Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Businessman Wearing CapeModal Utama bagi Orang Berbisnis adalah persiapan mental, ada empat sifat yang perlu dimiliki sebagai modal rhani atau mental.

1. Zhi 智, artinya kecerdasan dan bijaksana
Orang bisa menjadi bijaksana karena belajar dari guru yang bijaksana, yang dimaksud guru bisa manusia bisa juga pengalaman hidup yang pahit menjadi pengarah yang baik. Menurut Nabi Khongcu, sebaiknya orang juga mempunyai guru manusia yang bisa ditanya dan diajak diskusi. Orang yang hanya berguru pada pengalaman hidup tidak cukup, meskipun itu juga faktor pendidikan yang penting. Orang bisa belajar dari buku yang ditulis oleh penulis dari tempat yang jauh dan yang hidup pada masa lalu, namun untuk mempelajari buku tersebut juga perlu guru yang bijaksana dan berpengetahuan luas. Banyak orang pengetahuannya sepotong-sepotong dan salah karena tidak belajar dari guru yang benar-benar berilmu.

Mempelajari ajaran agama Khonghucu dan filsafat Khonghucu juga perlu guru dan teman diskusi yang dapat mengarahkan pada pemahaman yang benar. Sejarah agama dan filsafat Khonghucu sudah sangat panjang, sudah banyak orang menulis dan mengomentarinya. Tulisan tentang agama dan filsafat Khonghucu yang amat banyak itu perlu dicermati dan dibedakan antara yang benar dan salah. Ada penulisan tentang agama dan filsafat Khonghucu yang tidak benar karena penulisnya tidak mengerti sejarah Tiongkok dan sejarah agama Khonghucu. Penulis-penulis seperti itu tidak pernah memasuki objek materi yang ditulisnya secara mendalam. Mungkin mereka hanya membaca beberapa buku tentang agama dan filsafat Khonghucu lalu membuat kesimpulan sendiri dan menulis artikel atau buku.
Di Tiongkok banyak pengikut agama dan filsafat Khonghucu yang mewarisi tradisi leluhurnya, dan mempelajari warisan itu sebagai kewajiban anggota keluarga. Pada saat ini para pewaris tradisi itu masih tekun belajar dan mereka juga memiliki pendidikan akademik modern yang formal serta mempunyai posisi resmi sebagai cendekiawan yang terhormat, pada umumnya mereka menjad dosen di perguruan tinggi yang terkenal atau menjadi pejabat tinggi negara. Ajaran agama dan filsafat Khonghucu meskipun sudah dipukul ombak dan badai dari berbagai pihak masih tetap bertahan sampai sekarang karena jasa para pewaris tradisi itu.

Di Indonesia pewaaris tradisi ajaran agama dan filsafat Khonghucu masih ada, mungkin belum semuanya menampakkan diri. Pewaris tradisi ajaran agama dan filsafat Khonghucu ini sangat berperan penting dalam mengembangkan Rushang (Ilmu Bisnis Khonghucu). Bisnis orang Tionghua perantauan yang bergerak sejak dinasti Ming memang disemangati oleh ajaran Rushang dari Wang Yang Ming. Ajaran Rushang itu tidak ditulis sebagai buku yang dijual umum, melainkan diwariskan kepada anggota keluarga mereka sendiri sebagai pusaka keluarga. Banyak keturunan Tionghua perantauan yang tidak menerima warisan ajaran itu menjadi melemah bisnis mereka. Pada awal abad XX  banyak keturunan perantau Tionghua yang sudah beralih ke pendidikan Barat, mereka semakin jauh dari ajaran Rushang.
Sejak tahun 1950 banyak orang Barat telah menyadari bahwa di Asia ada ilmu bisnis lain yang berbeda dengan ilmu ekonomi yang telah berkembang di Barat, dan mereka menemukan bahwa ilmu bisnis itu adalah Rushang, Ilmu Bisnis Khonghucu. Negara-negara baru di Asia pada tahun 1960 menggunakan ajaran Rushang itu untuk membangun ekonomi mereka, pada tahun 1970 an muncul kekuatan ekonomi baru yang dikenal dengan nama Empat Macan Asia. Pada tahun 1980 RRT mulai memikirkan untuk menggunakan ajaran Rushang, pada awal abad XXI RRT telah menunjukkan hasil pembangunan ekonomi yang sangat mengejutkan, dan itu diakui sebagai penerapan ajaran Rushang.

