Oleh : Xs. Dr. Oesman Arif, M.Pd

meditasi_khonghucuNabi Khongcu bersabda: “Dari pada seharian merenung tidak sebanding dengan belajar. ”Kalimat ini ditafsirkan oleh Homer Dubs bahwa kata merenung itu disamakan dengan Meditasi. Dengan kata lain, Nabi Khongcu tidak mengajarkan muridnya melakukan Meditasi atau Jing Zuo. Banyak orang di kalangan umat Khonghucu ada yang sependapat dengan Dubs tersebut, tetapi penulis berpendapat bahwa dalam Agama Khonghucu ada pelajaran Jing Zuo atau meditasi (latihan meditasi) sebagai latihan fisik agar dapat membina diri atau Xiu Shen ( 修  身 )  dengan baik, kemudian dilanjutkan dengan membina rohani atau Xiu Dao ( 修 道  ). Hal ini dijelaskan dalam kitab Da Xue dan Zhong Yong pada bab utama masing-masing.

Pada ayat 1  kitab Bingcu jilid VII A dengan judul Jing Xin (  尽 心    ), yang berarti menyelami hati. Ayat itu menunjukkan bahwa ada kewajiban umat agama Khonghucu untuk menyelami hatinya sendiri. Menyelami hati itu artinya perlu duduk tenang atau meditasi, memejamkan mata dan menghayati segala sesuatu yang dirasakan oleh hati itu. Namun, dalam ayat itu tidak dijelaskan teknik menyelami hati itu.

Nabi Khongcu bersabda: ” Setiap orang makan, tetapi jarang yang menikmati rasa makanan itu”. Sabda itu juga berarti ”setiap orang setiap saat bernafas, tetapi jarang yang merasakan kenyamanan udara saat masuk ke dalam paru-paru melalui hidung itu.” Orang bernafas dengan menghisap udara melalui hidung. Apakah setiap orang memperhatikan bahwa udara itu masuk melalui dua lubang hidungnya atau hanya melalui satu lubang hidung saja. Apabila saat menarik nafas orang memperhatikan dengan cermat, orang akan mengetahui bahwa udara yang dihisap memlalui dua lubang hidung atau satu lubang hidung. Apabila udara masuk hanya melalui satu lubang hidung berarti lubang hidung yang satunya tersumbat, itu berarti ada gangguan penyakit pada saluran penafasan..

Berlatih meditasi adalah latihan fisik untuk mengatur penafasan dan memeriksa kesehatan sendiri dari dalam. Tubuh orang dapat  diperiksa sendiri melalui meditasi. Apabila penafasan terasa tidak lancar berarti ada bagian tubuh yang tidak bekerja dengan baik. Misalnya, nafas akan terasa tersumbat apabila darah tidak lancar mengalirnya. Darah tidak lancar disebabkan oleh apa ? Dengan latihan  mengatur nafas secara rutin seseorang akan peka terhadap perubahan kondisi tubuh sendiri. Menurut penulis, berlatih meditasi perlu dilakukan oleh umat manusia, termasuk agama Khonghucu karena hal itu baik bagi pemeliharaan kesehatan.

Dalam budaya Tionghoa latihan meditasi yang intensif itu dikemas dalam ilmu Qi Gong yang menjadi latihan dasar bagi mereka yang belajar ilmu silat. Berlatih Qi Gong juga dapat untuk mengubah karakter dan memperkuat badan fisik dan badan non-fisik, Tetapi latihan itu lebih berat dan menyita waktu lebih panjang. Berlatih meditasi menurut agama Khonghucu mempunyai tujuan mengubah sifat buruk menjadi sifat baik. Orang yang malas, tidak bersemangat, kurang tekun belajar, dengan rajin berlatih Jing Zuo (berlatih meditasi) dapat berubah menjadi bersemangat dan rajin belajar. Berlatih meditasi menurut agama Khonghucu juga dapat mengubah orang pemarah menjadi orang penyabar.

