Di dalam hidup, manusia tidak mungkin tanpa berbuat kesalahan, besar maupun kecil, sengaja maupun tidak sengaja karena hidup manusia senantiasa melalui proses belajar. Orang tidak mungkin tidak pernah berbuat salah, tetapi yang penting, mampu dan maukah kita memperbaiki kesalahan; dengan demikian dapat dihindarkan kesalahan itu berubah menjadi dosa, yang merusak jalinan hubungan baik manusia terhadap Tuhan, Khaliknya, terhadap sesamanya maupun terhadap lingkungannya.

Untuk mampu memperbaiki kesalahan itu, marilah kita renungi dan hayati ayat-ayat suci di bawah ini:

  • “Bersalah tetapi tidak mau memperbaiki, inilah benar-benar kesalahan.” (Sabda Suci XV: 30)
  • “Kebajikan tidak dibina, pelajaran tidak diperbincangkan, mendengar Kebenaran tidak dapat melaksanakan dan terhadap hal-hal yang buruk tidak dapat memperbaiki; inilah yang selalu menyedihkan hatiku.” (Sabda Suci VII: 3)
  •  “Bila bersalah, janganlah takut memperbaiki (Sabda Suci I: 9)
  • “Bila seorang rendah budi berbuat salah, ia mesti menutupinya dengan hal-hal yang nampak indah.” (S.S. XIX: 8)
  • “Orang yang sampai usia 40 tahun masih suka berbuat buruk, sepanjang hidupnya akan berbuat demikian.”
  • “Kita harus hormat kepada angkatan muda, siapa tahu mereka tidak seperti angkatan yang sekarang. Tetapi bila sudah berumur empat puluh, lima puluh tahun, belum juga terdengar perbuatannya yang baik, bolehlah dinilai memang tidak cukup syarat untuk dihormati.” (Sabda Suci IX: 23)
  • “Sayang, aku belum menemukan orang yang setelah dapat melihat kesalahan sendiri lalu benar-benar menyesali dan memperbaiki diri.” (Sabda Suci V: 27)
4,723 Total Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>