Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Pengalaman spiritual adalah pengalaman seseorang secara subjektif menghayati keberadaannya sebagai manusia ciptaan Tuhan. Penghayatan itu dilakukan terus-menerus dalam susah dan senang, dalam bekerja dan bersantai, dalam berdoa dan menjalankan ibadah lainnya. Orang dapat menghayati hidupnya lebih khusus dengan mengatur nafas, merasakan masuknya udara ke dalam paru-paru menyebar ke seluruh tubuh, dan merasakan saat udara keluar dari tubuh melalui paru-paru. Dan lebih dalam lagi, orang dapat merasakan keadaan otot dan syaraf yang tegang atau kendor dalam tubuh, serta mengontrol keadaan pikiran dan emosinya sendiri.

Dalam menjalani kehidupan ini selayaknya kita dapat mengontrol kesadaran kita sendiri sampai pada keadaan emosi dan pikiran kita sendiri. Kita perlu mengetahui kesadaran kita ini dikendalikan oleh naluri, atau oleh emosi atau oleh pikiran kita, atau oleh iman kita kepada Tuhan. Apabila kesadaran kita dikendalikan oleh emosi perasaan kita akan terombang-ambing antara sedih, kecewa, benci, dan senang. Apabila kesadaran kita dikendalikan oleh pikiran, kita akan menjadi pemarah dan sakit-sakitan karena selalu tidak puas dengan keadaan yang ada..

Kesadaran kita perlu dilandasi iman kita kepada Tuhan. Meskipun masing-masing orang berbeda agama, tetapi sesama orang beriman dapat hidup rukun. Perbedaan dalam menjalankan ajaran agama karena perbedaan waktu dan tempat di mana mereka pernah mendapat pelajaran agama. Setelah berbagai umat agama itu bertemu di zaman modern ini mereka bisa saling belajar dan bekerja sama.

Pada zaman dahulu masyarakat primitif hidup dalam kelompok kecil yang terpisah dengan kelompok lain. Apabila mereka bertemu dengan anggota kelompok lain akan terjadi peristiwa berdarah. Mereka saling menyerang dan membunuh, seperti kucing melihat tikus.
Orang primitif percaya kepada banyak dewa yang suka berperang sendiri. Masing-masing kelompok menyembah dewa yang berbeda. Orang primitif merasa benar dan sah membunuh orang lain yang menyembah dewa yang berbeda. Hal ini terjadi di seluruh muka bumi karena orang belum beriman kepada satu Tuhan. Setelah Tuhan menurunkan para nabi besar ke dunia mengajarkan tentang adanya Tuhan YME manusia mulai memeluk agama.
Di Tiongkok pada lima ribu tahun sebelum Masehi sudah datang Fu Xi, raja yang mengajarkan manusia untuk membangun budaya. Pada tahun 551 sebelum Masehi Nabi Khongcu lahir ke dunia ditugaskan oleh Tuhan untuk menyempurnakan semua ajaran nabi purba dan mengajarkannya kepada seluruh umat manusia. Nabi Khongcu mengajarkan kepada umatnya untuk percaya kepada Tuhan YME, bukan percaya kepada para dewa. Nabi Khongcu juga mengajarkan agar orang juga menghormati para arwah yang disebut Shenming atau arwah suci yang ada di kelenteng. Para Shenming itu telah berbuat jasa pada masa hidupnya maka pantas dihormati dan dijadikan teladan bagi orang hidup.

Zaman sekarang sudah zaman modern, semua orang mengakui bahwa yang menjadi penguasa langit dan bumi bukan dewa, tetapi Tuhan Yang Maha Esa. Tuhan bukan dewa yang suka berperang atau memerintahkan manusia untuk saling berperang. Manusia zaman sekarang perlu menyadari bahwa perbedaan di antara manusia bukan untuk saling bermusuhan, sebaliknya sebagai teman untuk saling belajar.

Perbedaan di antara manusia pada zaman modern ini semakin kompleks. Perbedaan itu tidak hanya warna kulit dan perbedaan keyakinan, masih ada perbedaan kepentingan ekonomi dan kepentingan politik yang sulit diatasi. Manusia yang sudah mempunyai kebudayaan tinggi dapat mengatasi perbedaan itu dengan bekerja sama. Namun, masih ada sisa-sisa kebudayaan primitif yang dibawa sebagian orang ke dalam zaman modern. Mereka masih suka memaksakan kehendaknya kepada kelompok lain dengan alasan modernisasi dan hak asasi manusia.

