Sederhana Dan Suka Mengalah / Qian Rang, 谦 让

“Orang yang berperi Cinta Kasih itu mencintai sesama manusia. Yang ber Kesusilaan itu menghormati sesama manusia. Yang mencintai sesama manusia, niscaya akan selalu dicintai orang. Yang menghormati sesama manusia, niscaya akan selalu dihormati orang.” (Mengzi IV B: 28) Manusia dikodratkan Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang bermasyarakat; dalam pergaulan kemasyarakatan selalu ada perilaku yang saling timbal balik. Agar perilaku kita berkenan kepada orang lain, hidup sederhana dan suka mengalah sangat diperlukan. Di dalam Yi Jing 易 经 tersurat, “Jalan Suci Tuhan Yang Maha Esa mengurangi yang berkelebihan dan memberkati yang sederhana; Jalan Suci bumi merubah yang berkelebihan dan mengalirkan kepada yang dibawah-bawah; Tuhan Yang Maha Rokh menghukum yang sombong dan membahagiakan yang rendah hati; Jalan Suci manusia membenci kesombongan dan menyukai kesederhanaan; Kesederhanaan/adab sopan itu mulia bergemilang, tidak dapat dilampaui/dirusak perbuatan durjana, demikianlah paripurnanya seorang Susilawan. Continue reading

Kerukunan Umat Beragama

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat berbagai agama itu akan terwujud apabila semua umat beragama menyadari sebagai umat Tuhan yang Maha Esa. Menurut saya, alur pemikiran penulis bersifat linier dalam siklus sepuluhribu tahunan. Paradigma yang dipakai adalah paradigama dikhotomis, artinya keberadaan kutub positip dan berbeda dengan keberadaan kutub negatip. Saya ingin menanggapi dengan alur pemikiran yang siklus murni, dengan paradigma komplementer, artinya kutnb positip dan kutub negatip selalu berada dalam keatuan realitas. Isi dan bentuk selalu berada dalam setiap hal bersama-sama. Isi ajaran agama dan pelaksanaan ajaran agama sebagai isi dan bentuk tidak dapat dipisahkan. Permasalahan agama juga tidak terlepas dari unsur lain dalam masyarakat, seperti masalah politik, masalah ekonomi, masalah keamanan, dan masalah hukum.

Continue reading