Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Meditasi Gentanusantara.comKata meditasi sering memberi kesan magis, mistik, bahkan kelenik. Dalam masyarakat modern orang disibukkan dengan berbagai masalah yang rumit menimbulkan tekenan batin yang mengganggu kesehatan badan. Masyarakat modern juga sudah mengetahui bahwa meditasi sebagai jalan keluar mengatasi tekanan batin itu. Berlatih meditasi adalah cara mengendorkan urat syaraf, pikiran, dan emosi guna meringankan atau menetralkan tekanan batin. Pekerjaan yang tertumpuk dan dituntut segera diselesaikan serentak menjadikan orang tertekan batinnya. Orang bisa menghindari penumpukan pekerjaan kalau orang itu bisa mengatur waktu dan menyiapkan semua pekerjaan dengan baik.

Manusia modern wajib membuat keadarannya terpisah dengan aktivitas hidupnya, Kesadaran itu mengendalikan aktivitas hidupnya, bukan terlibat dalam aktivitas hidupnya. Plato menggambarkan kesadaran itu sepabai sais kereta, aktivitas hidup itu digambarkan sebagai kuda dan keretanya. Seorang sais kereta yang cerdas sebelum menjalankan keretanya perlu memeriksa kudanya, kondisi keretanya, bobot muatan keretanya, dan kondisi jalan yang akan dilalui keretanya. Kalau keretanya besar, muatannya berat, kudanya kecil, kondisi jalan yang akan dilalui jelek, banyak tanjakan dan jalan turun, sais itu tidak akan memberangkatkan keretanya. Kalau dia nekat menjalankan keretanya akan menghadapi bahaya besar, kemungkinan keretanya akan terjungkal masuk jurang.

Alam semesta ini masih menyimpan banyak rahasia yang belum diketahui manusia. Benda-benda dapat dilihat oleh manusia karena manusia mempunyai panca-indera dan kesadaran. Apabila panca-indera itu tidak bekerja dengan baik kesan yang diterima kesadaran juga tidak benar. Misalnya orang tuli tidak dapat mendengarkan suara, kesadarannya juga tidak menangkap adanya suara. Orang tuli diajak bicara juga tidak mendengar. Sebaliknya, kesadaran manusia yang tidak terkonsentrasi tidak dapat menangkap kesan yang diterima oleh panca-indera yang berfungsi baik.

Manusia memiliki kesadaran yang dapat ditingkatkan kemampuannya. Hewan mempunyai kesadaran yang terbatas, hidup hewan bergantung pada nalurinya. Tumbuh-tumbuhan tidak mempunyai kesadaran dan naluri, mereka hidup karena mempunyai energi kehidupan. Benda-mati tidak memiliki energi kehidupan, tidak memiliki kesadaran dan naluri, tetapi mereka mempunyai energi potensial yang bisa juga dipergunakan oleh makhluk hidup. Batu, tanah, air, api, logam mempunyai energi potensial, contohnya api bisa membakar benda lain, air bisa untuk mencuci dan menghanyutkan benda-benda lain.

Manusia mempunyai kesadaran yang dapat ditingkatkan kemampuannya karena manusia mempunyai roh yang juga punya energi, maka bisa tumbuh dan berkembang. Kesadaran manusia telah dibawa oleh roh yang diberikan Tuhan kepadanya. Sel-telur sang ibu yang sudah dibuahi tidak akan menjadi janin kalau tidak diberikan roh oleh Tuhan. Roh itu yang membuat manusia hidup dan kesadarannya terus berkembang. Roh yang tidak memilik tubuh juga tidak menjadi manusia.  Manusia adalah makhluk hidup yang mempunyai roh dan badan, kesadaran manusia adalah hasil dari perpaduan energi roh dan energi badan.

Bayi yang masih kecil kesadarannya belum berkembang. Perkembangan kesadaran anak disesuaikan dengan pertumbuhan fisik anak. Fisik anak semakin sempurna bekerjanya otak juga semakin baik. Kesadaran anak semakin tinggi kemampuan fisiknya juga bertambah, kemampuan mereka berbicara dan berpikir juga semakin meningkat. Perekembangan kesadaran anak memerlukan perkembangan otak yang sempurna. Apabila perkembangan otak tidak sempurna, pertumbuhan fisik juga tidak sempurna, kesadarnnya tidak berkembang dengan baik, anak tersebut menjadi anak bodoh. Organ tubuh manusia yang sehat bekerja sesuai fungsinya, roh dan badan jasmani manyatukan mewujudkan kehidupan yang sehat dan bahagia.