Kebijaksanaan tidak lepas dari sifat terbuka dan mau menerima pendapat orang lain. Rushang bukan ajaran yang statis dan harga mati, tetapi bersifat terbuka untuk menyerap pengetahuan lain dari mana saja datangnya. Orang yang mempelajari Rushang perlu mempelajari ilmu ekonom secara umum, belajar ilmu pembukuan modern dari Barat, juga mempelajari sejarah pemikiran ekonomi negara Barat. Apabila orang yang mempelajari Rushang juga mempelajari ekonomi yang sudah berkembang di Barat maka ajaran Rushang akan selalu lebih unggul satu langkah. Sebaliknya, orang yang mempelajari Rushang tertutup terhadap perkembangan ilmu di luar maka Rushang akan mati di tangannya.

Rushang tidak lain adalah pelengkap dari pada ilmu ekonomi yang sudah ada di dunia ini. Kombinasi antara Rushang dengan ekonomi yang sudah ada di Barat mungkin bisa memberikan hasil yang jauh lebih baik. Rushang menyertakan berbagai faktor kehiduan manusia ini dalam memecahan masalah ekonomi, sedangkan ekonomi Barat melihat masalah ekonomi sebagai sesuatu yang berdiri sendiri. Perbedaan ini sebenarnya bukan perbedaan prinsip, tetapi hanya perbedaan sikap. Orang yang belajar ekonomi Barat tentu bisa berubah sikap apabila mau melihat kenyataan dan tidak berpegang pada dalil dan teori dengan sikap kaku. Penganut Rushang juga perlu bersikap terbuka dan mau memperhatikan teori-teori ekonomi dan laporan hasil penelitian ilmu ekonomi sebagai referensi.

Rushang mengajarkan bahwa para pelaku bisnis itu harus orang yang banyak belajar, berpengetahuan luas dan mendalam serta pikirannya cerdas. Orang yang bersikap sombong, tidak pernah mau mendengarkan pendapat orang lain akan sulit menjadi pelaku bisnis yang sukses. Seorang yang bijak itu seperti raja atau kaisar, dia bisa mempercayai bawahannya untuk mengurusi masalah dan pekerjaan. Pelaku bisnis juga bisa memberi ide pada bawahannya agar dilaksanakan, sebaliknya dia juga dapat menerima ide dari bawahannya dan dilaksanakan. Kecerdasan di sini tidak hanya berarti kecerdasan intelektual saja, tetapi juga kecerdasan emosi dan spiritual.

Pelaku bisnis yang cerdas tidak mudah marah kepada bawahannya atau rekan bisnisnya, dia mampu mengendalikan emosinya. Apabila pelaku bisnis mengalami kerugian besar hatinya juga tidak terguncang, ia akan tetap tegar menghadapi resiko karena dia telah memiliki kecerdasan spiritual. Pelaku bisnis tidak hanya sebagai raja, sealigus dia juga seorang jenderal dan juga bisa sekaligus menjadi prajurit. Dalam kenyataannya memang demikian, pelaku bisnis tidak tidur saat orang lain tidur nye nyak, kadang-kadang dia bisa menahan lapar karena belum sempat makan. Pelaku bisnis yang tidak cerdas tidak dapat mengatur hidupnya sendiri akan menderita sakit karena pekerjaannya.

