Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

bisnis khonghucuRushang atau Ilmu Bisnis Khonghucu sebagai cabang dari Ru Xue (penerapan dari filsafat Khonghucu) muncul kembali saat ini karena dunia sering menghadapi krisis ekonomi. Perkembangan sistem ekonomi Kapitalis yang sudah menguasai dunia ini ternyata telah menyebabkan krisis ekolomi global berulang kali, dan celakanya negara Kapitalisnya sendiri ikut krisis tanpa daya. Ilmu Bisnis Khonghucu, selanjutnya disebut Rushang, mencoba membangun sistem ekonomi yang organis, ekonomi yang menyertakan unsur budaya sebagai faktor penting dalam kegiatan ekonomi. Ekonomi Kapitalis adalah ekonomi yang mekanistik, unsur lain termasuk moral dan budaya tidak perlu dipertimbangkan. Pergerakan ekonomi terserah pada pasar bebas, itu menurut teori kapitalis.

Filsafat Organis adalah dasar ajaran Khonghucu. Di dunia ini tidak ada sesuatu yang berdiri sendiri, semuanya saling bergantung pada yang lain. Semua benda dan makhluk hidup pada suatu tempat bergantung pada kondisi dan situasi tempat itu, dan semua benda dan makhluk hidup itu saling bergantung juga. Pohon dan rumput hidup bergantung pada tanah dan air. Manusia dan hewan hidup bergantung pada tumbuhan dan air. Hidup tumbuhan dan hewan juga dipengaruhi oleh perilaku manusia. Perilaku manusia juga dipengaruhi oleh perilaku manusia lain. Perkembangan ekonomi suatu mayarakat ditentukan oleh perilaku manusianya dan kebutuhan hidupnya yang kompleks. Kebutuhan hidup manusia sangat dipengaruhi kebudayaannya. Ada masyarakat yang mengajarkan anggotanya bekerja keras dan tekun, tetapi hidup sederhana dan hemat. Sebaliknya, ada masyarakat yang anggotanya sangat konsumtif, semua uang yang diperoleh dihabiskan seketika, bahkan masih berani berhutang untuk membei barang yang tidak sangat diperlukan.

Rushang mengajarkan bahwa kegiatan ekonomi itu perlu dikaitkan dengan moralitas pelaku bisnisnya, juga dikaitkan dengan budaya masyarkat di tempat kegiatan bisnis itu dilakukan. Pelaku bisnis yang tidak bermoral pasti akan jatuh karena dia akan menyakiti hati pelanggannya dan rekan kerjanya. Semua bentuk penipuan untuk mendapatkan keuntungan besar maupun kecil harus dihindari oleh pelaku bisnis yang baik. Mentalitas pelaku bisnis juga perlu disiapkan. Orang yang akan berbisnis tidak cukup menjadi orang baik dan jujur, tetapi perlu bermental kuat dan tidak tergoda oleh nafsu maupun emosi. Pendidikan agama Khonghucu mengajarkan umatnya sejak kecil menjadi orang yang berdisiplin, patuh pada aturan dan prinsip, hidup teratur dan berhemat. Umat agama Khonghucu yang serius sudah memiliki modal berbisnis yang penting yaitu moralitas dan mentalitas yang diperlukan bagi pelaksanaan ilmu bisnis Khonghucu.

Dasar pemecahan masalah yang dipakai Rushang adalah ajaran Khonghucu yang tertulis dalam kitab Yi Jing. Semua hal di alam semesta ini mempunyai dua unsur yang berbeda, tetapi saling melengkapi yaitu Yin dan Yang. Yin dan Yang itu bisa disejajarkan dengan dua kutub negatif dan positif pada baterai. Baterai yang tidak tersambung kedua kutubnya tidak berfungsi. Sifat Yin dan Yang itu selalu berada bersama-sama pada setiap hal dan setiap benda, tetapi yang tampak biasanya hanya salah satu saja. Orang sakit itu tidak sehat, namun dia mempunyai kemungkinan untuk sehat, atau dia akan mati. Orang sakit itu unsur Yin-nya lebih kuat, unsur Yang-nya lemah. Kalau orang sakit itu sembuh artinya unsur Yang-nya menguat. Orang sakit akan mati kalau unsur Yin-nya semakin kuat.

