Oleh : Santoso Lim, S.Sn, M.Psi

1. Teori Pendidikan Humanistik

Menurut Teori Pendidikan Humanistik, bertujuan agar siswa belajar adalah untuk memanusiakan manusia. Proses belajar dianggap berhasil jika si pelajar memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Maslow (1943) memperkenalkan konsep aktualisasi diri (self-actualization) yaitu mencapai potensi diri yang bermakna kepada seseorang. Bagi Maslow, manusia dilahirkan dengan mempunyai kemampuan untuk menghasilkan potensi diri maksimum yang dikenali sebagai aktualisasi diri (self-actualization). Siswa dalam proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi diri dengan sebaik-baiknya. Teori belajar ini berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang pelakunya, bukan dari sudut pandang pengamatnya.

Para ahli Humanistik melihat adanya dua bagian pada proses belajar, ialah : proses pemerolehan informasi baru dan personalia informasi ini pada individu. Seorang tokoh aliran Humanistik Arthur Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya.

Sedangkan Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran, yaitu: Siswa menjadi manusia yang memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar hal-hal yang bermakna bagi dirinya. Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa.

Aplikasi teori humanistik lebih menunjuk pada peran guru dalam pembelajaran humanistik sebagai fasilitator bagi para siswa. Guru memberikan motivasi, kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. Guru memfasilitasi pengalaman belajar kepada siswa dan mendampingi siswa untuk memperoleh tujuan pembelajaran.

2. Internet Sebagai Media Pembelajaran

Perkembangan teknologi internet sangat pesat dan merambah ke seluruh penjuru dunia telah dimanfaatkan oleh berbagai Negara, institusi, dan ahli untuk berbagai kepentingan termasuk didalamnya untuk pembelajaran.

Pembelajaran melalui internet dapat diberikan dalam beberapa format, diantaranya adalah:

  1. Electronic mail (delivery of course materials, sending in assignments, getting and giving feedback, electronic discussion group).
  2. Bulletin boards/newsgroups for discussion of special group
  3. Downloading of course materials or tutorials
  4. Interactive tutorials on the Web
  5. Real time, interactive conferencing using MOO (Multiuser Object Oriented) system or Internet Relay Chat.

Internet merupakan suatu bentuk perkembangan teknologi yang sedang berkembang pesat saat ini. Banyak hal positif yang bisa dilakukan dengan internet, misalnya pencarian informasi tak terbatas, fasilitas chat dan email untuk berkomunikasi dan bertukar informasi di seluruh dunia. Namun tidak menutup kemungkinan juga adanya hal-hal negatif yang mengiringinya seperti pornografi, penipuan kartu kredit.

Berdasarkan uraian di atas dapat diketahui bahwa internet sangat menunjang dalam proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang secara efektif dan efisien sehingga tidak berlebihan bahwa kwalitas akademik dan keberhasilan dalam pendidikan di masa mendatang akan sangat tergantung dari teknologi informasi yang digunakan, dengan kata lain teknologi informatika merupakan tulang punggung keberhasilan pendidikan dimasa mendatang.

Dari hasil sebuah penelitian di sebuah SMP di Malang di dapatkan keseimpulan bahwa pemafaatan internet sebagai media pembelajaran bisa dikatakan cukup efektif. Karena sebanyak 49% responden mengatakan bahwa pemanfaatan internet itu dapat membantu memberikan pemahaman yang lebih dalam terhadap materi yang sedang dibahas, sebab dapat menjelaskan konsep yang sulit atau rumit menjadi mudah lebih sederhana, sehingga itu dapat menambah motivasi siswa untuk terus belajar dan memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi prestasi mereka disekolah.

3. Penerapan Internet di dalam Konsep Pendidikan Humanistik

Peran seorang guru tidak bisa digantikan oleh internet. Namun seorang Guru dapat menggunakan media internet untuk memfasilitasi para siswanya. Melalui internet para siswa dapat mencari bermacam-macam informasi yang bermakna bagi kehidupannya.

Sebagai media tutorial, internet memiliki keunggulan dalam hal interaksi, menumbuhkan minat belajar mandiri serta dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa / anak. Internet memungkinkan siswa mengambil dan mengolah ilmu pengetahuan ataupun informasi dari situs-situs yang dikunjunginya tanpa adanya batasan jarak dan waktu. Di samping itu masih ada manfaat lain yang didapat dari internet, misalnya surat menyurat (E-mail), berbincang (chatting), mengambil dan menyimpan informasi (download).