2. Ren  仁,
Kata Ren artinya cinta kasih yang mempunyai cukupan luas. Cinta kasih dalam keluarga itu bersifat abadi karena ada ikatan persaudaraan berdasarkan darah atau keturunan. Apabila cinta kasih ini diperluas menjadi persaudaraan berdasar kepentingan pembangunan ekonomi yang kaitannya dengan nasib manusia akan menjadi sebuah jaringan bisnis yang kuat. Setiap orang yang terlibat dalam jaringan bisnis tertentu wajib punya rasa tanggung jawab yang besar terhadap kelangsungan hidup jaringan itu. Misalnya, perdagangan ayam potong melibatkan peternak ayam potong, melibatkan penjual makanan ayam potong, melibatkan penjual ayam goreng, melibatkan pedagang daging ayam dipasar, dan melibatkan toko swalayan yang menjual daging ayam. Bisnis ayam potong ini melibatkan banyak orang yang wajib bekerja sama, saling percaya dan mempunyai tanggung jawab penuh terhadap resiko dan kualitas dagangannya. Orang yang sudah terlibat dalam jaringan bisnis tidak boleh melepaskan tanggung jawab, andai kata akan libur harus menugaskan pada orang lain. Mereka itu sebagai pedagang seharusnya terorganisir secara baik agar tidak terjadi adanya ayam yang diformalin karena bisa dijual keesokan harinya kalau tidak laku hari ini.

Arti cinta kasih disini meliputi pertanggung-jawaban moral terhadap kualitas dagangan yang dijual dan jaminan tidak merugikan konsumen yang sudah membeli. Hal ini bukan sesuatu yang idealis, tetapi hal yang nyata, konsumen tidak boleh menjadi korban dari pedagang yang nakal. Di Indonesia ada lembaga perlindungan konsumen, tetapi tidak dapat menjangkau mengawasi semua perdagangan yang ada di tanah air. Banyak kasus ditemukan, seperti bakso diberi borax, ayam potong diberi formalin, susu segar dicampur dengan santan, ikan asin disemprot peptisida dan seterusanya. Semua kejadian ini membuktikan para pedagang nakal itu tidak mengerti Ren atau cinta-kasih, mereka itu sudah melakkan kejahatan perikemanusiaan. Kepercayaan yang telah diberikan oleh konsumen kepada mereka dihianati dengan kejam. Hal ini bisa dicegah apabila para pedagang itu dilibatkan dalam jaringan perdagangan yang jelas dan dapat mudah dikontrol oleh organisasinya maupun lembaga perlindungan konsumen. Contohnya, perlu ada organisasi pedagang bakso keliling yang mempunyai pengurus yang mengontrol kualitas dagangan anggotanya. Perlu juga ada organisasi pedagang daging sapi yang mempunyai pengurus yang mengontrol kualitas dagangan mereka.

Cinta kasih memang harus muncul dari hati manusia sendiri, tetapi segala sesuatu yang menyangkut keselamatan masyarakat perlu ada kontrol dari lembaga yang berwibawa dan nyata, yaitu organisasi pedagang sejenis. Organisasi pedagang sejenis ini sekupnya lokal, tetapi ada di seluruh Indonesia. Organisasi pedagang sejenis ini bukan untuk memeras anggotanya, sebaliknya untuk membina anggotanya agar meningkat kesejahteraannya. Organisasi seperti ini juga tidak boleh dijadikan alat suatu partai, pengurusnya harus dari kalangan mereka sendiri. Para anggotanya perlu ada pembinaan profesi yang perlu didukung oleh pemerintah yang bekerja sama dengan lembaga yang kompeten lain. Dengan pembinaan yang intensif dan pengawasan yang bertanggung-jawab anggota pedagang sejenis ini akan sadar unrtuk menggunakan sifat cinta kasih yang ada dalam hatinya.

Menurut ajaran agama Khonghucu, setiap manusia tanpa terkecuali mempunyai sifat cinta kasih, tetapi karena tidak ada pembinaan yang jelas dan kondisi pribadi yang kurang baik menyebabkan sifat cntakasih itu tengelam tertindih oleh nafsu dan kepentingan pribadi yang sesat. Konsep Shi Ren Er Shi Tian (melayani manusia sebagai wujud mengabdi kepada Tuhan) dari ajaran agama dan filsafat Khonghucu menjadi landasan mental Rushang yang dikembangkan dari sifat Ren (cinta kasih) manusia. Ajaran Zhong Shu (teposariro) dari agama dan filsafat Khonghucu juga dikembangkan dari sifat Ren (cinta kasih). Semua agama yang berkembang di Indonesia juga mengajarkan cintakasih, namun masyarakat perlu dijelaskan penerapan sifat cinta kasih ini dalam kehidupan nyata termasuk dunia bisnis.

