Berlatih Meditasi Agar Sehat Dan Awet Muda: Pendahuluan Bagian 1

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

meditasi_khonghucuNabi Khongcu bersabda: “Dari pada seharian merenung tidak sebanding dengan belajar. ”Kalimat ini ditafsirkan oleh Homer Dubs bahwa kata merenung itu disamakan dengan Meditasi. Dengan kata lain, Nabi Khongcu tidak mengajarkan muridnya melakukan Meditasi atau Jing Zuo. Banyak orang di kalangan umat Khonghucu ada yang sependapat dengan Dubs tersebut, tetapi penulis berpendapat bahwa dalam Agama Khonghucu ada pelajaran Jing Zuo atau meditasi (latihan meditasi) sebagai latihan fisik agar dapat membina diri atau Xiu Shen ( 修  身 )  Continue reading

Fengshui & Agama Khonghucu

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Yin-Yang SymbolFengshui dalam ajaran agama Khonghucu. Dalam kitab Yijing gua no 59 namanya fengshui huan. Kata huan bunyinya sama dengan huan yang berarti bencana, fengshui huan berarti bencana yang ditimbulkan oleh angin dan air. Dalam penjelasan guanya tertulis, Bila akan membangun Miao yang dimaksud kelenteng, wajib memperhatikan lokasi yang aman dari bencana angin dan air. Supaya kelenteng tidak terkena bencana angin dan air ditempatkan di pemukiman yang aman yaitu di tengah kota dan dekat pasar. terbentuknya pasar karena lokasinya strategis, jaraknya tidak jauh dari beberapa pemukiman penduduk. karena lokasi pasar dipercaya aman dari banjir dan topan maka pasar itu dibangun bangunan pasar yang permanen. kelenteng sebagai tempat ibadah juga dibangun dekat pasar. Continue reading

Memperbaiki Kesalahan Gai Guo / 改 过

Di dalam hidup, manusia tidak mungkin tanpa berbuat kesalahan, besar maupun kecil, sengaja maupun tidak sengaja karena hidup manusia senantiasa melalui proses belajar. Orang tidak mungkin tidak pernah berbuat salah, tetapi yang penting, mampu dan maukah kita memperbaiki kesalahan; dengan demikian dapat dihindarkan kesalahan itu berubah menjadi dosa, yang merusak jalinan hubungan baik manusia terhadap Tuhan, Khaliknya, terhadap sesamanya maupun terhadap lingkungannya. Continue reading

Membangun Kesadaran Baru

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Pengalaman spiritual adalah pengalaman seseorang secara subjektif menghayati keberadaannya sebagai manusia ciptaan Tuhan. Penghayatan itu dilakukan terus-menerus dalam susah dan senang, dalam bekerja dan bersantai, dalam berdoa dan menjalankan ibadah lainnya. Orang dapat menghayati hidupnya lebih khusus dengan mengatur nafas, merasakan masuknya udara ke dalam paru-paru menyebar ke seluruh tubuh, dan merasakan saat udara keluar dari tubuh melalui paru-paru. Dan lebih dalam lagi, orang dapat merasakan keadaan otot dan syaraf yang tegang atau kendor dalam tubuh, serta mengontrol keadaan pikiran dan emosinya sendiri. Continue reading

Meditasi Berlatih Pernafasan Untuk Kesehatan

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Meditasi Gentanusantara.comKata meditasi sering memberi kesan magis, mistik, bahkan kelenik. Dalam masyarakat modern orang disibukkan dengan berbagai masalah yang rumit menimbulkan tekenan batin yang mengganggu kesehatan badan. Masyarakat modern juga sudah mengetahui bahwa meditasi sebagai jalan keluar mengatasi tekanan batin itu. Berlatih meditasi adalah cara mengendorkan urat syaraf, pikiran, dan emosi guna meringankan atau menetralkan tekanan batin. Pekerjaan yang tertumpuk dan dituntut segera diselesaikan serentak menjadikan orang tertekan batinnya. Orang bisa menghindari penumpukan pekerjaan kalau orang itu bisa mengatur waktu dan menyiapkan semua pekerjaan dengan baik. Continue reading