Orang sehat itu unsur Yin dan Yang nya seimbang kekuatannya. Kalau unsur Yang-nya terlalu kuat orangnya juga sakit. Menjaga keseimbangan Yin Yang itu dimulai dengan menjaga hidup teratur, makan makanan yang seimbang, pikiran dan perasaan stabil. Kegiatan usaha manusia juga harus dijaga keseimbangan Yin dan Yang agar tidak rusak dan bangkrut. Hubungan manusia dalam internal perusahaan dijaga agar tidak terjadi perpecahan. Hubungan dengan pihak luar seperti pelanggan dan mitra bisnis dari perusahaan lain juga perlu dijaga agar tidak saling bermusuhan. Kebersihan lingkungan fisik juga perlu dijaga agar tidak dipersalahkan apabila timbul wabah penyakit. Semua program perusahaan perlu disusun dengan jelas dan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh.

Pengetahuan Rushang biasanya tidak diajarkan secara formal di sekolah atau di tempat ibadah, melainkan diajarkan secara informal oleh para orang tua kepada anak-anaknya. Sistem pendidikan informal seperti itu jelas tidak efektif dan semakin lama semakin berkurang, akhirnya hilang. Pengajaran ilmu bisnis Khonghucu perlu dikembangkan lebih sistematis dan serius melalui pengajaran di sekolah dan di tempat ibadah agama Khonghucu. Para rohaniwan agama Khonghucu perlu mempelajari Ilmu Bisnis Khonghucu (Rushang) agar dapat membina generasi muda umat agama Khonghucu. Apabila banyak umat agama Khonghucu dapat menjadi pelaku bisnis yang sukses perkembangan agama Khonghucu juga lebih positif.

Pada zaman feodal di Tiongkok Rushang sengaja dijauhkan dari ajaran agama Khonghucu oleh penguasa feodal. Dalam sejarah tercatat, di mana saja kaum feodal selalu takut terhadap kekuatan baru yang akan menggeser kekuasaannya. Para pengusaha dimusuhi kaum feodal karena takut posisi kekuasaannya direbut. Kaum feodal di Tiongkok pada zaman itu sering menggunakan kata-kata nabi Khongcu untuk memojokkan para pedagang. Misalnya kata-kata Jian Li Si Yi (见 利 思 义 ) yang artinya melihat keuntungan harus ingat keadilan diplesetkan menjadi Jian Li Wang Yi ( 见 利 忘 义 ) artinya melihat keuntungan lupa pada keadilan. Para pedagang diberi gambaran buruk oleh kaum feodal sebagai orang yang suka menipu dan serakah.

Pada zaman sekarang masih ada sisa kaum feodal yang mengatakan bahwa ajaran agama Khonghucu tidak ada hubungannya dengan kesuksesan pedagang Tionghua di perantauan dan kesuksesan Tiongkok membangun ekonomi baru. Para peneliti Rushang di Tiongkok zaman sekarang sudah menyadari perlunya Rushang ini diajarkan kepada masyarakat agar dunia tidak lagi dilanda krisis ekonomi. Munculnya krisis ekonomi tidak lain karena perilaku masyarakat yang tidak sesuai dengan ajaran agama Khonghucu, yaitu konsumtif, hidup mewah, tamak, boros, suka berfoya-foya, tidak suka belajar dan malas bekerja.

Perlu diketahui bahwa sumber dari ajaran agama dan filsafat Khonghucu itu disebut Wu Jing atau disebut juga Kitab Klasik Khonghucu. Pada abad XII muncul Kitab Si Shu yang merupakan ringkasan dari sebagain Kitab Li Ji ditambah dengan Kitab Meng Zi. Kitab Wu Jing dan Si Shu ini menjadi Kitab Suci agama Khonghucu, yaitu kitab yang wajib menjadi acuan dalam memahami masalah dan memecahkan masalah. Bagi orang yang belum mendalami ajaran agama Khonghucu akan kebingungan membaca kita Suci yang kelihatannya banyak itu. Untuk memberikan gambaran tentang isi kitab Suci agama Khonghucu tersebut perlu dijelaskan dibawah ini