Buku ini penulis tulis berdasar pengalaman pribadi penulis selama penulis belajar “berlatih meditasi” dari guru-guru penulis dan dari buku-buku yang pernah penulis baca. Dari semua teori dan latihan yang penulis pelajari penulis berkesimpulan bahwa dalam agama Khonghucu juga ada pelajaran Jing Zuo (  静  坐  ) yang perlu dilatih sebagai bagian dari ajaran membina diri atau Xiu Shen (  修  身 ) dan membina kerohanian atau Xiu Dao (  修 道  ). Berlatih meditasi atau Jing Zuo bukan monopoli ajaran agama tertentu, tetapi merupakan latihan fisik dan rohani yang boleh dilakukan oleh siapa saja. Demikian juga dengan pelajaran meditasi agama Khonghucu ini juga boleh dipelajari siapa saja yang berminat.

Pelajaran berlatih meditasi ini penulis sebut berlatih meditasi sesuai ajaran Agama Khonghucu karena penulis menyesuaikan teori meditasi ini dengan ajaran agama Khonghucu tentang Xiu Shen ( 修  身 ) yaitu membina diri dan Xiu Dao (修 道 )yaitu menempuh Jalan Suci. Buku latihan meditasi dalam agama Khonghucu yang penulis tulis ini mengambil bahan dari berbagai sumber.

  1. Penulis menemukan beberapa pernyataan Nabi Khongcu dari sumber lain, bukan dari kitab Shi Su dan Wu Jing. Misalnya dari buku The Secret of the Golden Flower Derjemahan Richard Wihelm. Perlu diketahui bahwa murid Nabi Khongcu jumlahnya amat banyak, dan tidak semua catanan dari semua murid termuat dalam kitab Wu Jing. Pelajaran yang diberikan oleh Nabi Khongcu kepada murid-muridnya sangat banyak isinya dan bervariasi. Ketertarikan setiap murid pada isi pelajaran juga berbeda. Tidak mengherankan apabila ada ajaran Nabi Khongcu yang tertulis pada kitab di luar Wu Jing dan Si Shu.
  2.  Penulis menemukan banyak ayat-ayat dalam kitab Suci agama Khonghucu yang bisa menjadi petunjuk dalam berlatih meditasi. Ayat-ayat tersebut memang tidak menunjukkan secara khusus teknik latihan Penafasan/meditasi. Teknik Penafasan/meditasi itu hanya dapat dipelajari dari orang-orang yang tekun berlatih dan telah mempunyai banyak pengalaman. Dengan kata lain, teknik atau model Penafasan/meditasi itu dapat dipilih sesuai dengan keperluannya dan selera orang yang berlatih. Dalam tulisan ini penulis pilihkan teknik yang sesuai untuk latihan pembinaan diri mengendalikan nafsu dan menjalani hidup susila dalam bahasa Tionghoa disebut Ke Qi Fu Li ( 克  气  复 礼 ).
  3. Dalam tulisan ini penulis menuliskan teknik Penafasan/meditasi yang pernah penulis pelajari dari guru-guru penulis, dan menurut penulis bermanfaat untuk dilatih. Latihan ini tidak untuk memperoleh kekuatan supra natural atau kekuatan gaib lain.
  4. Teknik Penafasan/meditasi ini juga sudah penulis ajarkan kepada siswa-siswa penulis, dan mereka merasa cocok karena setelah berlatih badannya enak. Mereka yang berlatih tidak harus beragama Khonghucu. Apabila mereka ingin mengetahui teorinya penulis menjelaskannya berdasar agama Khonghucu, memang itu yang penulis pelajari. Penulis tidak dapat mengajarkan teori Penafasan/meditasi dari pelajaran agama lain karena penulis belum mempelajarinya.

