Tanya Jawab Tentang Agama Khonghucu

1. Bagaimana sifat Tuhan dalam ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam kitab Yi Jing?

Jawab:

Di dalam Kitab Yi Jing dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Pencipta, Tuhan juga mengatur alam semesta ini agar semua makhluk tetap dapat hidup, Tuhan  juga memelihara alam semesta dan isinya, termasuk manusia. Dan Tuhan juga meluruskan yang bengkok, menghukum yang bersalah.

2. Apakah perbedaan agama Khonghucu dengan filsafat Konfusianisme?

Jawab:

Agama Khonghucu adalah ajaran agama yang diajarkan oleh para Raja Suci Purba, dan diteruskan oleh Nabi Khongcu diajarkan kepada rakyat jelata, agar semua rakyat mendapat pembinaan rohani dan menjalani hidup damai dan sejahtera. Continue reading

Esok Masih Ada Matahari ( Rahasia Kehidupan dan Kematian )

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : Esok Masih Ada Matahari ( Rahasia Kehidupan dan Kematian )

Dalam ajaran agama Khonghucu ada penjelasan tentang kehidupan abadi yang sangat menonjol, tetapi kurang diperhatikan dan kurang dibicarakan. Kebanyakan orang hanya menganggap agama Khonghucu hanya mengajarkan keharmonisan dalam masyarakat saja. Orang yang baru mempelajari agama Khonghucu biasanya mencari jawaban atas keselamatan dan keabadian roh, apabila mereka tidak menemukannnya mereka mundur. Para rohaniwan agama Khonghucu sendiri juga kurang memperhatikan masalah ini, dianggapnya tidak penting dengan alasan bahwa agama Khonghucu agama untuk orang hidup bukan untuk orang mati.

Continue reading

Sejarah Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : SEJARAH AGAMA KHONGHUCU

Agama Khonghucu, tepatnya disebut Ru Jiao, sudah ada 2000 tahun sebelum Nabi Khongcu lahir. Para raja dan rakyat harus menjalankan upacara agama dan menjunjung tinggi moralitas seperti yang diajarkan oleh para luhur raja. Nabi Khongcu lahir pada tahun 551 SM. Ia ditugaskan oleh Tuhan untuk menata kembali tata upacara agama Ru Jiao dan mengajarkan kepada raja dan rakyat Tiongkok tentang spiritual dan moral agar rakyat Tiongkok hidup lebih sejahtera dan damai. Pada waktu itu di Tiongkok terjadi perpecahan yang menjadikan negeri Tiongkok kacau balau. Para kepala daerah ingin menjadi raja, mereka saling berperang berebut wilayah. Zaman itu disebut zaman Chun Qiu ( Musim Semi dan Musim Gugur).

Continue reading

Filsafat Konfusianisme

Oleh: Ws. Dr. Oesman Arif

HSUN TZU Buku I : TEKAD UNTUK BELAJAR

Orang bijak ( Kun cu ) berkata : Belajar tidak boleh berhenti . Ibarat warna
hijau . berasal dari warna biru , tetapi warna hijau lebih mendekati alam . Es
berasal dari air , tetapi es lebih dingin dari pada air.Batang pohon yang lurus
terdiri dari serat yang tegak lurus,bila dipanaskan bisa dilengkungkan menjadi roda kereta, tidak dapat lurus lagi meskipun disinari matahari, hal itu telah
menjadi sifat kayu. Logam dapat menjadi benda tajam karena digosok. Seorang bijak (kuncu) memperluas pengetahuan dan setiap hari berlatih maka akan menjadi pandai dan cerdas. Continue reading