Pedoman Memperbaiki Nasib Berdasar Kitab Yi Jing 易经

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Nasib manusia tetap menjadi misteri sejak zaman dahulu sampai sekarang, tetapi manusia tetap berusaha memecahkan misteri ini. Nabi Khongcu yang hidup pada abad VI sebelum Masehi (551- 479 SM) telah menulis Kitab Yi Jing isinya menjelaskan rahasia perubahan dalam alam semesta ini, termasuk perjalanan nasib manusia. Kitab Yi Jing ini tidak mudah dipelajari, namun tetap menjadi perhatian orang-orang pandai di seluruh dunia. Banyak ilmu pengetahuan dari Tiongkok yang tetap dipercaya kebenarannya sampai sekarang yang didasarkan pada Kitab Yi Jing ini. Misalnya ilmu pengobatan Tionghua sekarang masih dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Ilmu bisnis orang Tionghua juga bersumber dari Kitab Yi Jing. Juga ilmu Tata Negara dari Tiongkok juga berdasar Kitab Yi Jing ini. Continue reading

Komunikasi Theologis Dalam Budaya Tionghoa

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

t14ym.edu.twMasyarakat berbudaya Tionghoa membedakan sistem komunikasi dalam empat tataran yaitu:

1. Komunikasi Kultural
2. Komunikasi Ilmiah
3. Komunikasi Metafisik
4. Komunikasi Theologis

Pembedaan tataran ini perlu dipahami agar masyarakat tidak terjebak pada miskomunikasi yang menimbulkan konflik horizontal. Banyak orang saling bermusuhan karena akibat kesalahan komunikasi. Misalnya, seorang ilmuwan menjelaskan suatu masalah politik dengan ragam bahasa ilmiah kepada praktisi politik. Pemikiran atau pendapat ilmuwan pakar politik ini akan selalu disanggah oleh sang praktisi politik dengan mengatakan bahwa: “ itu cuma teori, praktiknya lain”.
Continue reading

Pemahaman Tentang SanCai Dalam Agama Khonghucu

Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

Manusia hidup di dunia ini mempunyai perlengkapan rohani dan jasmani yang telah diberi oleh Tuhan. Manusia wajib menggunakan kecerdasaanya itu untuk menempuh jalan hidupnya sendiri dan dapat menyelamatkan kelestarian kehidupan di dunia.  Hubungan antara-manusia bergantung pada berkembangnya sifat cinta kasih, atau kebajikan atau ren ( 仁 ), dan sifat keadilan atau yi ( 义 ) pada manggota masyarakat. Dua sifat ini telah diberikan Tuhan kepada manusia, tetapi manusia harus belajar untuk memperkuat dan melaksanakannya. Apabila sekelompok manusia telah berkembang sifat kebajikan dan keadilan, mereka dapat bekerja sama dan hidup rukun. Apabila sifat kebajikan dan keadilan ini belum berkembang dalam masyarakat,  tidak ada kerukunan dan kedamaian dalam masyarakat itu. Continue reading

Penelitian Historis Keberadaan Budaya Keagamaan Khonghucu Di Indonesia

Oleh : XS. Buanajaya B.S.

Abstrak
Penelitian ini ingin membuktikan di dalam awal sejarah kebudayaan Indonesia telah ada nilai kearifan religius Islam, Buddha, Hindu dan juga Ru (Khonghucu) bersamakearifan budaya Dongson, yang terbawa oleh nenekmoyang masyarakat Indonesia. Berdasar penemuan para akhli sejarah, nenekmoyang bangsa Indonesia secara geografis berasal dari Yunnan. Kearifan budaya dan nilai peradaban Yunnan kemudian telah dikenal sebagai Dongson. Tentu hal ini tak lepas dari tujuan sosiokultural persebaran akar bangsa Mongoloid dari Utara ekuator bermigrasi ke Selatan sejak 10000- 5000 tahun silam. Penduduk Yunnan termasuk ras Mongoloid. Begitu pula proto Melayu yang 20 abad maupun deutro Melayu 5 abad sebelum tarikh masehi mencapai kawasan Asia tenggara, yang membawa kearifan budaya Dongson ke kawasan Nusantara adalah juga dari akar bangsa atau ras yang sama. Daerah selatan merupakan tanah subur. Nenekmoyang bangsa di Asia (juga Melanesoid) pergi ke selatan membangun penghidupan yang lebih baik. Termasuk ke Asia Timur, Asia Selatan dan Asia Tenggara. Continue reading

Tanya Jawab Tentang Agama Khonghucu

1. Bagaimana sifat Tuhan dalam ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam kitab Yi Jing?

Jawab:

Di dalam Kitab Yi Jing dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Pencipta, Tuhan juga mengatur alam semesta ini agar semua makhluk tetap dapat hidup, Tuhan  juga memelihara alam semesta dan isinya, termasuk manusia. Dan Tuhan juga meluruskan yang bengkok, menghukum yang bersalah.