Menurut Xun Zi, pedagang perlu diawasi dalam organisasi yang bersekala nasional, dengan cabang, ranting sampai pada kelompok terkecil. Setiap kelompok paling banyak anggotanya sepuluh orang, mereka wajib saling bekerja sama dan saling mengawasi agar kualitas dagangannya terjaga. Apabila ada kesulitan muncul dalam kelompok dapat minta bantuan kepada ranting. Apabila ranting tidak dapat mengatasi kesulitan itu pengurus ranting bisa lapor kepada organisasi cabang, apabila cabang belum dapat mengatas dapat naik ke pusat yang dapat dibantu oleh pemerintah. Organisasi seperti ini perlu ada managemen yang baik dan modern. Seorang pedagang atau pekerja yang lain tidak bisa dibiarkan berjuang sendirian, mereka perlu dibantu dengan cara membentuk organisasi profesi yang tertib dan tertata dengan baik. Semua orang dalam masyarakat sebenarnya masih harus banyak belajar dari orang lain, organisasi profesi ini wajib memberi pembinaan dan fasilitas kepada anggotanya untuk belajar meningkatkan kemampuan dalam bekerja.

Ajaran Xun Zi ini sudah lama dilaksanakan di Jepang, maka tidak heran apabila Jepang sudah lama menjadi negara Asia yang paling kuat. Sayangnya, pada zaman kuna ajaran Xun Zi ini tidak mendapat perhatian di tanah asalnya sendiri di Tiongkok. Setelah tahun 1980 di Tiongkok mulai ada perhatian terhadap pemikiran Xun Zi. Tulisan Xun Zi mulai banyak dibahas oleh kalangan cendekiawan di Tiongkok. Apabila kita akan membahas Rushang tidak dapat melewatkan pemikiran Xun Zi karena dia membahas tentang terwujudnya keadilan yang nyata melalui penataan ekonomi yang cermat. Dia membahas tentang sistem produksi dan sistem distribusi yang sehat agar tidak merugikan produsen, distributor dan konsumen.

Ada anggapan dari sebagian orang yang negatif terhadap dunia bisnis. Akan tetapi mereka tetap memerlukan jasa para pelaku bisnis agar tercukupi kebutuhan hidup keluarganya. Anggapan yang negatif itu muncul karena pengalaman buruk yang mereka alami atau pendidikan yang salah yang mereka terima. Ada pula orang yang menganggap pedagang dan pengusaha itu untungnya pasti besar maka tidak jarang ada orang yang merasa punya kesempatan memeras mereka. Contohnya, banyak pejabat yang minta “uang-jasa” kepada pengusaha yang sedang akan mendirikan usaha. Ada seorang pengusaha muda bertanya kepada pejabat yang suka minta “uang jasa”: “ Pak saya ini kan baru akan buka usaha mengapa sudah dimintai uang terus-terusan? “ Jawab pejabat itu dengan enteng : “ Ya benar, kalau besok usahamu sudah jadi besar saya akan minta kamu uang lebih banyak, kalau bisa minta mobil mercy”. Sifat cinta kasih tidak hanya perlu dikembangkan oleh para pelaku bisnis, tetapi juga perlu dihayati oleh para pejabat di daerah maupun di pusat. Dalam negara yang pejabatnya suka memeras pengusaha kecil dan besar pasti perekonomian negara itu tidak maju. Bapak Sumitro, begawan ekonomi Indonesia, pernah bercerita bahwa seorang yang minta izin usaha harus memberi uang kepada 38 meja ( = pejabat), setelah izin usahanya keluar uang untuk modal usahanya sudah habis.