Menurut penulis, Penafasan/meditasi bukanlah ilmu, melainkan pengalaman pribadi yang sangat subjektif. Penafasan/meditasi adalah menghayati kehidupan ini mulai dari penafasan/meditasi sampai pada kondisi otot, syaraf, pikiran, dan emosi diri sendiri. Pengalaman mengahayati itu hanya dapat diperoleh melalui latihan yang teratur, cermat, dan dalam waktu yang sangat panjang. Hasil dari berlatih Penafasan/meditasi itu tidak sama bagi setiap orang. Bagi mereka yang rajin berlatih akan merasakan manfaatnya.

Manfaat yang banyak dirasakan orang yang pernah berlatih Penafasan/meditasi adalah menghilangkan rasa kesal dan marah saat melihat keadaan yang menjengkelkan. Latihan ini juga dapat melapangkan hati orang yang mengalami keadaan yang tidak menyenangkan. Bagi orang yang sering sulit tidur latihan Penafasan/meditasi ini sangat menolong, dia akan mudah tertidur lelap tanpa minum obat apapun. Bila dilatih dengan tekun dan dibimbing oleh guru yang berpengalaman berlatih Penafasan/meditasi dapat mengubah sifat buruk orang. Misalnya, orang yang kurang sabar, cepat bosan, lekas marah dapat diperbaiki. tentu saja hasilnya juga bergantung pada kemauan orang itu sendiri.

 Istilah-istilah yang perlu diluruskan

Istilah Jing Zuo, Qi Gong, Xiu Shen, Xiu Dao, Tian, Dao , dan masih banyak lagi yang bukan istilah umum, melainkan istilah yang perlu dipahami penggunaannya dalam konteksnya. Istilah-istilah tersebut mempunyai arti tertentu menurut konteks kalimatnya. Misalnya istilah Tian, dalam kitab agama Khonghucu berarti Tuhan. Akan Tetapi, apabila orang melihat dalam kamus kata Tian itu diartikan langit hal itu harus dipahami bahwa kamus umum bukan dalam konteks agama Khonghucu. Bahkan, banyak penulis RRT yang mengartikan Tian dengan alam. Orang harus maklum bahwa di Tiongkok sudah sekian puluh tahun dikuasai ideologi Komunis. Di mana saja istilah Tuhan tidak dipakai oleh orang Komunis.

a. Istilah Tian

Ada orang yang mengatakan bahwa agama Khonghucu itu tidak mengajarkan Ketuhanan, Tetapi orang diajarkan menyembah langit. Menurut pengertian orang Tersebut Tian itu diartikan langit. Pemikiran seperti ini kelihatannya ilmiah, Tetapi sebaliknya menunjukkan bahwa dia itu bodoh karena tidak dapat memahami penggunaan bahasa dengan benar, dan tidak menyelidiki pemakaian kata menurut sejarahnya. Agama Khonghucu Indonesia menggunakan ragam bahasa Indonesia yang standar. Istilah-istilah itu diterjemahkan dari bahasa Tionghoa yang dipakai pada zaman Nabi Khongcu (500 SM). Dalam pengajaran agama Khonghucu di Indonesia Tian diterjemahkan menjadi Tuhan Yang Maha Esa. Pengertian Tian dalam agama Khonghucu sama seperti pengertian Tuhan yang Maha Esa dalam bahasa Indonesia. Dalam kitab Yi Jing, salah satu bagian dari kitab Suci agama Khonghucu tertulis Qian, istilah ini menunjukkan sifat Tian, adalah Maha Pencipta, Maha Pengatur, Maha Pemelihara, dan Maha Meluruskan. Qian itu dalam simbol diartikan langit sebagai pasangan bumi, dan perlu dipahami bahwa wujud dari keberadaan Tuhan YME adalah adanya alam semesta ini, bagi manusia zaman kuna diwakili langit dan bumi.

