“Orang yang berperi Cinta Kasih itu mencintai sesama manusia. Yang ber Kesusilaan itu menghormati sesama manusia. Yang mencintai sesama manusia, niscaya akan selalu dicintai orang. Yang menghormati sesama manusia, niscaya akan selalu dihormati orang.” (Mengzi IV B: 28) Manusia dikodratkan Tuhan Yang Maha Esa sebagai makhluk yang bermasyarakat; dalam pergaulan kemasyarakatan selalu ada perilaku yang saling timbal balik. Agar perilaku kita berkenan kepada orang lain, hidup sederhana dan suka mengalah sangat diperlukan. Di dalam Yi Jing 易 经 tersurat, “Jalan Suci Tuhan Yang Maha Esa mengurangi yang berkelebihan dan memberkati yang sederhana; Jalan Suci bumi merubah yang berkelebihan dan mengalirkan kepada yang dibawah-bawah; Tuhan Yang Maha Rokh menghukum yang sombong dan membahagiakan yang rendah hati; Jalan Suci manusia membenci kesombongan dan menyukai kesederhanaan; Kesederhanaan/adab sopan itu mulia bergemilang, tidak dapat dilampaui/dirusak perbuatan durjana, demikianlah paripurnanya seorang Susilawan.
This is a preview of
Sederhana Dan Suka Mengalah / Qian Rang, 谦 让
.
Read the full post (340 words, estimated 1:22 mins reading time)
May 10, 2010 | By: admin | 5 Comments
Di dalam kehidupan orang perlu ada rasa dan perilaku hormat dalam pergaulan maupun hormat terhadap tugas kewajiban. Kalau ingin hak-hak asasi kita dihormati dan dijunjung, kita harus menghormati dan menjunjung hak-hak asasi orang lain. Jalan Suci daripada perilaku hormat dan sungguh-sungguh ini adalah perwujudan daripada Jalan Suci Peri Cinta Kasih dan Tepasarira. Ketika Zhong Gong 仲 弓 bertanya tentang Cinta Kasih, Nabi bersabda, “Ke luar rumah hendaklah bersikap sebagai menjumpai tamu agung, mengabdikan diri kepada rakyat bersikap sebagai melakukan sembahyang besar. Apa yang diri sendiri tidak inginkan, janganlah diberikan kepada orang lain. Dengan demikian di dalam negeri tidak disesali, di dalam keluargapun tidak disesali.” (Sabda Suci XII: 2)
This is a preview of
Hormat Dan Sungguh-Sungguh / Gong Jing, 躬 敬
.
Read the full post (404 words, estimated 1:37 mins reading time)
Feb 01, 2010 | By: admin | No Comments
Dengan tanpa memperhatikan Kesusilaan dan Kebenaran mengejar kekayaan dan kemuliaan, itu pasti karena kurangnya Kesucian Hati dan merosotnya rasa Tahu Malu, perasaan harga diri. Ini adalah menodakan dan merusakkan kemuliaan karunia Tuhan Yang Maha Esa yang menjadi Watak Sejati manusia. Maka Nabi bersabda, “Seorang Junzi bila tidak menghargai diri, niscaya tidak berwibawa; belajarpun tidak teguh. Maka utamakanlah Satya dan Dapat Dipercaya. Janganlah berkawan dengan orang yang tidak memiliki semangat seperti dirimu. Bila bersalah jangan takut memperbaiki.” (Sabda Suci I: 8 ) Di dalam Ajaran Besar X: 14 tersurat, “Kami ingin mendapatkan seorang menteri yang jujur dan tidak bermuslihat. Yakni, yang sabar hati dan dapat menerima segala yang berfaedah; bila ada orang pandai, dia merasa itu sebagai kepandaiannya sendiri; lebih-lebih pula bila dia mendapati seorang yang berbudi sebagai nabi (suci), ia sangat menyukainya; ia tidak memuji dengan kata-kata saja tetapi dapat pula menerimanya.
Dec 29, 2009 | By: admin | No Comments
Perilaku yang didukung oleh jiwa yang berperi Cinta Kasih dan dilaksanakan dengan Bijaksana akan melahirkan perbuatan yang bernilai Kebenaran, yang menegakkan Keadilan, memenuhi Kewajiban; bila perilaku itu didorong dan dikendalikan oleh perasaan keindahan, itulah laku Susila yang terbabar di dalam berbagai tata sopan santun dan tata upacara dan peribadahan. Nabi bersabda, “Seorang Susilawan memegang Kebenaran sebagai pokok pendiriannya, Kesusilaan sebagai pedoman perbuatannya, mengalah dalam pergaulan dan menyempurnakan diri dengan Laku Dapat Dipercaya. Demikianlah Susilawan.” (Sabda Suci XV: 18) “Seorang Susilawan terhadap persoalan dunia tidak mengiakan atau menolak mentah-mentah. Hanya Kebenaranlah yang dijadikan ukuran.” (Sabda Suci IV: 10)
Nov 21, 2009 | By: admin | 1 Comment
Jalan Suci Kebajikan di dalam melaksanakan Cinta Kasih dan Tepasarira, dimulai dengan Bakti dan Rendah Hati, sedang Satya dan Dapat Dipercaya adalah menjadi pokok utama. Nabi Kongzi selalu bersabda, “Utamakanlah Satya dan Dapat Dipercaya.” Satya ialah yang menjadikan manusia menggemilangkan Kebajikan, sedangkan Dapat Dipercaya ialah kemampuan untuk disandari dalam mengamalkan Kebajikan itu. Sungguh menyedihkan bila manusia sampai kehilangan dua perkara itu. Satya itu menyatakan ketulusan iman dalam menghormat/menjunjung Kebajikan sedang Dapat Dipercaya itu menyatakan kesungguhan dalam mengamalkan Kebajikan. Ketika Zi-zhang 子 张 bertanya bagaimana ia wajib berprilaku, Nabi bersabda, “Perkataanmu hendaklah kau pegang dengan Satya dan Dapat Dipercaya, perbuatanmu hendaklah kau perhatikan sungguh-sungguh ……… Kalau engkau sedang berdiri, hendaklah hal ini kaubayangkan seolah-olah di mukamu, kalau sedang naik kereta, bayangkan seolah-olah hal ini tampak di atas gandaran keretamu. Dengan demikian tingkah lakumu dapat diterima.” (Sabda Suci XV: 6)
This is a preview of
Satya Dan Dapat Dipercaya / Zhong Xin, 忠 信
.
