum dapat melakukan pekerjaan kecil mustahil dapat melakukan pekerjaan besar, tetapi orang kecil hanya dapat mengerjakan pekerjaan kecil saja.

Dalam Agma Khonhhucu Pernafasan tidak diartikan Cing Coo ( duduk bersila), tetapi diberi makna Siu Tao atau Siu Sen Yang Sing , dengan istilah yang lebih khusus yaitu :” Ceng sin Siu sen , khek chi fu li “ ,artinya :” Meluruskan hati membina diri, mengendalikan emosi dan ambisi melaksanakan hidup susila,”Tentang latihan pernafasan dan mengendalikan Chi harus dilakukan dengan benar sesuai dengan hukum Tao, yang telah diuji kebenarannya dengan alat-alat modern. Ajaran Agama Khonghucu selalu menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan modern, semua konsep lama harus diuji kebenarannya dan konsep itu harus dikembangkan untuk disempurnakan. Agama Khonghucu akan tetap menjadi agama modern sepanjang jaman karena terbuka untuk membantu manusia menyelesaikan masalah duniawi dan rohani. Pernafasan bukan megosongkan pikiran , tetapi mengarahkan pikiran pada Kebajikan yang Bercahaya ( Ming Te ). Pernafasan bukan bertujuan memasuki dunia roh atau mencari kesaktian, tetapi untuk meningkatkan Kesadaran Rohani ( Iman kepada Tuhan ). Bing Cu menyebutkan bahwa menyelami hati dapat mengenali watak Sejati ( Sing), dengan mengenali watak sejati dapat mengerti Jalan Suci ( Tao ), dengan mengerti Jalan Suci akan mengenal Tuhan.

Dalam Kitab Susi tak ada ayat yang menjelaskan teknik Pernafasan seperti cara duduk, cara menarik nafas, tetapi ditunjukkan cara memusatkan pikiran, cara mengendalikan emosi, cara mengendalikan panca indra, dan cara belajar sistematis untuk mencapai Puncak Kebajikan, semuanya tertulis dalam Kitab Ajaran Besar.

Konsep pembinaan diri dijelaskan dalam kitab Ajaran Besar tersebut.Tujuan membina diri adalah membentuk pribadi yang tegar yang dapat mengatasi masalah yang dihadapinya sendiri dan dapat membantu memecahkan masalah orang lain.Orang bisa kuat dan tegar kalau dia sudah dapat mengontrol dirinya sendiri dan dapat menguasai dirinya sendiri.Perjalanan hidup manusia itu sudah jelas yaitu diatur oleh hukum Tao. Apabila orang hidup mencari jalan sendiri yang tidak sesuai dengan Tao maka hidupnya pasti sengsara. Oleh karena itu kalau ingin hidup bahagia harus belajar memahami Tao dan mengikutinya ( Siu Tao ).

48,452 Total Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>