1) Kitab Yi Jing ( 易 经 ) atau Kitab Perubahan.
Kitab ini berisi simbol berwujud hexagram yang jumlahnya 64. Simbol hexagram itu menjelaskan terjadinya perubahan alam dan peristiwa yang terjadi pada manusia. Hexagram itu sebenarnya bentuk logika silogisme berantai dengan enam premis, dan konklusinya adalah komentar yang diuraikan oleh Nabi Khongcu. Yi Jing ini sudah ada ribuan tahun sebelum Nabi Khongcu lahir, oleh Nabi Khongcu kitab tersebut dipelajari, disusun, dan diberi penjelasan agar para muridnya mempunyai pedoman berpikir. Isi kitab Yi Jing itu di kemudian hari juga dipelajari oleh para ahli matematika Tiongkok untuk mengembangkan ilmu matematika. Kitab Yi Jing ini menjadi sangat populer setelah dikembangkan oleh Dong Zhong Shu dan Yang Xiong sebagai dasar kosmologi Konfusianisme.

(2). Shu Jing ( 书 经 ) atau Kitab Sejarah.
Kitab ini berisi 30 maklumat para Raja zaman purba, mulai Raja Yao (2356 – 2255 S M) sampai dengan Maklumat Pangeran Negeri Qin (Qin Mu Gong, 569 – 620 SM). Isi maklumat itu bermacam-macam, antara lain tentang pengangkatan raja baru dengan menyebutkan alasan raja baru itu diangkat. Dalam tiap maklumat raja itu ditambah dengan nasihat-nasihat bagi para menteri agar dapat menjalankan tugas dengan baik. Sebelum maklumat itu dituliskan, selalu ada pengantarnya yang menceritakan latar belakang sejarah terjadinya peristiwa atau perlunya maklumat itu diumumkan. Pada intinya maklumat ini adalah ajaran moral bagi para raja dan pejabat di Tiongkok waktu itu. Xun Zi menganjurkan supaya penganut Konfusianisme mempelajari kitab ini. Dia bermaksud supaya kitab ini menjadi bahan referensi untuk memperluas pemikiran orang Tiongkok. Peristiwa yang dijelaskan dalam Kitab Sejarah ini adalah dokumen sejarah, bukan rekaan. Oleh karena itu, orang zaman kapan saja dapat melihat zaman masa lalu dan belajar dari masa lalu. Ilmu sejarah selalu penting untuk dipelajari para negarawan di semua negara di dunia ini. Politisi yang tidak menguasai ilmu sejarah tidak dapat memimpin rakyatnya mencapai kesejahteraan hidup. Kitab Sejarah ini amat penting bagi cendekiawan Konfusianisme.

3). Li Ji ( 礼 记 ) atau Kitab Kesusilaan
Kitab ini cukup tebal, isinya menyangkut berbagai masalah yang sangat luas. Antara lain, tentang aturan upacara sembahyang kepada Tuhan dan arwah, lengkap dengan pakaian upacara, jumlah peserta upacara, macam-macam sesajinya, dan cara menyajikannya. Juga, berisi nasihat-nasihat yang berharga tentang makna hidup dari Nabi Khongcu. Dalam kitab ini dituliskan berbagai komentar dari Nabi Khongcu tentang masalah-masalah moral dan kesusilaan, di dalamnya juga banyak kutipan dari Kitab Sejarah dan Kitab Klasik yang lain. Kitab Li Ji ini ditulis oleh murid-murid Nabi Khongcu. Xun Zi berharap para pengikut Konfusianisme supaya mempelajari Kitab Kesusilaan ini agar terbuka pemikirannya, dan tidak mudah menerima atau menolak pemikiran orang lain. Xun Zi menegaskan, pikiran orang Tionghua perlu dijaga agar tidak bertentangan dengan ajaran Konfusianisme.

4). Kitab Shi Jing ( 诗 经 ) atau Kitab Sanjak
Kitab Sanjak ini semuanya ditulis dalam bentuk puisi. Isinya ada empat bagian yaitu :
(a). Guo Feng ( 国 风 ), berisi nyanyian rakyat tentang berbagai masalah kehidupan sehari-hari. Antara lain, tentang cinta antara remaja, dan hubungan dalam keluarga.
(b). Xiao Ya ( 小 雅 ), berisi kritik terhadap pejabat dan birokrasi pemerintah. Juga, berisi keluhan rakyat akibat tingkah laku pejabat yang tidak adil dan tidak pandai. Bagian ini sering dikutip oleh Xun Zi sebagai penutup karangannya pada akhir bab.
(c). Da Ya ( 大 雅 ), berisi pujian kepada raja Wen Wang karena dia telah membebaskan rakyat dari cengkraman raja Zhou Xin yang jahat dari dinasti Shang.
(d). Song ( 颂 ), berisi lagu-lagu untuk mengiringi upacara-upacara suci, yaitu lagu pujian kepada Tuhan.