Anak yang tumbuh cerdas melebihi teman sebayanya, mempunyai bakat alam yang hebat, itu karena karunia Tuhan. Akan tetapi, karunia Tuhan itu apabila tidak dibina dengan baik tidak banyak manfaatnya bagi masyarakat dan dunia. Anak yang fisiknya sehat, kesadaran batinnya perlu pembinaan yang tepat. Anak perlu mendapat pendidikan di sekolah, belajar berbagai ilmu pengetahuan dan belajar bergaul dengan temannya, gurunya, dan anggota masyarakat dilingkungannya. Anak perlu dibina kecerdasan otaknya, tetapi juga perlu dibina untuk mengendalikan emosi dan nafsu-nafsunya.
Sistem pendidikan yang mengutamakan peningkatan intelegensi anak-didik, dan tidak memperhatikan perkembangan emosi dan spiritual, berakibat perkembangan jiwa anak tidak seimbang. Jiwa anak akan menjadi rapuh. Pendidikan kesenian yang hanya sebagai tambahan pengetahuan, dan pendidikan agama juga lebih banyak hafalan dari pada penghayatan, mengakibatkan perkembangan kesadaran Spiritual dan kesadaran Emosional anak-didik tidak optimal, perkembangan kesadaran intelegensinya juga tersendat. Anak perlu dibina menjadi pribadi yang kokoh, yaitu kesadaran Spiritualnya, kesadaran Emosionalnya, dan kesadaran Intelegensinya tumbuh seimbang. Di dalam masyarakat mereka menjadi manusia yang mandiri, bukan menjadi beban masyarakat.

Banyak sarjana yang menganggur adalah sebagai bukti bahwa para sarjana itu pertumbuhan kesadarannya tidak seimbang, kesadaran Spiritual dan Kesadaran Emosional para sarjana tersebut lemah, mereka kurang percaya diri dalam pergaulan. Akhirnya, mereka hanya mencari pekerjaan kepada orang lain. Mereka sangat menggantungkan hidupnya pada orang lain karena tidak mampu menciptakan pekerjaan sendiri.

Dari laporan hasil penelitian ditemukan bahwa para wirausahawan yang ada di Indonesia kebanyakan bukan orang yang mendapat pendidikan formal yang cukup. Kebanyakan dari mereka tidak lulus Sekolah Dasar. Temuan ini menunjukkan bahwa pendidikan formal sangat menekankan pada peningkatan kemampuan intelegensi, dan kurang mengembangkan potensi yang lain. Dan perlu kita ketahui, pendidikan yang menekankan pada peningkatan intelegensi itu hanya mendidik pegawai rendahan yang bisa diperintah. Mereka yang dapat mengambil keputusan penting dengan cepat hanya yang mempunyai KESADARAN SPIRITUAL, KESADARAN EMOSIONAL, dan KESADARAN INTELEKTUAL yang tinggi.

Mereka yang menjadi wira-usahawan tidak belajar menghafalkan pelajaran, tetapi mereka menghayati kehidupan yang nyata. Mereka merasakan susah dan derita dalam memperjuangkan nasib mereka sendiri, tanpa dapat bergantung kepada orang lain. Pengalaman menghayati hidup ini yang membuat  kesadaran spritual dan kesadaran emosional mereka berkembang meskipun tidak sempurna. Mereka sering menghadapi kegagalan dan menanggung kerugian sendiri, pengalaman pahit ini membuat kesadaran Spiritual dan emosionalnya bergolak. Dia harus pandai-pandai menjaga moralitas dan emosinya agar tidak terjerumus ke dalam dosa. Apabila dia sudah dapat mengatasi masalah tersebut  kesadaran spiritual dan emosionalnya meningkat.