Tengah Tepat Dan Lurus Zhong Zheng / 中 正

“Bila dapat terselenggara Tengah dan Harmonis, maka kesejahteraan akan meliputi langit dan bumi, segenap makhluk dan benda akan terpelihara.” (Tengah Sempurna Utama: 5) Tetapi suatu kenyataan tepat seperti disabdakan di dalam Shu Jing, “Hati manusia senantiasa dalam rawan, agar hati di dalam Jalan Suci, itu muskil. Maka senantiasalah pada yang Esa, pada yang sari pati; pegang teguh Tepat Tengah.” Memang hati manusia mudah menyeleweng, ingkar dari Jalan Suci, berbuat kurang atau keterlaluan, tidak mencapai atau melampaui; sungguh tidak mudah membina sikap hidup Tengah Sempurna. Berlaku Tengah itu juga bukan Tengah asal Tengah, tetapi yang benar-benar tepat. Continue reading

Pemahaman Tentang SanCai Dalam Agama Khonghucu

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Manusia hidup di dunia ini mempunyai perlengkapan rohani dan jasmani yang telah diberi oleh Tuhan. Manusia wajib menggunakan kecerdasaanya itu untuk menempuh jalan hidupnya sendiri dan dapat menyelamatkan kelestarian kehidupan di dunia.  Hubungan antara-manusia bergantung pada berkembangnya sifat cinta kasih, atau kebajikan atau ren ( 仁 ), dan sifat keadilan atau yi ( 义 ) pada manggota masyarakat. Dua sifat ini telah diberikan Tuhan kepada manusia, tetapi manusia harus belajar untuk memperkuat dan melaksanakannya. Apabila sekelompok manusia telah berkembang sifat kebajikan dan keadilan, mereka dapat bekerja sama dan hidup rukun. Apabila sifat kebajikan dan keadilan ini belum berkembang dalam masyarakat,  tidak ada kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat itu. Continue reading

Penelitian Historis Keberadaan Budaya Keagamaan Khonghucu Di Indonesia

Oleh : XS. Buanajaya B.S.

Abstrak
Penelitian ini ingin membuktikan di dalam awal sejarah kebudayaan Indonesia telah ada nilai kearifan religius Islam, Buddha, Hindu dan juga Ru (Khonghucu) bersamakearifan budaya Dongson, yang terbawa oleh nenekmoyang masyarakat Indonesia. Berdasar penemuan para akhli sejarah, nenekmoyang bangsa Indonesia secara geografis berasal dari Yunnan. Kearifan budaya dan nilai peradaban Yunnan kemudian telah dikenal sebagai Dongson. Tentu hal ini tak lepas dari tujuan sosiokultural persebaran akar bangsa Mongoloid dari Utara ekuator bermigrasi ke Selatan sejak 10000- 5000 tahun silam. Penduduk Yunnan termasuk ras Mongoloid. Begitu pula proto Melayu yang 20 abad maupun deutro Melayu 5 abad sebelum tarikh masehi mencapai kawasan Asia tenggara, yang membawa kearifan budaya Dongson ke kawasan Nusantara adalah juga dari akar bangsa atau ras yang sama. Daerah selatan merupakan tanah subur. Nenekmoyang bangsa di Asia (juga Melanesoid) pergi ke selatan membangun penghidupan yang lebih baik. Termasuk ke Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Continue reading

Sederhana Dan Suka Mengalah / Qian Rang, 谦 让

“Orang yang berperi Cinta Kasih itu mencintai sesama manusia. Yang ber Kesusilaan itu menghormati sesama manusia. Yang mencintai sesama manusia, niscaya akan selalu dicintai orang. Yang menghormati sesama manusia, niscaya akan selalu dihormati orang.” (Mengzi IV B: 28) Manusia dikodratkan Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang bermasyarakat; dalam pergaulan kemasyarakatan selalu ada perilaku yang saling timbal balik. Agar perilaku kita berkenan kepada orang lain, hidup sederhana dan suka mengalah sangat diperlukan. Di dalam Yi Jing 易 经 tersurat, “Jalan Suci Tuhan Yang Maha Esa mengurangi yang berkelebihan dan memberkati yang sederhana; Jalan Suci bumi merubah yang berkelebihan dan mengalirkan kepada yang dibawah-bawah; Tuhan Yang Maha Rokh menghukum yang sombong dan membahagiakan yang rendah hati; Jalan Suci manusia membenci kesombongan dan menyukai kesederhanaan; Kesederhanaan/adab sopan itu mulia bergemilang, tidak dapat dilampaui/dirusak perbuatan durjana, demikianlah paripurnanya seorang Susilawan. Continue reading