5). Kitab Chun Qiu ( 春 秋 经 ) atau Kitab Musim Semi dan Musim Gugur
Kitab ini menceritakan sejarah kerajaan negeri Lu, yaitu negeri kelahiran Nabi Khongcu. Menurut pendapat ahli sejarah kitab ini ditulis sendiri oleh Nabi Khongcu. Isinya adalah analisis kata-kata dan sebutan yang pemakaiannya dikacaukan oleh para raja muda. Para raja muda itu sengaja mengacaukan penggunaan kata karena ingin merebut kekuasaan. Misalnya, seorang bangsawan yang gelarnya rendah yaitu zu ( 族 ), tetapi dia mengubah gelarnya menjadi raja atau wang ( 王 ). Perilaku raja yang mengelabui rakyat ini sangat ditentang oleh Nabi Khongcu. Apabila semua ini dibiarkan generasi yang akan datang menjadi bingung dan negara Tiongkok tidak dapat disatukan lagi. Sejarah yang ditulis oleh Nabi Khongcu tersebut dimulai tahun 722 SM. yaitu tahun pangeran Lu Yin Gong menjadi raja muda di negeri Lu, hingga tahun 481 SM saat Nabi Khongcu melihat hewan Kilin dibunuh oleh pangeran Lu Ai Gong ( 鲁 哀 公 ).

6). Yue Ji ( 乐 记 ) Kitab Musik,
kitab ini sudah dibakar seluruhnya oleh Qin Shi Huang Di, dan tidak ada yang dapat menuliskan kembali. Petikan isinya dituliskan Xun Zi pada bab XX.

Kitab Si Shu disebut Kitab Suci Yang Pokok, kitab yang wajib dibaca oleh Siswa baru. SI SHU ( 四 書 ) atau Kitab Ynag Empat terdiri dari:

  1. Da Xue (大 學) - Kitab Ajaran Besar.
  2. Zhong Yong (中 庸) - Kitab Tengah Sempurna.
  3. Lun Yu (論 語) - Kitab Sabda Suci.
  4. Mengzi (孟 子) - Kitab suci Bingcu.

Keempat Kitab Si Shu ini bersumber dari ajaran langsung Zhisheng Kongzi.

  1. Kitab Daxue (Ajaran Besar) ditulis murid beliau bernama Zengzi.
  2. Kitab Zhongyong (Tengah Sempurna) ditulis oleh cucu Nabi Khongcu, bernama Kongji alias Zisi.
  3. Kitab Lun Yu (Sabda Suci) ditulis beberapa murid Nabi Khongcu, antara-lain: Youzi dan Zengzi.
  4. Kitab Mengzi (Bingcu) ialah satu-satunya kitab yang ditulis 1 abad sesudah Zhisheng Kongzi (nabi Khongcu) mangkat, merupakan kitab Ru Jiao termuda dan ditulis murid-murid Mengzi (371-278sM).(Hs.Tjhie Tjay Ing;1974)

Para pelaku bisnis Rushang diwajibkan mempunyai pengetahuan yang luas dan dalam juga wajib mempunyai moralitas yang kuat. Berbisnia tidak sekedar bermain adu untung, tetapi perlu perencanaan yang masak. Dalam Kitab Zhong Yong (XIX : 19) tertulis, “Banyak-banyaklah belajar, pandai-pandailah bertanya, hati-hatilah memikirkannya, jelas-jelaslah menguraikannya, dan sungguh-sungguhlah melaksanakannya”. Ada orang berpendapat bahwa orang berbisnis itu gampang, tidak perlu sekolah juga bisa. Bahkan ada penelitian yang menunjukkan bahwa banyak pengusaha yang berhasil muncul dari mereka yang belum lulus sekolah dasar. Pendapat seperti itu tidak salah pada zaman dahulu. Akan tetapi pada zaman sekarang perusahaan besar sudah banyak, mereka bergerak dalam berbagai bidang usaha hampir tidak memberi kesempatan pada pengusaha kecil.