Peningkatan kesadaran spiritual dan emosional secara alami tentu tidak efektif. Ada cara latihan untuk meningkatkan kesadaran intelektual, spiritual dan emosional yang sistematis dan efektif yang akan dijabarkan dalam buku ini. Meningkatkan kesadaran intelektual itu paling mudah karena dapat diukur melalui tes.  Anak-anak sejak mulai belajar berbicara ditingkatkan kesadaran intelektualnya-nya misalnya diajarkan supaya mereka mengenali benda-benda disekitarnya dan mengetahui kegunaannya. Namun, anak-anak perlu diarahkan perilakunya supaya tidak membahayakan keselamatannya dan tidak merusak barang.

Anak kecil bila sedang marah sering merusak benda mainannya dengan dibanting atau dipukul. Tindakan anak ini perlu dicegah dengan ditegur atau diberi tahu dengan kata-kata yang halus setelah kemarahannya reda. Penyadaran untuk mengendalikan emosi ini sebagai dasar pendidikan spiritual dan emosional anak. Menyadarkan anak untuk mengasihani orang lain juga untuk meningkatakan kesadaran spiritual dan emosional anak.

Anak dikatakan telah memliki kesadaran spiritual kalau dia sudah bisa mengalah kepada orang lain dan menyayangi adiknya dan orang tuanya. Anak itu telah dapat memahami hubungan dirinya dengan anggota keluarga di rumahnya. Anak kecil merindukan ayah atau ibunya yang sedang pergi bekerja, dia tahu bahwa orang tuanya meninggalkan rumah karena mencari uang untuk keperluan keluarganya. Anak ini sudah dapat memahami aktivitas orang tuanya yang berbeda dengan aktivitas dirinya. Setelah dia dewasa dia mengetahui bahwa menjalani hidup itu perlu ada pengorbanan untuk mencapai tujuan yanglebih besar, misalnya orang wajib mengorbankan waktu untuk bermain karena hrus mempelajari ilmu yang berguna..
Tingkatan kesadaran Spiritual anak yang tinggi akan mendorong peningkatan kesadaran emosional dan kesadaran intelektual. Kesadaran spiritual seseorang yang sudah tinggi dapat membantu mengendalikan emosi dan pikirannya sendiri. Orang yang kesadaran spiritualnya-nya lemah yang menjadi pengendali hidupnya adalah ambisis, emosi dan akalnya saja. Bahkan banyak orang yang menekan perkembangan kesadaran spiritual dan kesadaran emosionalnya sendiri karena dia tidak ingin dikatakan orang yang tidak rasional.

Banyak orang belum memahami maksud kesadaran spiritual dan kesadaran emosional yang sebenarnya. Mereka mengira bahwa orang yang kesadaran spiritual dan kesadaran emosional-nya kuat adalah orang yang tidak rasional, suka mistik, tahayul dan sebagainya. Apabila kesadaran Spiritual seseorang itu tinggi dia dapat menjadi pemimpin yang dihormati dan disegani karena dapat memberikan pengayoman batin kepada orang lain. Orang yang kesadaran spiritualnya tinggi mempunyai keberanian lebih dari pada orang biasa karena dia telah mempunyai prinsip hidup yang kuat. Mereka juga lebih percaya diri dan tidak pemalu. Dia dapat mendamaikan orang yang bersengketa tanpa ada pihak yang dirugikan. Dengan kata lain, orang yang kesadaran spiritual-nya tinggi adalah orang yang bijaksana. Orang dikatakan bijaksana apabila dia cerdas dan tidak emosional, tidak egois, dan bisa menyampingkan kepentingan pribadi untuk kepentingan orng lain.
Dengan singkat dapat dikatakan bahwa sistem pendidikan yang baik perlu memperhatikan pembinaan intelektual, spiritual dan emosional secara seimbang dalam arti proporsional sesuai dengan usia dan tingkat kemampuan masing masing anak. Mengembangkan kesadaran spiritual seseorangg tidak lepas dari keyakinana agama yang dianutnya karena berkaitan dengan keykinan keberadaan Tuhan, serta hubungan keberadaan dirinya dengan Tuhan. Agama mengajarkan umatnya agar memahami hubungan Tuhan dengan dirinya hidup di dunia ini.

