Satya Dan Tepasarira / Zhong Shu, 忠 恕

Ajaran Satya dan Tepasarira ini disebut Nabi Kongzi sebagai ‘Jalan Suci Yang Satu Yang Menembusi Semuanya’, karena ajaran ini vertikal menjalinkan manusia kepada Tuhan, Khaliknya dan horizontal menjalinkan manusia kepada sesama dan lingkungan hidupnya. Dalam hal ini kita wajib mengerti mana yang pokok dan mana yang ujung, mana yang wajib didahulukan dan mana yang wajib dikemudiankan. Tersurat di dalam Tengah Sempurna Utama: 3, “Tiap benda itu mempunyai pangkal dan ujung dan tiap perkara itu mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian, ia sudah dekat dengan Jalan Suci.”

Untuk berlaku Satya terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan melaksanakan FirmanNya, menggemilangkan Kebajikan, marilah sekali lagi kita ikuti ayat yang tersurat dalam Mengzi VI A: 16, “Ada kemuliaan karunia Tuhan dan ada kemuliaan pemberian manusia; Cinta Kasih, Kebenaran, Satya, Dapat Dipercaya dan gemar akan Kebajikan dengan tidak merasa jemu, itulah kemuliaan karunia Tuhan Yang Maha Esa. Kedudukan rajamuda, menteri dan pembesar itulah kemuliaan pemberian menusia. Orang jaman dahulu membina kemuliaan karunia Tuhan Yang Maha Esa dan kemudian mendapatkan kemuliaan pemberian manusia. Orang jaman sekarang membina kemuliaan karunia Tuhan Yang Maha Esa untuk mendapatkan kemuliaan pemberian manusia. Setelah mendapat kemuliaan pemberian manusia, lalu dibuanglah kemuliaan karunia Tuhan itu. Sungguh tersesatlah jalan pikirannya, karena akhirnya akan kehilangan semuanya.” “Yang di dalam Watak Sejati seorang Junzi ialah yang tidak bertambah oleh kebesaran dan tidak rusak oleh kemiskinan; karena dialah takdir yang dikaruniakan Tuhan Yang Maha Esa. Yang di dalam Watak Sejati ialah Cinta Kasih, Kebenaran, Kesusilaan dan Kebijaksanaan.” (Mengzi VII A: 21) “Menjaga Hati, merawat Watak Sejati, demikianlah mengabdi kepada Tuhan. Tentang usia pendek, atau panjang, jangan bimbangkan. Siaplah dengan membina diri. Demikianlah menegakkan Firman.” (Mengzi VII A: 1)

Tentang ajaran mencintai dan tenggang rasa, tepasarira terhadap sesama, marilah kita renungi dan hayati ayat-ayat di bawah ini:

-         “Orang harus mengetahui apa yang tidak boleh dilakukan, baharulah kemudiaan tahu apa yang harus dilakukan.” (Mengzi IV B: 8)

-         “Mengendalikan diri dan pulang kepada Kesusilaan, itulah Cinta Kasih ……. Yang tidak Susila jangan dilihat, yang tidak susila jangan didengar, yang tidak susila jangan diucapkan, dan yang tidak susila jangan dilakukan.” (S.S. XII: 1)

-         Zi Gong 子 贡 bertanya, “Adakah satu kata yang boleh menjadi pedoman sepanjang hidup?” Nabi bersabda, “Itulah Tepasarira! Apa yang diri sendiri tiada inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain.” (Sabda Suci XV: 24 )

“Was-was dan hati-hatilah, apa yang keluar dari kamu akan kembali kepadamu.” (Mengzi IB: 12)

-         “Maka kata-kata yang tidak senonoh itu akan kembali kepada yang mengucapkan, begitu pula kekayaan yang diperoleh dengan tidak halal itu akan habis dengan tidak keruan.” (Ajaran Besar X: 10)

-         “Jalan Suci seorang Junzi ada empat yang khawatir belum satu kulakukan. Apa yang kuharapkan dari anakku, belum dapat kulakukan terhadap orang tuaku; apa yang kuharapkan dari menteriku, belum dapat kulakukan terhadap rajaku; apa yang kuharapkan dari adikku, belum dapat kulakukan terhadap kakakku; dan apa yang kuharapkan dari temanku belum dapat kuberikan lebih dahulu.” (Tengah Sempurna XII: 4)

-         “Seorang Junzi mempunyai Jalan Suci yang bersifat siku: Apa yang tidak baik dari atas tidak dilanjutkan ke bawah; apa yang tidak baik dari bawah tidak dilanjutkan ke atas; apa yang tidak baik dari muka tidak dilanjutkan ke belakang; apa yang tidak baik dari belakang tidak dilanjutkan ke muka; apa yang tidak baik dari kanan tidak dilanjutkan ke kiri; dan apa yang tidak baik dari kiri tidak dilanjutkan ke kanan.”