Rushang mengajarkan agar pengusaha kecil bergabung membentuk perusahaan yang kuat agar dapat bersaing dengan perusahaan besar. Perusahaan gabungan ini perlu ada pengaturan organisasi yang baik yang memerlukan ahli yang pandai. Perusahaan gabungan memerlukan pimpinan yang cerdas dan bermoral yang dapat dipercaya oleh semua anggotanya. Kendala yang dihadapi perusahaan gabungan adalah mencari pemimpin yang jujur dan pandai. Para pelaku bisnis Rushang diwajibkan mempelajari ajaran agama Khonghucu agar semua pelaku bisnis itu mempunyai pemahaman nilai moral yang sama. Orang-orang yang bekerja sama dalam bisnis perlu mempunyai pemahaman nlai moral yang sama. Apabila pemahaman nilai moral itu tidak sama pasti terjadi konflik kepentingan dan terjadi perpecahan.

Ada perbedaan nilai moral antara Rushang dengan ekonomi Barat, misalnya perlakuan terhadap orang yang berhutang tidak bisa membayar. Menurut etika ekonomi Barat, orang yang berhutang itu harus membayar dengan menjual hartanya atau orangnya diserahkan kepada polisi. Menurut Rushang, pedagang yang hutang tidak dapat membayar itu perlu diteliti sebab-sebabnya dan dipelajari sikap moralitasnya. Orang dagang bisa bangkrut karena berbagai sebab yang perlu diselidiki. Apabila pedagang itu bonafid dan kebangkrutannya itu disebabkan hal di luar kesalahannya dia perlu ditolong. Misalnya, dia bangkrut karena terjadi penjarahan masal, karena tempat usahanya terbakar, atau karena perampokan.

Menurut Ilmu Rushang, mencari orang yang berbakat menjadi pelaku bisnis tidak mudah, apabila orang bisnis yang bangkrut dan hutangnya tidak bisa membayar lantas masuk penjara negara akan rugi. Pelaku bisnis yang gagal dan bangkrut mngkin bisa ditolong untuk bangkit kembali. Biasanya mereka lebih berhati-hati karena dia selalu diawasi oleh pebisnis lain. Dalam masyarakat di Indonesia sering kita jumpai kasus-kasus seperti ini.

Ilmu Rushang tidak hanya bertujuan memperkaya sekelompok orang, tetapi lebih diutamakan untuk membuat masyarakat seluruh anggotanya hidup sejahtera dan menjadikan negara kuat. Oleh karena itu, Rushang memberikan ruang kepada negara untuk ikut mengatur kegiatan perdagangan dalam negeri maupun luar negeri. Negara juga perlu membina para pelaku bisninya dalam hal produksi, managemen keuangan, pemasaran, distribusi dan transportasinya. Negara yang membiarkan persaingan bebas seperti sistem kapitalis liberal hanya memberi kesempatan bagian kecil dari masyarakat menikmati kehidupan mewah, sedangan sebagian besar penduduknya hidup dalam kemiskinan.

Dalam agama Khonghucu berlaku ajaran yang mengutamakan kesetiaan kepada negara, berbakti kepada orang tua, tidak melanggar firman Tian (Tuhan YME), dan menjaga harga diri. Semua orang pada akhirnya akan mati, tetapi jangan menodai hidup dengan perbuatan yang buruk. Harimau mati meninggalkan kulit, manusia mati meninggalkan nama baik dengan jasa yang besar untuk keluarga dan untuk negara. Seorang ibu dan bapak pada saat hidupnya berhasil mendidik anak-anak mereka menjadi anak yang berbakti dan berguna bagi masyarakat dia telah berjasa besar kepada nusa dan bangsa. Sebaliknya, orang tua yang tidak berhasil mendidik anaknya menjadi anak yang berbakti dia akan mati dengan penuh penyesalan. Ada anak yang diberi harta besar oleh orang tuanya, tetapi dalam sekejap dihabiskan oleh anaknya itu untuk berjudi, betapa malng nasib orang tua itu.