Agama Khonghucu mengajarkan bahwa manusia hidup di dunia ini atas perintah Tuhan (Tian Ming), jadi bukan atas kehendaknya sendiri, atau karena kebetulan rohnya kesasar masuk tubuh bayi. Orang yang meyakini bahwa dia lahir ke dunia ini atas perintah Tuhan, dia tentu akan bertanya: diperintah untuk Apa? Agama Khonghucu menjawab: kau diperintah menjadi manusia, maka jadilah manusia yang manusiawi, Jangan menjadi manusia bentuknya saja, sedangkan perbuatannya seperti binatang. Manusia diberi kemampuan berpikir lebih dari pada binatang yang mana saja, manusia juga diberi perasaan yang khusus untuk manusia, juga diberi kesadaran spiritual yang hanya dimiliki mnusia.
Manusia dengan dasar keyakinannya dapat membedakan yang benar dari yang salah, dan dia dapat menentukan tindakannya yang tidak bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Kesadaran Spiritual ikut menentukan tindakan yang benar berdasarkan keyakinan agama seseorang. Orang yang kurang mendalami ajaran agama tingkat kesadaran Spiritualnya rendah. Banyak orang memeluk agama hanya menjalani ritualnya, tetapi tidak menghayatinya sebagai kewajiban melaksanakan ajaran agama.

Orang yang melaksanakan ajaran agama dengan serius akan merasakan pahit getirnya kehidupan ini sebagai cara Tuhan berbicara. Orang yang hidup selalu dalam kesenangan akan merasakan kejenuhan, kalau tidak hati-hati dalam memakai cara mengusir kejenuhan itu bisa terjerumus dalam dunia hitam. Orang yang sudah bosan dengan kesenangan biasa, bisa pergi berburu ke hutan atau memancing ikan di danau. Kegiatan yang berbeda dari kebiasaan ini bisa menghilangkan kejenuhan. Kalau orang mengusir kejenuhan itu dengan berjudi atau bertaruh dengan mengadu jago dan sebagainya akan mendatangkan bencana kehancuran.

Orang bisa mengusir kejenuhan dengan menyanyi, melukis, membaca buku, nonton film, nonton televisi, berolah raga atau piknik ke luar kota atau ke luar negeri. Pilihan itu tersedia banyak, penentuan pilihan itu bergantung pada dana, referensi, karakter orangnya, dan teman bergaulnya. Bagi orang yang pernah belajar latihan pernfasan dengan serius biasanya mencari tempat yang sepi, pemandangannya indah, dan udaranya sejuk untuk berlatih pernafasan. Setelah berlatih pernafasan badannya akan terasa segar, hatinya  jadi ringan, siap untuk bekerja lagi.

Berlatih pernafasan juga pengalaman tersendiri, Biasanya orang mendapat pengalaman dari luar dirinya, bagi orang berlatih pernafasan mendapat engalaman dan pengetahuan tentang diriya sendiri, tentang tubuhnya, perasaannya, dan pikirannya. Orang berlatih pernafasan secara tidak sengaja menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan penelitian. Dia akan meneliti nafasnya panjang atau pendek, ketegangan otot-ototnya, kegelisahan hatinya, dan kemampuan fikirannya berkonsentrasi.

Berlatih pernafasan juga belajar mengenal kehidupan ini dan mengenal kebesaran Tuhan. Misalnya, orang suatu saat terpaksa makan makanan yang tidak sesuai selera dalam waktu cukup lama. Pada awalnya orang itu akan jatuh sakit karena tidak selera makan, setelah terbiasa dia bisa makan makanan yang tidak sesuai selera itu. Dalam batinnya ada kompromi yang mengubah kriteria selera makan, dulunya sukanya manis, sekarang asin juga mau, atau sebaliknya. Anak kecil tidak suka belajar, sukanya bermain saja, setelah masuk sekolah setiap hari dipaksa belajar, lama-lama mereka juga mau belajar, bahkan ada anak yang lebih suka belajar dari pada bermain. Orang yang mulai belatih pernafasan juga menghadapi kesulitan, mereka merasa tidak bisa konsentrasi dan sebagainya, tetapi setelah mereka dipaksa berlatih, pada saatnya mereka menjadi senang berlatih pernafasan.
Orang yang sedang menjalani ibadah puasa mula-mula tergoda oleh rasa haus, rasa lapar, hawa panas, tetapi mereka harus tetap berpuasa. Pada saatnya mereka menjalani puasa dengan senang hati juga. Orang yang telah lulus menjalani kewajiban berpuasa sudah meningkat kesadaran Spiriualnya. Artinya, dia telah dapat mengalahkan godaan fisik dan emosinya, dengan demikian dia sudah dapat menguasai pikirannya. Semua ritual agama perlu dihayati sebagai tugas menjalankan perintah Tuhan, yaitu sebagai pengalaman spiritual. Penghayatan terhadap pengalaman spiritual itulah yang akan meningkatkan kesadaran spiritual orang yang bersangkutan.

