Filsafat Tiongkok dan Filsafat Kebudayaan
Masalah perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan. Perdamaian dalam
masyarakat dapat terwujud apabila ada keadilan. Sebaliknya, dalam masyarakat yang
tidak ada keadamaian, keadilan juga tidak ada. Guna mewujudkan perdamaian dan
keadilan dalam masyarakat perlu melihat dua masalah itu bersama-sama. Agama
Khonghucu melihat masalah perdamaian dan keadilan sebagai bagian dari masalah
kebudayaan bangsa. Xun Zi (326-322 SM), salah satu tokoh besar agama Khonghucu
pra-dinasti Qin, menyatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, manusia
menciptakan kebudayaan (Zhang Jiao, 1993).
1. Sejarah dan Kitab Suci
Sebelum saya melanjutkan pembahasan masalah perdamaian dan keadilan
perlu saya jelaskan dahulu beberapa hal yang menyangkut sejarah agama Khonghucu.
Agama Khonghucu sudah dirintis oleh para Raja Suci zaman purba di Tiongkok
Raja Yao ( 尧 ) berkuasa tahun 2356-2255 SM.
Raja Shun ( 舜 )berkuasa tahun 2255-2205 SM. Raja Yu berkuasa tahun 2205-2197
SM. Raja Yu ( 寓 )membangun dinasti Xia, dinasti pertama di Tiongkok.
Dinasti Xia ( 夏 ) 2205- 1766 SM
Dinasti Shang ( 商 ) 1766-1123 SM
Dinasti Zhou ( 周 )1122- 256 SM
Dinasti Qin ( 秦 ) 255-207 SM, Kekaisaran Pertama.
Dinasti Han ( 汉 ) 206 SM-220 M. Sejak dinasti Han agama Khonghucu ditetapkan menjadi agama negara di Tiongkok
Ada pun kitab yang menjadi sumber sebagai Kitab Suci yaitu:


