Ajaran Khong Hu Cu: Agama atau Pendidikan Moral?

Bab I  Pendidikan Tionghoa Indonesia dahulu dan sekarang

Kedatangan  orang  Tionghoa  secara  besar-besaran  ke   Hindia  dimulai  sejak awal abad  XIX. Mereka datang tidak membawa anak istri, setelah mereka menetap di Hindia menikah dengan perempuan pribumi. Keturunan mereka ini disebut Tionghoa Peranakan.  Tionghoa  Peranakan  ini  telah  menyerap  kebudayaan  Nusantara,  mereka menggunakan bahasa  daerah setempat  atau berbahasa Melayu.  Anak-anak Tionghoa peranakan ini tidak mendapat pendidikan layak karena kebanyakan orang tua mereka juga  tidak  mendapat  pendidikan  yang  layak.  Hanya  orang  Tionghoa  kaya  yang mampu memanggil guru privat untuk mengajar anak mereka.

Continue reading

Kerukunan Umat Beragama

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat berbagai agama itu akan terwujud apabila semua umat beragama menyadari sebagai umat Tuhan yang Maha Esa. Menurut saya, alur pemikiran penulis bersifat linier dalam siklus sepuluhribu tahunan. Paradigma yang dipakai adalah paradigama dikhotomis, artinya keberadaan kutub positip dan berbeda dengan keberadaan kutub negatip. Saya ingin menanggapi dengan alur pemikiran yang siklus murni, dengan paradigma komplementer, artinya kutnb positip dan kutub negatip selalu berada dalam keatuan realitas. Isi dan bentuk selalu berada dalam setiap hal bersama-sama. Isi ajaran agama dan pelaksanaan ajaran agama sebagai isi dan bentuk tidak dapat dipisahkan. Permasalahan agama juga tidak terlepas dari unsur lain dalam masyarakat, seperti masalah politik, masalah ekonomi, masalah keamanan, dan masalah hukum.

Continue reading

Agama Khonghucu Indonesia

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : AGAMA KHONGHUCU INDONESIA

Agama Khonghucu pertama kali diajarkan oleh Nabi Khongcu kepada rakyat Tiongkok pada abad VI sebelum Masehi, melalui sekolah yang didirikan oleh Nabi Khongcu sendiri. Setelah nabi Khongcu wafat (479 SM), di Tiongkok juga didirikan tempat ibadah agama Khonghucu yang disebut Wen Miao atau Kongzi Miao. Sesuai dengan ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam Kitab ajaran Besar (Da Xue) bab Utama, lembaga agama Khonghucu yang paling kecil adalah keluarga. Semua orang wajib membina keluarganya dengan baik sesuai ajaran agama Khonghucu. Lembaga agama Khonghucu yang lebih besar adalah negara, umat agama Khonghucu wajib menjadi warga negara yang baik, yang patuh kepada undang-undang serta memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Lembaga agama Khonghucu yang paling tinggi adalah dunia. Dalam Kitab Ajaran Besar tertulis: membina diri, membina rumah tangga, mengatur negara, dan menjaga perdamaian dunia.

Continue reading

Pengalaman Spiritual Dalam Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : PENGALAMAN SPIRITUAL DALAM AGAMA KHONGHUCU

Setiap manusia mempunyai perasaan yang sangat mempengaruhi kehidupannya. Saat orang merasa sedih karena ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang disayangi pengaruhnya sangat besar. Pada saat Nabi Khongcu menghadapi kepergian ibunya selama tiga tahun tidak dapat menikmati musik dan tidak dapat menikmati makanan lezat. Kesedihan Nabi Khongcu selama tiga tahun ini kemudian menjadi ukuran berkabung kepada orang tua. Kesedihan yang dirasakan oleh Nabi Khongcu saat ditinggalkan ibunya juga dirasakan oleh semua orang.

Zhuang Zi saat menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dunia dia menangis keras-keras. Pada sore harinya saat banyak orang datang untuk menyampaikan bela-sungkawa Zhuang Zi sudah bernyanyi dan main musik.Murid-muridnya mengira dia sudah gila. Zhuang Zi menjelaskan bahwa apabila dia bersedih arwah istrinya akan ikut bersedih karena meilhat dia bersedih.Rasa sedih itu juga dirasakan oleh Zhuang Zi sebagai orang yang meyakini bahwa kelahiran dan kematian itu sudah hukum alam.

Continue reading

Sejarah Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : SEJARAH AGAMA KHONGHUCU

Agama Khonghucu, tepatnya disebut Ru Jiao, sudah ada 2000 tahun sebelum Nabi Khongcu lahir. Para raja dan rakyat harus menjalankan upacara agama dan menjunjung tinggi moralitas seperti yang diajarkan oleh para luhur raja. Nabi Khongcu lahir pada tahun 551 SM. Ia ditugaskan oleh Tuhan untuk menata kembali tata upacara agama Ru Jiao dan mengajarkan kepada raja dan rakyat Tiongkok tentang spiritual dan moral agar rakyat Tiongkok hidup lebih sejahtera dan damai. Pada waktu itu di Tiongkok terjadi perpecahan yang menjadikan negeri Tiongkok kacau balau. Para kepala daerah ingin menjadi raja, mereka saling berperang berebut wilayah. Zaman itu disebut zaman Chun Qiu ( Musim Semi dan Musim Gugur).

Continue reading

Filsafat Tiongkok dan Filsafat Kebudayaan

Masalah perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan. Perdamaian dalam
masyarakat dapat terwujud apabila ada keadilan. Sebaliknya, dalam masyarakat yang
tidak ada keadamaian, keadilan juga tidak ada. Guna mewujudkan perdamaian dan
keadilan dalam masyarakat perlu melihat dua masalah itu bersama-sama. Agama
Khonghucu melihat masalah perdamaian dan keadilan sebagai bagian dari masalah
kebudayaan bangsa. Xun Zi (326-322 SM), salah satu tokoh besar agama Khonghucu
pra-dinasti Qin, menyatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, manusia
menciptakan kebudayaan (Zhang Jiao, 1993).
1. Sejarah dan Kitab Suci
Sebelum saya melanjutkan pembahasan masalah perdamaian dan keadilan
perlu saya jelaskan dahulu beberapa hal yang menyangkut sejarah agama Khonghucu.
Agama Khonghucu sudah dirintis oleh para Raja Suci zaman purba di Tiongkok
Raja Yao ( 尧 ) berkuasa tahun 2356-2255 SM.
Raja Shun ( 舜 )berkuasa tahun 2255-2205 SM. Raja Yu berkuasa tahun 2205-2197
SM. Raja Yu ( 寓 )membangun dinasti Xia, dinasti pertama di Tiongkok.
Dinasti Xia ( 夏 ) 2205- 1766 SM
Dinasti Shang ( 商 ) 1766-1123 SM
Dinasti Zhou ( 周 )1122- 256 SM
Dinasti Qin ( 秦 ) 255-207 SM, Kekaisaran Pertama.
Dinasti Han ( 汉 ) 206 SM-220 M. Sejak dinasti Han agama Khonghucu ditetapkan menjadi agama negara di Tiongkok

Ada pun kitab yang menjadi sumber sebagai Kitab Suci yaitu: Continue reading