Ajaran bakti dalam agama Khonghucu bukan feodalisme, tetapi ajaran yang sangat besar bagi keutuhan suatu bangsa dan tegaknya suatu negara. Bangsa yang tidak mengajarkan bakti kepada anak-anak mereka akan hancur ditelan zaman. Semua yang ada dalam alam ini selalu berubah, keadaan dunia juga selalu berubah, yang tidak berubah adalah anak lahir dari orang tuanya dan dididik oleh orang tuanya. Pendidikan kepada anak adalah mewariskan nilai-nilai luhur untuk menyelamatkan kebudayaan bangsanya. Apabila nilai luhur bangsa itu sudah hilang karena tidak diwariskan kepada anak cucunya bagaimana bangsa itu masih bisa bertahan terhadap nilai-nilai baru yang disebarkan oleh bangsa lain. Bukti keberadaan bangsa itu sudah hilang, yang ada tinggal cerita dan keturunannya yang kacau balau tanpa identitas.

Filsafat fungsional yang dianut oleh masyarakat kapitalis liberal menyatakan bahwa perbedaan kelas sosial ekonomi dalam masyarakat itu sudah selayaknya karena perlu ada pembagian pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan orangnya. Hal itu sudah dianggap sesuai dengan hukum seleksi alam, makhluk yang lemah akan dikalahkan oleh makhluk yang kuat. Orang yang bodoh dan berpendidikan rendah bisa menjadi pelayan atau tukang sapu. Apabila semua orang telah menjadi kaya siapa yang akan mau menjadi tukang sapu, sampah dijalan raya akan menumpuk, hal yang demikian tidak boleh terjadi.

Dalih yang dikemukakan oleh filsafat Fungsional tersebut tidak dibenarkan oleh Rushang. Pembagian pekerjaan dalam masyarakat itu wajar, seorang pemimpin negara tentunya tidak dibiarkan masak makanannya sendiri dan menyapu jalan di depan rumahnya. Pembagian pekerjaan dalam masyarakat itu didasarkan pada posisi dan kemampuan atau keahlian orangnya, bukan berdasar seleksi sosial. Orang muda yang tenaga fisiknya masih kuat wajib melakukan tugas fisik seperti menyapu lantai dan jalan, mencuci pakaian dan sebagainya. Setelah orang muda ini menjadi tua tenaga fisiknya berkurang, tetapi kecerdasan dan ilmunya bertambah banyak dia dapat mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya.

Pokok ajaran agama Khonghucu adalah kewajiban membina diri bagi semua orang. Orang yang membina diri dengan serius akan bertambah terus kecakapannya. Anak muda yang biasa menyapu lantai dan mencuci pakaian sebagai tugasnya berbakti kepada orang tua, setelah membina diri dengan rajin belajar bisa menjadi direktur perusahaan besar, tentunya dia tidak bertugas menyapu lagi. Rushang tidak membedakan pekerjaan kasar dan halus, semua pekerjaan itu perlu dikerjakan demi kebaikan semua orang, dan disebut kebajikan.atau De ( 德 ). Semua pekerjaan demi kebaikan itu mulia, tidak peduli kasar atau halus karena bekerja itu adalah kebajikan.
Nabi Khongcu mengajarkan, berkedudukan rendah dan bergaji kecil tidak perlu malu, berkedudukan tinggi dan bergaji besar tidak perlu sombong, yang penting bagaimana kualitas pekerjaannya. Seorang yang berkedudukan rendah dan bergaji kecil, tetapi dia bekerja dengan rajin dan hasilnya berkualitas dialah seorang Junzi, seorang budiman. Orang yang berkedudukan tinggi dan bergaji besar seharusnya malu apabila pekerjaannya tidak beres. Orang yang berkedudukan tinggi mudah tergoda korupsi apabila moralnya buruk. Moralitas dan mentalitas menjadi ukuran bagi setiap orang untuk mendapat predikat orang bak.

Kaum kapitalis liberal menganut hukum seleksi alam dari Darwin, manusia yang lemah akan tergusur oleh manusia yang kuat. Ajaran ini menjadi salah satu penyebab adanya penjajahan oleh bangsa yang lebih “kuat” kepada bangsa yang lebih “lemah”. Bangsa yang pernah dijajah ternyata tidak selalu bangsa yang lemah. Mereka bisa dijajah karena tidak memahami filsafat Barat, mereka tidak membayangkan bahwa ada manusia penjajah yang sangat jahat itu. Setelah dijajah sekian lama mereka baru sadar bahwa watak manusia tidak sama, ada manusia yang baik dan ada manusia yang jahat.

