Pembelajaran Menggunakan Internet di dalam Konsep Pendidikan Humanistik

Oleh : Santoso Lim, S.Sn, M.Psi

1. Teori Pendidikan Humanistik

Menurut Teori Pendidikan Humanistik, bertujuan agar siswa belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Maslow (1943) memperkenalkan konsep aktualisasi diri (self-actualization) yaitu mencapai potensi diri yang bermakna kepada seseorang. Bagi Maslow, manusia dilahirkan dengan mempunyai kemampuan untuk menghasilkan potensi diri maksimum yang dikenali sebagai aktualisasi diri (self-actualization). Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya. Continue reading

Tanya Jawab Tentang Agama Khonghucu

1. Bagaimana sifat Tuhan dalam ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam kitab Yi Jing?

Jawab:

Di dalam Kitab Yi Jing dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Pencipta, Tuhan juga mengatur alam semesta ini agar semua makhluk tetap dapat hidup, Tuhan  juga memelihara alam semesta dan isinya, termasuk manusia. Dan Tuhan juga meluruskan yang bengkok, menghukum yang bersalah.

2. Apakah perbedaan agama Khonghucu dengan filsafat Konfusianisme?

Jawab:

Agama Khonghucu adalah ajaran agama yang diajarkan oleh para Raja Suci Purba, dan diteruskan oleh Nabi Khongcu diajarkan kepada rakyat jelata, agar semua rakyat mendapat pembinaan rohani dan menjalani hidup damai dan sejahtera. Continue reading

Ajaran Khong Hu Cu: Agama atau Pendidikan Moral?

Bab I  Pendidikan Tionghoa Indonesia dahulu dan sekarang

Kedatangan  orang  Tionghoa  secara  besar-besaran  ke   Hindia  dimulai  sejak awal abad  XIX. Mereka datang tidak membawa anak istri, setelah mereka menetap di Hindia menikah dengan perempuan pribumi. Keturunan mereka ini disebut Tionghoa Peranakan.  Tionghoa  Peranakan  ini  telah  menyerap  kebudayaan  Nusantara,  mereka menggunakan bahasa  daerah setempat  atau berbahasa Melayu.  Anak-anak Tionghoa peranakan ini tidak mendapat pendidikan layak karena kebanyakan orang tua mereka juga  tidak  mendapat  pendidikan  yang  layak.  Hanya  orang  Tionghoa  kaya  yang mampu memanggil guru privat untuk mengajar anak mereka.

Continue reading