Di Tiongkok zaman kuna para penguasa feodal juga menghalangi munculnya pengusaha atau pelaku bisnis dengan cara memeras, kalau tidak lewat perizinan juga lewat pungutan pajak. Penyakit yang ada di negara tidak maju sama yaitu banyak pejabat atau penguasa yang hanya mencari keuntungan sendiri tanpa memikirkan nasib negara dan rakyat. Selama mentalitas pejabat masih seperti itu sampai kapanpun negara itu tidak bisa makmur dan rakyat tidak pernah sejahtera. Ada negara yang masih terbelakang sampai hari ini penyebabnya tidak lain karena keserakahan dari pejabatnya. Para penjajah selalu mengejek bangsa terjajah sebagai bangsa yang bodoh dan malas, sebenarnya memang bangsa terjajah itu dibodohkan dan dibikin menjadi pemalas oleh penjajahnya. Penjajah merusak mental para “penguasa boneka” nya dengan bermalas-malasan dan hidup senang, sedangkan rakyatnya dibuat miskin tidak berdaya.

Sifat cinta kasih atau Ren mutlak diperlukan dalam dunia bisnis, baik untuk pelaku bisnisnya maupun para pejabat yang terkait. Kerja sama antar manusia akan bisa berlangsung apabila adil dan saling menguntungkan. Pedagang sering memberi uang jasa kepada pejabat yang rakus karena dia masih merasa diuntungkan dari pada tidak mendapat izin usaha. Perilaku buruk dari pejabat rakus ini akan menghalangi munculnya pelaku bisnis lain yang modalnya pas-pasan, tidak sedia uang lebih untuk uang jasa pejabat rakus. Para pelaku bisnis perlu mempunyai izin usaha yang diperlukan antara lain bisa pinjam uang di bank. Pelaku bisnis yang tidak punya izin usaha susah cari tambahan modal. Kesadaran para pejabat terkait untuk melayani kepentingan pelaku usaha sesuai prosedur sudah sangat membantu perkembangan bisnis dan membantu bangkitnya perekonomian negara.

3. Yong 勇
Yong artinya berani bekerja dan menerima resiko dari pekerjaannya itu. Para pedagang tidak pernah merasa takut kalau rugi usahanya, mereka memang mempunyai keberanian yang tidak dimiliki para pegawai yang menerima gaji bulanan. Pelaku bisnis mempunyai mental yang sangat berbeda dengan pegawai negeri yang biasanya menghindari resiko. Perbedaan karakter ini bukan bawaan dari lahir atau keturunan, melainkan dari pendidikan di rumah. Anak pegawai negeri biasnya dididik hidup teratur sesuai jadwal yang sudah ditetapkan orang tuanya. Anak pedagang biasanya dilatih oleh orang tuanya untuk membantu berdagang, bapaknya berdagang bakso anaknya diajarkan membuat bakso seperti bapaknya. Namun, ada anak pedagang bakso yang tidak dididik membuat bakso, setelah orang tuanya meninggal dunia yang melanjutkan menjadi pedagang bakso laris justru mantan pembantunya yang membuka warung bakso disebelah rumah. Meskipun anaknya juga melanjutkan buka warung bakso tidak laku, kalah laris dengan warung mantan pembantunya. Ini contoh tentang kegagalan orang tua mendidik anaknya.