Perbedaan watak manusia itu karena perbedaan pemahaman terhadap hidup itu sendiri. Manusia yang hidup di hutan, setiap hari bergaul dengan binatang, cara hidup binatang itu akan mempengaruhi jalan pikirannya dan pemahamannya terhadap hidup. Cara hidup binatang adalah merebut milik yang lain atau mencuri, mereka tidak pernah menghargai binatang yang lain. Orang yang telah terpengaruh oleh perilaku binatang akan berbuat yang sama dengan binatang. Mereka akan merebut milik orang lain seenaknya sendiri dengan segala cara, dan mereka tidak pernah menghargai hak atau kedaulatan orang lain. Penelitian Darwin pada fosil-fosil binatang, kemudian ia menyimpulkan bahwa manusia sebagai bentuk evolusi binatang. Agama Khonghucu tidak membenarkan teori Evolusi Darwin. Menurut ajaran agama Khonghucu, manusia mempunyai Roh atau Ren Shen ( 人 神 ) yang berasal dari Tian, yang dijelaskan dalam kitab Yi Jing.
Di Eropa telah lama berkembang filsafat yang mengagungkan kekuatan, yang kuat yang menang. Sekarang orang Eropa masih mengandalkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta uang sebagai kekuatan andalan mereka. Negara yang punya uang, punya ilmu dan teknologi adalah negara kuat. Manusia di mana saja yang mengandalkan kekuatan materi sebagai andalannya untuk menguasai dan merampas milik orang lain akhirnya akan berantakan sendiri.

Menurut agama Khonghucu, kekuatan manusia yang sejati adalah keyakinan akan kebenaran Jalan Suci atau Dao ( 道). Segala hal yang bertentangan dengan Dao atau Jalan Suci akan runtuh dengan sendirinya. Adapun Jalan Suci itu dibedakan atas tiga ranah, yaitu Tian Dao ( 天 道 ), hubungan manusia dengan Tian, Tuhan YME. Ren Dao ( 人 道 ) hubungan antar manusia. Di Dao ( 地 道 ), hubungan manusia dengan alam. Kebenaran dari langit itu digambarkan sebagai bulatan bola, melambangkan kesempurnaan Tuhan. Kebenaran manusia dan bumi digambarkan sebagai kotak, melambangkan keterbatasan dan ada kepentingan atau tujuan. Apabila orang berbicara tentang kebesaran Tuhan tidak perlu berdebat karena Tuhan maha sempurna. Akan tetapi manusia akan berdebat dan bertengkar membicarakan kebenaran manusia dan keduniawian. Manusia merasa dirinya terbatas, jadinya merasa takut, ketakutan ini yang membuat mereka serakah dan tamak. Dalam ekonomi situasi panik bisa merusak pasar dan kekacauan ekonomi di suatu negara.

Sumber kekacauan duniai ini adalah keserakahan manusia. Manusia tidak saja serakah akan harta dan kekuasaan, tetapi juga serakah akan kehidupan. Banyak orang mengharapkan ada kehidupan lain di alam lain setelah mati, mereka masih merasa hidupnya di dunia ini belum cukup. Ada pula orang yang mengharapkan dilahirkan kembali ke dunia ini setelah mati. Ada pula orang yang menolak tidak menghendaki kehidupan di dunia ini maupun di luar dunia ini karena menganggap hidup sebagai penderitaan, ini hal yang sulit dipenuhi karena manusia masih mempunyai keinginan. Xun Zi menanggapi semua keinginan manusia itu sebagai harapan yang wajar dari manusia dan wajib dihargai. Ada juga orang yang berpendapat bahwa keserakahan untuk hidup di luar dunia itu lebih baik dari pada keserakahan duniawi. Artinya, orang yang suka berbuat baik dalam hidupnya sekalipun mengorbankan kepentingan duniawinya adalah orang yang berhati mulia.
Nabi Khongcu melihat keserakahan manusia akan kehidupan seperti diatas, beliau mengajarkan kepada murid-muridnya untuk konsentrasi pada kehidupan yang sekarang yang sedang dijalani. Kehidupan yang sedang dijalani di dunia ini disebut alam Yang, kalau orang sudah mati pindah ke alam Yin yang tidak dibatasi ruang dan waktu. Nabi Khongcu mengajarkan supaya kepada orang yang sudah meninggal dunia dilakukan upacara sembahyang dan dinaikkan doa. Walaupun orang yang meninggal sudah pergai jauh, tetapi kenangan dan jasa mereka selama hidup tidak hilang. Mereka yang telah berjasa untuk kemanusiaan akan hidup abadi di dunia ini karena selalu dikenang orang sepanjang masa, dan arwah mereka menjadi Sin Beng atau Shen Ming ( 神 明 ) yang dihormati dan disembahyangi umat Khonghucu di kelenteng-kelenteng di seluruh dunia.