-         “Berlaksa benda tersedia lengkap di dalam diri. Kalau memeriksa diri ternyata penuh Iman, sesungguhya tiada kebahagiaan yang lebih besar dari ini. Sekuat diri laksanakanlah Tepasarira, untuk mendapatkan Cinta Kasih tiada yang lebih dekat dari ini.” (Mengzi VIIA: 4)

-         “Seorang yang berperi Cinta Kasih itu ingin dapat tegak, maka berusaha agar orang lainpun tegak; ia ingin maju, maka berusaha agar orang lainpun maju.” (S.S. VI: 30)

Pokok-Pokok Ajaran Moral Dan Etika Konfuciani

Dengan dasar keimanan Agama Khonghucu, diturunkanlah ajaran moral dan etika yang langsung menyangkut prilaku di dalam penghidupan yang bersifat praktis. Dalam hal ini wajib dicamkan bahwa betapapun indah, praktis dan bermanfaatnya ajaran itu, tanpa dasar keimanan yang mantab maka akan menjadi dangkal dan gersang. Sayangnya, banyak orang mempelajari dan melihat Agama Khonghucu hanya dari segi moral dan etika yang bersifat praktis saja tanpa mau tahu dasar keimanannya. Jelas cara yang demikian itu tidak tepat dan hasilnya akan jauh dari kebenaran. Sesungguhnya ajaran moral etika itu adalah sekedar penjabaran daripada keimanan Konfusiani. Karena itu, bila di bawah ini dipetikkan beberapa ajaran moral dan etika Konfusiani, perlu disadari bahwa semuanya itu tidak dapat dilepaskan, bahkan berpadu erat dengan dasar-dasar keimanan Agama Khonghucu. Dengan demikian sajalah dapat dihindari kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu.

Ajaran Iman Agama Khonghucu membimbingkan umat mengimani bahwa hidup manusia adalah oleh firman TIAN dan firman itu menjadi Watak Sejatinya yang merupakan harkat dan martabat manusia sebagai makhluk Tuhan, maka hidup manusia wajib berupaya mampu satya menegakkan firman dengan menggemilangkan kebajikan yang dikaruniakan itu.

Menggemilangkan kebajikan tidak berarti hanya membangun kesucian dan kecerahan bagi diri sendiri tetapi wajib mengamalkan di dalam kehidupan ini. Itulah yang wajib terus menerus diupayakan agar mampu mencapai puncak baik. Hal ini menyangkut bagaimana wajib menjalin hubungan yang indah dan baik kepada TIAN Tuhan Khaliq Semesta Alam, Di atau bumi yang menjadi pendukung kehidupannya maupun kepada sesama manusia dan sesama makhluk, sehingga terjalin hubungan yang harmonis di dalam San Cai 三 才 : Tian Di Ren 天 地 人 atau Tuhan Yang Maha Esa, Semesta Alam dan manusia serta segenap makhluk.

Berikut adalah beberapa point penting yang menyangkut moral dan etika Khonghucu / Konfuciani :

1. Satya Dan Tepasarira / Zhong Shu / 忠 恕

2. Tripusaka : Bijaksana, Cinta Kasih, Berani / Zhi, Ren, Yong / 知,仁,勇

3. Bakti Dan Rendah Hati / Xiao Ti / 孝 悌

4. Satya Dan Dapat Dipercaya / Zhong Xin / 忠 信

5. Kesusilaan Dan Kebenaran / Li Yi / 礼 义

6. Suci Hati Dan Tahu Malu / Lian Chi / 廉 耻

7. Hormat Dan Sungguh-Sungguh / Gong Jing / 躬 敬

8. Sederhana Dan Suka Mengalah / Qian Rang / 谦 让

9. Tengah Tepat Dan Lurus / Zhong Zheng / 中 正

10. Memperbaiki Kesalahan / Gai Guo / 改 过

11. Menegakkan Jasa / Li Gong / 立 功

12. Akrablah Kepada Para Bijaksana / Qin Xian / 亲 贤

13. Membenci Kepalsuan / E Wei / 恶 伪

14. Mengerti Orang Lain / Zhi Ren / 知 人

15. Menuntut Diri Sendiri / Qiu Ji / 求 己

16. Melindungi Diri / Bao Shen / 保 身

17. Bahagia Di Dalam Jalan Suci / Le Dao / 乐 道

18. Melaksanakan Ajaran Agama Dengan Sungguh / Gong Xing / 躬 行

19. Yang Berpribadi Susilawan / Junzi / 君 子

20. Cinta Belajar / Hao Xue / 好 学

21. Hati-Hati / Cermat Berfikir / Shen Si / 慎 思

22. Satu Prinsip Yang Menembus Semuanya / Yi Guan Zhi Dao / 一 贯 之 道

23. Menuntut Kenyataan / Qiu Shi / 求 实

24. Menjaga Kewajaran / Shou Chang / 守 常

25. Miliki Keuletan Semangat / You Heng / 有 恒

26. Meluruskan Diri / Zheng Ji / 正 己

27. Mengatur Pekerjaan / Qiu Zhi / 求 治

Semoga Tuhan Yang Maha Esa merahmati dan membimbing.

Huang Yi Shang Di

Wei Tian You De

Shanzai.