Read the full post (264 words, estimated 1:03 mins reading time)
Oct 21, 2009 | By: admin | 1 Comment
Perilaku bakti dan rendah hati menyangkut hubungan yang paling mula dan paling dekat dalam kehidupan tiap manusia; menyangkut hubungan bagaimana kita wajib mengabdi, menghormati dan mencintai ayah-bunda dan menyangkut hubungan bagaimana kita wajib mencintai saudara-saudara. Karena jalinan hubungan ini paling dekat dan paling mula, maka dalam moral Konfuciani ke dua masalah ini dijadikan dasar dan landasan untuk pembinaan diri dalam jangkauan yang lebih luas dan lebih kompleks. Mengzi bersabda, “Mencintai orang tua itulah Cinta Kasih, dan hormat kepada yang lebih tua itulah Kebenaran.” (VII A:15)
Oct 05, 2009 | By: admin | No Comments
TRIPUSAKA adalah bekal paling ampuh dalam menghadapi penghidupan dengan segala persoalannya. Dengan Cinta Kasih, manusia mendapatkan landasan dan sandaran bagi motif perbuatannya, bahwa segala langkah dan perbuatan tidak boleh meninggalkan kemanusiaannya, sebagai makhluk ciptaan Tuhan yang berakal budi; dengan Kebijaksanaan, manusia mampu menangani dan memecahkan segala persoalan secara tepat dan harmonis; dan dengan Keberanian, manusia mendapat semangat dan ketahanan dalam menghadapi tantangan maupun dalam meraih cita. TRIPUSAKA itu wajib menjadi tritunggal dalam diri kita.
This is a preview of
Tripusaka : Bijaksana, Cinta Kasih, Berani / Zhi, Ren, Yong, 知,仁,勇
.
Read the full post (576 words, estimated 2:18 mins reading time)
Sep 30, 2009 | By: admin | No Comments
Ajaran Satya dan Tepasarira ini disebut Nabi Kongzi sebagai ‘Jalan Suci Yang Satu Yang Menembusi Semuanya’, karena ajaran ini vertikal menjalinkan manusia kepada Tuhan, Khaliknya dan horizontal menjalinkan manusia kepada sesama dan lingkungan hidupnya. Dalam hal ini kita wajib mengerti mana yang pokok dan mana yang ujung, mana yang wajib didahulukan dan mana yang wajib dikemudiankan. Tersurat di dalam Tengah Sempurna Utama: 3, “Tiap benda itu mempunyai pangkal dan ujung dan tiap perkara itu mempunyai awal dan akhir. Orang yang mengetahui mana hal yang dahulu dan mana hal yang kemudian, ia sudah dekat dengan Jalan Suci.”
Sep 09, 2009 | By: admin | No Comments
Dengan dasar keimanan Agama Khonghucu, diturunkanlah ajaran moral dan etika yang langsung menyangkut prilaku di dalam penghidupan yang bersifat praktis. Dalam hal ini wajib dicamkan bahwa betapapun indah, praktis dan bermanfaatnya ajaran itu, tanpa dasar keimanan yang mantab maka akan menjadi dangkal dan gersang. Sayangnya, banyak orang mempelajari dan melihat Agama Khonghucu hanya dari segi moral dan etika yang bersifat praktis saja tanpa mau tahu dasar keimanannya. Jelas cara yang demikian itu tidak tepat dan hasilnya akan jauh dari kebenaran. Sesungguhnya ajaran moral etika itu adalah sekedar penjabaran daripada keimanan Konfusiani. Karena itu, bila di bawah ini dipetikkan beberapa ajaran moral dan etika Konfusiani, perlu disadari bahwa semuanya itu tidak dapat dilepaskan, bahkan berpadu erat dengan dasar-dasar keimanan Agama Khonghucu. Dengan demikian sajalah dapat dihindari kesalahan yang sesungguhnya tidak perlu.
This is a preview of
Pokok-Pokok Ajaran Moral Dan Etika Konfuciani
.
Read the full post (578 words, estimated 2:19 mins reading time)
Sep 09, 2009 | By: admin | 2 Comments