Nabi Khongcu tidak menentang kodrat manusia yang serakah, namun keserakahan itu bisa disalurkan dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi seluruh masyarakat. Masyarakat dan negara wajib membuat program kerja yang melibatkan semua anggotanya, masing-masing diberi posisi yang sesuai. Contohnya, semua anak wajib belajar di sekolah, oleh karena itu sekolah harus digratiskan. Semua orang dewasa wajib bekerja, masyarakat dan negara wajib memberi pekerjaan pada mereka. Memberi pekerjaan tidak harus memberi upah yang tinggi karena buah dari pekerjaan itu akan bermanfaat bagi semua orang. Apabila terpaksa tidak dapat memberi upah pada mereka yang bekerja, cukup diberi makan bagi dia dan keluarganya dan ada jaminan perawatan kesehatan.

Orang yang menganggur atau tidak mempunyai pekerjaan tetap pikirannya kacau hatinya gelisah, kondisi ini menyebabkan perbuatan jahat dan mengacaukan masyarakat. Nabi Khongcu mengajarkan murid-muridnya untuk membina masyarakat tanpa minta imbalan, keuntungan materi itu akan diperoleh sebagai buah dari pohon yang kita tanam. Orang wajib menanam pohon, apabila pohon itu tumbuh besar akan menghasilkan buah. Ada juga pohon yang tidak menghasilkan buah, tetapi itu tetap ditanam karena bermanfaat bagi pelestarian lingkungan atau sebagai bahan obat.

Orang bekerja bukan hanya mencari kesibukan atau mengisi waktu kosong saja. Semua pekerjaan perlu ada tujuan dan perencanaan yang jelas dan rinci. Semua pekerjaan perlu didasarkan pada manageman bisnis, yaitu efisiensi dan efektivitas, apabila tidak demikian pekerjaan itu akan putus di tengah jalan. Di dunia ini masih memerlukan kreativitas manusia untuk menciptakan pekerjaan baru dan memecahkan banyak masalah yang dihadapi manusia. Bangsa yang kreatif dapat menciptakan teknologi canggih untuk membantu perkerjaan manusia agar lebih ringan dan hasilnya lebih baik. Pabrik-pabrik besar dengan teknologi modern dibangun untuk menghasilkan barang kebutuhan hidup manusia dalam jumlah besar. Teknologi modern dapat melibat-gandakan produksi barang sehingga masyarakat tidak akan kekurangan barang keperluan hidup manusia.

Sumber : RUSHANG (儒 商)ILMU BISNIS KHONGHUCU oleh Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

3,662 Total Views

3 Comments

  1. vinny
    Posted June 24, 2013 at 2:05 pm | Permalink

    Kami generasi yg paling sedikit mengenal ajaran konfusius terutama generasi kelahiran tahun 60 an dan 70 an . ini sangat bermanfaat sekali dan
    semoga lebih banyak lagi penulis menguraikan ajaran kebenaran dalam versi bahasa indonesia.
    感 谢 您, Bapak Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd
    Semoga sehat selalu.

    salam
    vinny_tio

  2. Posted June 24, 2013 at 3:26 pm | Permalink

    terimakasih atas perhatiannya :)

  3. Darwinternazionale
    Posted December 30, 2014 at 10:23 pm | Permalink

    Artikel yang bermanfaat dan membuka jendela khazanah Agama Khonghucu… Siapa nyana juga ada bisnisnya :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>