2. Apakah perbedaan agama Khonghucu dengan filsafat Konfusianisme?

Jawab:

Agama Khonghucu adalah ajaran agama yang diajarkan oleh para Raja Suci Purba, dan diteruskan oleh Nabi Khongcu diajarkan kepada rakyat jelata, agar semua rakyat mendapat pembinaan rohani dan menjalani hidup damai dan sejahtera. Continue reading

Ajaran Khong Hu Cu: Agama atau Pendidikan Moral?

Bab I  Pendidikan Tionghoa Indonesia dahulu dan sekarang

Kedatangan  orang  Tionghoa  secara  besar-besaran  ke   Hindia  dimulai  sejak awal abad  XIX. Mereka datang tidak membawa anak istri, setelah mereka menetap di Hindia menikah dengan perempuan pribumi. Keturunan mereka ini disebut Tionghoa Peranakan.  Tionghoa  Peranakan  ini  telah  menyerap  kebudayaan  Nusantara,  mereka menggunakan bahasa  daerah setempat  atau berbahasa Melayu.  Anak-anak Tionghoa peranakan ini tidak mendapat pendidikan layak karena kebanyakan orang tua mereka juga  tidak  mendapat  pendidikan  yang  layak.  Hanya  orang  Tionghoa  kaya  yang mampu memanggil guru privat untuk mengajar anak mereka.

Continue reading

Kerukunan Umat Beragama

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat berbagai agama itu akan terwujud apabila semua umat beragama menyadari sebagai umat Tuhan yang Maha Esa. Menurut saya, alur pemikiran penulis bersifat linier dalam siklus sepuluhribu tahunan. Paradigma yang dipakai adalah paradigama dikhotomis, artinya keberadaan kutub positip dan berbeda dengan keberadaan kutub negatip. Saya ingin menanggapi dengan alur pemikiran yang siklus murni, dengan paradigma komplementer, artinya kutnb positip dan kutub negatip selalu berada dalam keatuan realitas. Isi dan bentuk selalu berada dalam setiap hal bersama-sama. Isi ajaran agama dan pelaksanaan ajaran agama sebagai isi dan bentuk tidak dapat dipisahkan. Permasalahan agama juga tidak terlepas dari unsur lain dalam masyarakat, seperti masalah politik, masalah ekonomi, masalah keamanan, dan masalah hukum.

Continue reading

Pengalaman Spiritual Dalam Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : PENGALAMAN SPIRITUAL DALAM AGAMA KHONGHUCU

Setiap manusia mempunyai perasaan yang sangat mempengaruhi kehidupannya. Saat orang merasa sedih karena ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang disayangi pengaruhnya sangat besar. Pada saat Nabi Khongcu menghadapi kepergian ibunya selama tiga tahun tidak dapat menikmati musik dan tidak dapat menikmati makanan lezat. Kesedihan Nabi Khongcu selama tiga tahun ini kemudian menjadi ukuran berkabung kepada orang tua. Kesedihan yang dirasakan oleh Nabi Khongcu saat ditinggalkan ibunya juga dirasakan oleh semua orang.

Zhuang Zi saat menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dunia dia menangis keras-keras. Pada sore harinya saat banyak orang datang untuk menyampaikan bela-sungkawa Zhuang Zi sudah bernyanyi dan main musik.Murid-muridnya mengira dia sudah gila. Zhuang Zi menjelaskan bahwa apabila dia bersedih arwah istrinya akan ikut bersedih karena meilhat dia bersedih.Rasa sedih itu juga dirasakan oleh Zhuang Zi sebagai orang yang meyakini bahwa kelahiran dan kematian itu sudah hukum alam.

Continue reading

Sejarah Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : SEJARAH AGAMA KHONGHUCU

Agama Khonghucu, tepatnya disebut Ru Jiao, sudah ada 2000 tahun sebelum Nabi Khongcu lahir. Para raja dan rakyat harus menjalankan upacara agama dan menjunjung tinggi moralitas seperti yang diajarkan oleh para luhur raja. Nabi Khongcu lahir pada tahun 551 SM. Ia ditugaskan oleh Tuhan untuk menata kembali tata upacara agama Ru Jiao dan mengajarkan kepada raja dan rakyat Tiongkok tentang spiritual dan moral agar rakyat Tiongkok hidup lebih sejahtera dan damai. Pada waktu itu di Tiongkok terjadi perpecahan yang menjadikan negeri Tiongkok kacau balau. Para kepala daerah ingin menjadi raja, mereka saling berperang berebut wilayah. Zaman itu disebut zaman Chun Qiu ( Musim Semi dan Musim Gugur).

Continue reading