Dalam ajaran agama Khonghucu kewajiban anak yang terpenting adalah berbakti kepada orang tuanya. Semasa orang tuanya masih hidup membantu pekerjaan orang tua,  setelah meninggal dunia anak melakukan upacara sembahyang. Pedagang bakso di atas lalai mendidik anak-anaknya untuk berbakti, anaknya juga tidak pernah belajar tentang kewajiban berbakti karena tidak belajar agama Khonghucu. Setelah orang tuanya meninggal anaknya yang tidak tamat sekolah terpaksa meneruskan jual bakso seperti orang tuanya, sayang tidak laku baksonya.
Anak yang telah dididik berdagang oleh orang tuanya setelah dewasa sudah merasa biasa berdagang. Mereka sebenanrnya juga mempunyai resiko rugi seperti pedagang pada umumnya, tetapi mereka tidak pernah takut terhadap resiko itu. Mental pedagang yang diperlukan mereka sudah memiliki. Penulis mengenal ayah sendiri sebagai pedagang yang sangat berani menanggung resiko. Beliau sangat berani meminjamkan uang kepada petani tembakau di desa tanpa tanggungan apapun. Orang yang berhutang itu jumlah puluhan orang dan jumlah uangnya juga banyak tanpa tanda terima, semuanya hanya dicatat dibuku kecil yang selalu dikantong ayah. Penulis pernah bertanya kepada ayah, bagaimana kalau yang hutang itu tida membayar dan tidak setor tembakau setelah panen nanti. Ayah menjawab: ” Orang hidup itu harus saling percaya, selama ini saya lakukan bisnis seperti ini sudah puluhan tahun, kalau ada yang tidak membayar itu hanya satu dua orang dan jumlah uangnya kecil. Percayalah kepada Tuhan, maksud kita baik, menolong mereka supaya punya uang membeli bibit, membeli pupuk, menyewa tanah dan membayar tukang, mereka pasti juga tahu maksud baik kita”. Cara berdagang ayah saya seperti itu tidak dapat saya lanjutkan karena zamannya sudah berubah, tidak ada orang yang bisa saling percaya seperti itu pada zaman sekarang.

Keberanian ayah saya berspekulasi itu mungkin karena pengalaman yang panjang yang pernah dialami beliau. Pada tahun 1947 kami penduduk Tionghua satu kecamatan Ampel Boyolali mengungsi ke kota Solo selama tiga tahun. Pada tahun 1950 kembali ke Ampel Boyolali rumah sudah habis tinggal tersisa dinding tembok yang lubang terkena peluru. Semua harta ayah yang semua ditinggal saat mengungsi sudah habis dijarah. Selama kami dalam pengungsian terjadi penjarahan massal, harta milik penduduk Tionghua di kcamatan itu habis semua. Ayah saya kembali membangun bisnisnya di kecamatan Ampel Boyolali, namun tidak bisa kembali seperti keadaan sebelum dijarah, usianya sudah  tidak muda lagi. Saya dan saudara-saudara saya sekolah di Solo. Ayah saya menganjurkan saya untuk rajin belajar agar setelah dewasa bisa bekerja di kota, dan tidak tinggal di desa lagi.
Ada teori psikologi mengatakan bahwa pengalaman berat dan pahit yang dialami seseorang dapat menjadikan orang itu kuat jiwanya atau menjadi trauma. Dalam kitab Yi Jing dijelaskan bahwa  unsur ”yin” yang lebih ditekan akan berubah menjadi sifat ”yang”, unsur ”yang” yang ditambahkan unsur poitif justru akan berubah menjadi ”yin”. Bagaimana manusia akan bereaksi terhadap tekanan hidup yang dialaminya, itu bergantung pada pendidikan spiritual yang sudah diperolehnya. Orang yang dapat mengembangkan kecerdasan spiritualnya akan tahan terhadap pukulan batin yang berat. Sebaliknya, orang yang gagal mengembangkan kecerdasan spiritualnya tidak kuat menerima pukulan batin. Ayah saya sudah dididik oleh kakek saya yang sudah belajar ilmu spiritual, dengan bekal ilmu yang telah ditrima dari kakek saya itu ayah saya sama sekali tidak sedih menerima kenyataan hartanya habis dijarah.

Menurut Sun Tsu (Sun Zi), orang yang nasibnya terjepit dapat berubah menjadi pemberani dan nekat. Dalam masyarakat banyak orang yang sukses bisnisnya berasal dari orang yang masa mudanya sangat menderita. Banyak anak orang kaya yang hidupnya dimanjakan setelah dewasa hanya dapat menjual habis warisan orang tuanya. Pembentukan kepribadian anak sangat bergantung pada pendidikan orang tuanya dan pengaruh dari lingkungan pergaulannya. Pendidikan orang tua yang baik dapat  mengarahkan jalan hidup benar meskipun lingungan pergaulannya kurang baik. Nabi Khongcu mengajarkan agar orang mencari teman yang baik dan bermanfaat, yaitu teman yang suka belajar, hidupnya sederhana, dan jujur.