Orang yang memandang orang lain yang berbeda sebagai manusia yang lebih bodoh, atau lebih primitif adalah dia sendiri orang primitif. Orang modern menyadari bahwa perbedaan yang ada di antara manusia adalah wajar. Kebebasan yang dimiliki manusia salah satunya adalah kebebasan untuk berbeda. Hak asasi yang dimiliki manusia antara lain adalah hak untuk tetap bodoh dan hak untuk bersalah karena manusia itu tidak sempurna. Hak asasi manusia yang perlu dilindungi adalah mereka tidak diperas dan ditipu oleh orang lain. Kalau ada orang menganggap dirinya pahlawan demokrasi dan ingin mengajarkan pahamnya dengan segala cara, dia sudah melanggar prinsip demokrasi itu sendiri.

Masih banyak orang mengukur kemajuan kebudayaan masyarakat dengan ekonomi dan politik menurut ukuran Barat. Bangsa yang belum memiliki budaya seperti orang di negara Barat dianggap bangsa yang masih terbelakang. Sebaliknya, ada bangsa-bangsa yang hidup lebih bahagia dengan caranya sendiri karena tidak ada polusi udara, tidak ada konflik politik. Tantangan manusia modern adalah hidup sejahtera tanpa merusak lingkungan hidup.

Manusia modern perlu berpikir demi kepentingan bersama dan demi kehidupan generasi yang akan datang. Orang perlu menghemat energi dan mencegah polusi. Pada hari libur orang lebih baik tidak piknik dengan mobil pribadi sehingga memacetkan lalu lintas. Hari libur lebih baik digunakan untuk membersihkan rumah dan lingkungan supaya tidak banjir. Orang juga dapat memanfaatkan hari libur untuk berkunjung ke rumah tetangga. Biasanya orang kota mencari teman di tempat jauh, alasannya cari teman yang sepaham, tetapi lupa kepada tetangganya sendiri.

Perilaku ”primitif” itu secara tidak sadar masih dibawa dalam kehidupan modern. Misalnya sifat pamer kekuatan, orang yang mempunyai posisi kuat diperlihatkan dengan perbuatan melanggar hukum, tetapi tidak tersentuh hukum. Orang pamer kekayaan dengan kehidupan yang mewah, melancong ke luar negeri, keliling dunia. Namun semua perilaku itu tidak membawa manfaat bagi masyarakat dan bangsanya.

Masyarakat ”primitif” tidak dapat mengendalikan dirinya mencari kepuasan jasmani, seperti makan enak, tidur ditempat yang nyaman. Sebenarnya, kenyamanan dan kelezatan yang mereka nikmati hanya simbol, yaitu harganya mahal, atau produk luar negeri. Orang primitif memang suka simbol, mereka suka menggunakan hewan-hewan yang menakutkan sebagai simbol, seperti harimau, kala-jengking, ular kobra. Pada zaman sekarang simbol hewan yang menakutkan itu diganti dengan barang mewah yang tidak semua orang dapat membelinya. Orang ”primitif” merasa hebat dan berwibawa apabila dapat memperlihatkan kelebihannya kepada orang lain. Pada zaman primitif, orang yang kuat ditakuti semua orang.

Membangun kesadaran baru untuk menyelamatkan lingkungan dan masa depan manusia memerlukan pemahaman ilmu budaya dan teknologi. Budaya manusia yang perlu dibangun yaitu budaya ”rendah hati”, tidak pamer kekuatan dan kekayaan. Semangat menghargai orang lain, terutama tetangga perlu dikembangkan karena memelihara lingkungan hanya bisa terlaksana bila bekerja-sama dengan tetangga. Meskipun tetangga itu terdiri dari orang dengan latar belakang berbeda, tetapi mereka sudah menjadi satu keluarga secara alami, bukan keluarga karena keturunan,

Konsep budaya ”rendah hati” ini juga perlu dukungn semua unsur masyarakat, tetutama pemerintah. Mendorong perkembangan ekonomi memang penting, tetapi lebih penting apabila orang dapat mengendalikan dirinya berhemat. Nabi Khongcu berkata:” Orang kaya bisa bersikap tidak pamer, orang miskin sulit untuk tidak mengeluh”. Orang kaya yang berlebihan dapat membantu orang miskin dengan mendirikan perusahaan, membangun sekolah, atau membuat yayasan sosial membantu orang miskin.

Sikap rendah hati dan tulus ikhlas menerima semua kejadian yang kita alami, meskipun tidak kita sukai adalah modal utama bagi orang yang ingin mendalami pengalaman spiritual. Yan Hui berkata, hidup mati ditangan nasib, kaya mulia ditangan Tuhan, atau Si Sheng You Ming, Fu Gui Zai Tian (死 生有 命,富 贵 在 天 ). Manusia wajib menyakini dan menegakan firman gemilang, atau Cheng Li Ming Ming ( 诚 立 明 命).

Sumber : Meditasi Berlatih Pernafasan Untuk Kesehatan oleh Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

2,375 Total Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>