Tanya Jawab Tentang Agama Khonghucu

1. Bagaimana sifat Tuhan dalam ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam kitab Yi Jing?

Jawab:

Di dalam Kitab Yi Jing dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Pencipta, Tuhan juga mengatur alam semesta ini agar semua makhluk tetap dapat hidup, Tuhan  juga memelihara alam semesta dan isinya, termasuk manusia. Dan Tuhan juga meluruskan yang bengkok, menghukum yang bersalah.

2. Apakah perbedaan agama Khonghucu dengan filsafat Konfusianisme?

Jawab:

Agama Khonghucu adalah ajaran agama yang diajarkan oleh para Raja Suci Purba, dan diteruskan oleh Nabi Khongcu diajarkan kepada rakyat jelata, agar semua rakyat mendapat pembinaan rohani dan menjalani hidup damai dan sejahtera. Continue reading

Satya Dan Dapat Dipercaya / Zhong Xin, 忠 信

Jalan Suci Kebajikan di dalam melaksanakan Cinta Kasih dan Tepasarira, dimulai dengan Bakti dan Rendah Hati, sedang Satya dan Dapat Dipercaya adalah menjadi pokok utama. Nabi Kongzi selalu bersabda, “Utamakanlah Satya dan Dapat Dipercaya.” Satya ialah yang menjadikan manusia menggemilangkan Kebajikan, sedangkan Dapat Dipercaya ialah kemampuan untuk disandari dalam mengamalkan Kebajikan itu. Sungguh menyedihkan bila manusia sampai kehilangan dua perkara itu. Satya itu menyatakan ketulusan iman dalam menghormat/menjunjung Kebajikan sedang Dapat Dipercaya itu menyatakan kesungguhan dalam mengamalkan Kebajikan. Ketika Zi-zhang 子 张 bertanya bagaimana ia wajib berprilaku, Nabi bersabda, “Perkataanmu hendaklah kau pegang dengan Satya dan Dapat Dipercaya, perbuatanmu hendaklah kau perhatikan sungguh-sungguh ……… Kalau engkau sedang berdiri, hendaklah hal ini kaubayangkan seolah-olah di mukamu, kalau sedang naik kereta, bayangkan seolah-olah hal ini tampak di atas gandaran keretamu. Dengan demikian tingkah lakumu dapat diterima.” (Sabda Suci XV: 6)

Selanjutnya marilah kita ikuti ayat-ayat di bawah ini:
-    “Hidup manusia difitrahkan lurus. Kalau tidak lurus tetapi terpelihara juga kehidupannya, itu hanya kebetulan.” (Sabda Suci VI: 19)
-    “Seorang yang tidak dapat dipercaya, entah apa yang dapat dilakukan? Itu seumpama kereta besar yang tidak mempunyai sepasang gandaran atau seumpama kereta kecil yang tidak mempunyai sebuah gandaran, entah bagaimana menjalankannya.” (Sabda Suci II: 22)
-    “Seorang Junzi setelah memperoleh kepercayaan rakyat baru berani menyuruh mereka bekerja keras. Bila belum mendapat kepercayaan, niscaya akan dianggap menindas. Harus mendapat kepercayaan lebih dahulu sebelum memberi peringatan kepada atasannya. Bila belum mendapat kepercayaan, niscaya disangka hanya pandai menyalahkan.” (S.S. XIX: 10)
-    “Seorang yang hanya pandai memutar kata-kata dan bermanis muka, sesungguhnya jarang berperi Cinta Kasih.” (Sabda Suci XVII: 17)

Esok Masih Ada Matahari ( Rahasia Kehidupan dan Kematian )

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : Esok Masih Ada Matahari ( Rahasia Kehidupan dan Kematian )

Dalam ajaran agama Khonghucu ada penjelasan tentang kehidupan abadi yang sangat menonjol, tetapi kurang diperhatikan dan kurang dibicarakan. Kebanyakan orang hanya menganggap agama Khonghucu hanya mengajarkan keharmonisan dalam masyarakat saja. Orang yang baru mempelajari agama Khonghucu biasanya mencari jawaban atas keselamatan dan keabadian roh, apabila mereka tidak menemukannnya mereka mundur. Para rohaniwan agama Khonghucu sendiri juga kurang memperhatikan masalah ini, dianggapnya tidak penting dengan alasan bahwa agama Khonghucu agama untuk orang hidup bukan untuk orang mati.

Continue reading

Pengalaman Spiritual Dalam Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : PENGALAMAN SPIRITUAL DALAM AGAMA KHONGHUCU

Setiap manusia mempunyai perasaan yang sangat mempengaruhi kehidupannya. Saat orang merasa sedih karena ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang disayangi pengaruhnya sangat besar. Pada saat Nabi Khongcu menghadapi kepergian ibunya selama tiga tahun tidak dapat menikmati musik dan tidak dapat menikmati makanan lezat. Kesedihan Nabi Khongcu selama tiga tahun ini kemudian menjadi ukuran berkabung kepada orang tua. Kesedihan yang dirasakan oleh Nabi Khongcu saat ditinggalkan ibunya juga dirasakan oleh semua orang.

Zhuang Zi saat menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dunia dia menangis keras-keras. Pada sore harinya saat banyak orang datang untuk menyampaikan bela-sungkawa Zhuang Zi sudah bernyanyi dan main musik.Murid-muridnya mengira dia sudah gila. Zhuang Zi menjelaskan bahwa apabila dia bersedih arwah istrinya akan ikut bersedih karena meilhat dia bersedih.Rasa sedih itu juga dirasakan oleh Zhuang Zi sebagai orang yang meyakini bahwa kelahiran dan kematian itu sudah hukum alam.

Continue reading