Keberanian atau Yong bagi pelaku bisnis memang penting, tetapi bukan keberanian yang gila-gilaan. Ada orang yang suka berjudi dianggapnya sebagai keberanian. Berjudi itu contoh keberanian yang tidak benar. Berdagang bukan berjudi, tetapi salah satu cara mengabdi kepada masyarakat, punya tanggung jawab besar, tidak merugikan orang lain demi keuntungan diri sendiri. Berjudi itu yang menang untng besar, yang kalah rugi dan menderita batinnya. Orang yang jual beli saham tidak termasuk berjudi meskipun berspekulasi karena ada perhitungan bisnis yang dapat diprediksi. Bagi yang punya saham harganya sedang turun dapat menjualnya atau menyimpannya menunggu harga naik. Jual beli saham seperti juga jual beli emas atau dagangan lain yang juga mengandung resiko.Keberanian yang wajib dimiliki pelaku bisnis adalah keberanian yang berlandaskan kebijaksanaan (zhi  智), susila (li 礼 ), cinta kasih(ren 仁 ), dan rasa keadilan (yi  义 ).

 4. Qiang 强
Qiang artinya kuat, dalam arti sehat badannya, kuat pendiriannya, tidak gampang emosi dan tergoda oleh nafsu. Kuat yang utama adalah kuat mentalnya, tidak mudah dibayangi kegagalan atau kesulitan. Orang yang sedang membawa banyak uang biasanya ingin membeli barang-barang yang bagus-bagus, setelah membeli banyak barang uangnya habis. Orang yang sudah dididik hidup sederhana, dan disiplin mengendalikan keinginan serta nafsu dapat menyimpan uangnya dengan baik. Dalam upacara agama Khonghucu ada sesaji yang berupa daging babi, daging ayam, dan ikan. Sesaji itu sebenarnya adalah simbol yang mengingatkan orang untuk berhemat, menyisakan pendapatannya dan ditabung. Babi atau daging babi mengingatkan orang untuk menabung. Ayam atau daging ayam mengingatkan orang supaya bangun pagi dan rajin bekerja, Ikan mengingatkan orang supaya menyisakan pendapatannya, ikan dalam bahasa Tionghua disebut Yu (  鱼    ) sama suaranya dengan huruf Yu (余   ) yang artinya sisa.

Agama dan filsafat Khonghucu mengajarkan bahwa manusia hidup di dunia ini karena perintah Tuhan atau Tian Ming (天命       ). Perintah Tuhan itu jelas bahwa manusia wajib menjadi manusia yang hidup rukun, saling menyayangi dan bekerja sama membangun dunia agar anak cucunya hidup bahagia. Perintah Tuhan ini dapat dipahami semua mansia yang sehat pikirannya. Oleh karena itu, manusia kodratnya hidup bermasyarakat dan membangun budaya. Manusia juga menyadari mempunyai rasa takut, dan rasa sedih yang disebabkan munculnya bencana atau musibah lain. Namun, manusia juga menyadari adanya rasa senang, rasa bahagia, rasa rindu dan sebagainya. Perasaan yang positif dan negatif itu bisa muncul bergantian. Manusia wajib berusaha memunculkan perasaan yang positif, yaitu kegembiraan yang terkendali oleh norma-norma susila, agar tidak mendatangkan bencana.

Manusia yang kuat adalah manusia yang dapat mengendalikan dirinya sendiri dari godaan emosi dan nafsu, serta membina dirinya menjadi manusia yang bijaksana. Orang perlu belajar mengendalikan diri dan memperoleh banyak ilmu pengetahuan untuk mengembangkan pemikirannya

Sumber : RUSHANG (儒 商)ILMU BISNIS KHONGHUCU oleh Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

3,579 Total Views

2 Comments

  1. Posted September 24, 2013 at 11:02 am | Permalink

    Artikel yang sangat bermanfaat.
    Terus posting yach. :)

  2. Posted September 26, 2013 at 9:11 am | Permalink

    Terimakasih atas dukungannya :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>