Guru diharapkan tetap mengarahkan dan membimbing siswa disaat siswa mencari dan menemukan sumber informasi, agar mengarah ke pemahaman yang bersifat positif.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Renate Motschnig-Pitrik dari University of Vienna menyatakan bahwa kegiatan Student-Centred-Internet-Assisted Teaching (SCIAT) dengan menggunakan internet sangat efektif untuk pembelajaran. Karena setelah para siswa berkonsultasi dengan guru sebagai fasilitator, siswa dapat mencari dan mengeksplorasi informasi relevan sebanyak-banyaknya di internet untuk memecahkan masalah yang mereka hadapi.

SCIAT juga sangat cocok untuk mengatur pribadi masing-masing siswa dalam tim yang bekerja sama dalam sebuah projek, untuk dapat memberikan kontribusinya sesuai dengan kemampuan dan keahlian para siswa. Melalui internet mereka dapat mendokumentasikan dan mendiskusikannya kembali. Hal ini sangat berguna untuk perkembangan aktualisasi diri mereka sesuai dengan minatnya masing-masing.

Di dalam konsep pendidikan humanistik siswa dituntut untuk aktif dan mandiri didalam belajar dengan mencari informasi diinternet dan mendiskusikannya dengan tim sesama siswa dan guru sebagai fasilitator.

4. Kesimpulan dan Saran

Kemajuan teknologi yang berimbas pada perkembangan media pendidikan tidak bisa dihindari. Kemajuan teknologi internet yang berpengaruh disemua bidang menimbulkan efek positif dan negatif bagi para siswa. Oleh karena itulah guru sebagai fasilitator yang membimbing siswa haruslah mampu memanfaatkan dan memberdayakan fasilitas yang ada diinternet untuk kemajuan pribadi siswa menjadi lebih baik.

Dalam arus informasi yang tanpa batas yang dapat diakses setiap saat oleh para siswa, tenaga pendidik di Indonesia hendaknya juga mampu sebagai konsultan dalam kehidupan pembelajaran siswa. Selain sebagai konsultan bertindak sebagai fasilitator yang mendidik siswa untuk lebih mandiri dalam belajar. Siswa dibekali dengan pengertian kesadaran untuk mengeksplorasi dan mengembangkan pribadinya dengan pembelajaran menggunakan internet sebagai sumber informasi.

Daftar Pustaka

Alwisol (2009). Psikologi Kepribadian. Malang : UMM Press.

Jaya, Roisu., Pemanfaatan Internet Sebagai Media Pembelajaran Di SMPN 02 Malang, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah, Universitas Islam Negeri (Uin)

Maulana Malik Ibrahim, Malang 2010

Motschnig-Pitrik, Renate. Using the Internet with the Student-Centred Approach to teaching – Method and case-study. University of Vienna, Department of Computer Science and Business Informatics. Rathausstr. 19/9 1010 Vienna, Austria

Roberts, T. B., 1975. Four Psychologies Applied to Education : Freudian, Behavioral, Humanistic, Transpersonal. New York:Schenkman Pub. Co.

7,110 Total Views

4 Comments

  1. Posted May 28, 2013 at 2:29 pm | Permalink

    Dunia internet memang sudah banyak berkembang dan bisa dimanfaatkan sebagai salah satu sarana pembelajaran. :)

  2. Posted May 28, 2013 at 2:32 pm | Permalink

    Iya benar :)

  3. hamba sahaya
    Posted June 4, 2015 at 11:42 am | Permalink

    Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Pembelajaran Menggunakan Internet di dalam Konsep Pendidikan Humanistik.
    Sungguh sangat menginspirasi saya pembelajaran menggunakan internet ini dalam konsep pendidikan humanistik.
    Saya juga mempunyai tulisan yang sejenis mengenai Indonesia yang bisa anda kunjungi di <a href="http://ebook.gunadarma.ac.id/psikologi/140/22%20Quroyzhin_PsikologiKognitif.pdf.html

  4. Posted June 5, 2015 at 9:02 am | Permalink

    Terimakasih sudah mampir dan komen, serta link e-booknya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>