Pengalaman spiritual sering diartikan pengalaman mistik atau pengalaman gaib. Pengertian seperti ini bisa menyesatkan orang yang tidak paham. Orang yang ingat kepada Tuhan, Sang Maha Pencipta, dia mengaku dirinya sebagai ciptaan Tuhan, itu adalah pengalaman spiritual. Suatu saat orang berada sendirian di tempat yang sepi, diatas gunung umpamanya, dia merasa kecil dibandingkan dengan alam ini. Saat itu dia menyadari bahwa keberadaannya di dunia ini karena kebesaran Tuhan Sang Pencipta. Dia menyadari mengapa dia bisa hidup pada saat itu menjadi manusia, tidak menjadi serangga atau hewan lain. Sungguh Maha Besar karunia dan kasih Tuhan kepadanya.

Untuk memperoleh pengalaman spiritual orang tidak perlu naik ke puncak gunung atau berendam di sungai. Orang berdoa dengan hati yang tulus di rumah itu sudah bisa mendapatkan pengalaman spiritual. Pengalaman spiritual itu lebih mendalam lagi apabila orang merasakan dan menghayati pahit getirnya hidup ini dengan hati yang ikhlas dan penuh percaya kepada Tuhan.

Orang yang dapat menghayati hidupnya dalam susah dan senang, dapat menghayati tarikan nafasnya sendiri, dia akan menyadari betapa besar kuasa Tuhan. Dia akan menyadari bahwa Tuhan telah memberi kepadanya kesempatan hidup yang tidak boleh disia-siakan, dia wajib berbuat kebajikan kepada sesama manusia, dan menjaga bumi agar tetap lestari. Dia wajib memuliakan Tuhan dengan berbuat kebajikan kepada semua orang yang memerlukan pertolongannya. Melayani manusia sebagai melayani Tuhan, Shi Ren Er Shi Tian ( 事 人 而 事 天  ).

Orang yang mau menyelami hatinya sendiri dan menghayati hidupnya dia semakin menyadari kedekatannya dengan Tuhan. Dia bisa berterima kasih kepada Tuhan yang tidak dapat dilihatnya, tetapi dapat dirasakan kehadiranNya dalam hatinya. Orang-orang sombong dan serakah tidak dapat merasakan kehadiran Tuhan dalam hatinya karena mereka selalu digoda oleh kekayaan, kekuasaan, kenikmatan, dan kemewahan yang tidak pernah membuat mereka bahagia.

Orang yang telah berlatih pernafasan dengan teratur akan merasakan kehidupan rohaniahnya. Dia akan merasakan bahwa dirinya bukan hanya daging dan tulang saja, tetapi memiliki kekuatan non fisik, dan kehidupan non fisiknya itu bisa dirasakan. Saat dia sakit perut, dia merasakan bahwa yang sakit itu fisiknya, bagian non fisiknya tidak sakit dan bisa mengobati fisiknya. Kalau orang tidak bisa tidur itu fisiknya yang tidak mau tidur karena diganggu oleh pikiran dan persaannya, dengan berlatih pernafasan orang bisa mengistirahatkan pikiran dan persaannya, maka fisiknya lantas tidur.

Sumber : Meditasi Berlatih Pernafasan Untuk Kesehatan oleh Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd 

 

5,960 Total Views

2 Comments

  1. fap. silalahi
    Posted July 19, 2015 at 1:05 am | Permalink

    Apakah latihan pernafasan sama dengan meditasi?

  2. Posted December 18, 2017 at 12:16 pm | Permalink

    hampir sama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>