Dalam ilmu Logika dikatakan bahwa kata itu konsep bukan hanya bunyi atau tanda yang mempunyai arti. Kata sebagai konsep mempunyai arti yang lebih luas. Kata Tian sebagai konsep yang sudah dipakai oleh Nabi Khongcu untuk menyebut Sang Pencipta Alam Semesta, yang juga mengaturnya, memeliharanya dan meluruskannya bila ada yang tidak lurus. Kata komputer menunjuk sebuah benda yang zaman sekarang banyak dipakai untuk menulis, menggambar, menghitung, alat komunikasi, alat bermain, alat untuk menonton film dan sebagainya. Kata komputer adalah konsep yang perlu dipahami oleh orang yang akan membeli komputer.

 b. Istilah Jing Zuo

Kata Jing Zuo ( 静 坐   ) juga sebuah konsep yang menjelaskan suatu tindakan orang untuk menenangkan hati dan pikirannya agar kesegaran badannya terjaga. Kata Jing Zuo (静坐) dalam bahasa Tionghoa itu apabila diterjemahkan artinya duduk diam. terjemahan ini hanya menerjemahkan kata tidak menerjemahkan konsep. Konsep Jing Zuo mempunyai arti yang ”Non-fisik” bukan sekedar secara fisik duduk diam. Konsep Jing Zuo diartikan duduk diam berlatih penafasan/meditasi dan menata hati atau membersihkan hati.

c. Istilah Xiu Shen dan Xiu Dao

Dalam agama Khonghucu dikenal istilah Xiu Shen artinya membina diri dan Xiu Dao artinya hidup dalam Jalan Suci. Kata Xiu Shen dan Xiu Dao adalah konsep yang perlu dipahami dengan benar bila orang ingin mendalami ajaran agama Khonghucu. Kata Xiu Dao mungkin juga dipakai oleh agama lain, tetapi konsepnya berbeda. Kata Dao  juga dipakai oleh aliran Daoisme dan agama Dao, Tetapi konsep nya juga berbeda dengan Dao  dalam agama Khonghucu.

d. Istilah Gui Shen

Gui Shen, dalam agama Khonghucu artinya nyawa dan roh. Gui bukan berarti setan. Gui (  愧  ) adalah unsur yang menyebabkan badan jasmani manusia itu hidup. Di dalam Gui itu terdapat nafsu, naluri untuk mempertahankan hidup. Shen (  神  ) adalah roh yang memberi manusia kesadaran, semangat, hati nurani, keinginan, dan emosi. Gui dan Shen ini sebagai wujud dari unsur Yin dan Yang yang menjadi kekuatan hidup manusia. Apabila Gui Shen ini telah meninggalkan tubuh orangnya meninggal dunia, tubuh itu akan membusuk dan terurai menjadi unsur-unsur kimiawi yang membentuknya.

Gui dengan Shen itu seharusnya merupakan perpaduan kekuatan hidup yang bekerja sama agar manusianya dapat menjadi manusia yang baik. Gui adalah unsur yang mengurusi badan jasmani manusia. Apabila, ada orang yang lebih banyak memperhatikan kepentingan badan jasmaninya, dan mengikuti dorongan nafsunya, maka unsur Gui-nya itu menang kuat. Unsur Shen-nya kalah kuat. Apabila orang tersebut meninggal dunia, Shen yang seharusnya kembali ke asalnya, kembali kepada Tuhan, naik ke langit, malah mengikuti Gui yang menghalangi Shen naik ke langit. Maka Shen itu menjadi roh gentayangan.

Sebaliknya, apabila unsur Shen-nya lebih kuat, Shen itu bisa kembali ke atas langit kembali kepada Tuhan. Unsur Gui itu terkait dengan kehidupan badan jasmani. Apabila orangnya sudah meninggal dunia unsur Gui nya lenyap, sudah tidak ada pada badan yang sudah rusak.

46 Total Views

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

captcha

Please enter the CAPTCHA text

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>