Archive for the 'Filsafat & Kebudayaan' Category

Tanya Jawab Tentang Agama Khonghucu

1. Bagaimana sifat Tuhan dalam ajaran agama Khonghucu yang tertulis dalam kitab Yi Jing?

Jawab:

Di dalam Kitab Yi Jing dikatakan bahwa Tuhan itu Maha Pencipta, Tuhan juga mengatur alam semesta ini agar semua makhluk tetap dapat hidup, Tuhan  juga memelihara alam semesta dan isinya, termasuk manusia. Dan Tuhan juga meluruskan yang bengkok, menghukum yang bersalah.

2. Apakah perbedaan agama Khonghucu dengan filsafat Konfusianisme?

Jawab:

Agama Khonghucu adalah ajaran agama yang diajarkan oleh para Raja Suci Purba, dan diteruskan oleh Nabi Khongcu diajarkan kepada rakyat jelata, agar semua rakyat mendapat pembinaan rohani dan menjalani hidup damai dan sejahtera.

Ajaran Khong Hu Cu: Agama atau Pendidikan Moral?

Bab I  Pendidikan Tionghoa Indonesia dahulu dan sekarang

Kedatangan  orang  Tionghoa  secara  besar-besaran  ke   Hindia  dimulai  sejak awal abad  XIX. Mereka datang tidak membawa anak istri, setelah mereka menetap di Hindia menikah dengan perempuan pribumi. Keturunan mereka ini disebut Tionghoa Peranakan.  Tionghoa  Peranakan  ini  telah  menyerap  kebudayaan  Nusantara,  mereka menggunakan bahasa  daerah setempat  atau berbahasa Melayu.  Anak-anak Tionghoa peranakan ini tidak mendapat pendidikan layak karena kebanyakan orang tua mereka juga  tidak  mendapat  pendidikan  yang  layak.  Hanya  orang  Tionghoa  kaya  yang mampu memanggil guru privat untuk mengajar anak mereka.

Kerukunan Umat Beragama

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : Kerukunan Umat Beragama

Kerukunan umat berbagai agama itu akan terwujud apabila semua umat beragama menyadari sebagai umat Tuhan yang Maha Esa. Menurut saya, alur pemikiran penulis bersifat linier dalam siklus sepuluhribu tahunan. Paradigma yang dipakai adalah paradigama dikhotomis, artinya keberadaan kutub positip dan berbeda dengan keberadaan kutub negatip. Saya ingin menanggapi dengan alur pemikiran yang siklus murni, dengan paradigma komplementer, artinya kutnb positip dan kutub negatip selalu berada dalam keatuan realitas. Isi dan bentuk selalu berada dalam setiap hal bersama-sama. Isi ajaran agama dan pelaksanaan ajaran agama sebagai isi dan bentuk tidak dapat dipisahkan. Permasalahan agama juga tidak terlepas dari unsur lain dalam masyarakat, seperti masalah politik, masalah ekonomi, masalah keamanan, dan masalah hukum.

Pengalaman Spiritual Dalam Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : PENGALAMAN SPIRITUAL DALAM AGAMA KHONGHUCU

Setiap manusia mempunyai perasaan yang sangat mempengaruhi kehidupannya. Saat orang merasa sedih karena ditinggalkan untuk selamanya oleh orang yang disayangi pengaruhnya sangat besar. Pada saat Nabi Khongcu menghadapi kepergian ibunya selama tiga tahun tidak dapat menikmati musik dan tidak dapat menikmati makanan lezat. Kesedihan Nabi Khongcu selama tiga tahun ini kemudian menjadi ukuran berkabung kepada orang tua. Kesedihan yang dirasakan oleh Nabi Khongcu saat ditinggalkan ibunya juga dirasakan oleh semua orang.

Zhuang Zi saat menghadapi kenyataan bahwa istrinya telah meninggal dunia dia menangis keras-keras. Pada sore harinya saat banyak orang datang untuk menyampaikan bela-sungkawa Zhuang Zi sudah bernyanyi dan main musik.Murid-muridnya mengira dia sudah gila. Zhuang Zi menjelaskan bahwa apabila dia bersedih arwah istrinya akan ikut bersedih karena meilhat dia bersedih.Rasa sedih itu juga dirasakan oleh Zhuang Zi sebagai orang yang meyakini bahwa kelahiran dan kematian itu sudah hukum alam.

Sejarah Agama Khonghucu

Penulis : Ws Dr Oesman Arif, MPd ( Liem Liang Gie )

Judul : SEJARAH AGAMA KHONGHUCU

Agama Khonghucu, tepatnya disebut Ru Jiao, sudah ada 2000 tahun sebelum Nabi Khongcu lahir. Para raja dan rakyat harus menjalankan upacara agama dan menjunjung tinggi moralitas seperti yang diajarkan oleh para luhur raja. Nabi Khongcu lahir pada tahun 551 SM. Ia ditugaskan oleh Tuhan untuk menata kembali tata upacara agama Ru Jiao dan mengajarkan kepada raja dan rakyat Tiongkok tentang spiritual dan moral agar rakyat Tiongkok hidup lebih sejahtera dan damai. Pada waktu itu di Tiongkok terjadi perpecahan yang menjadikan negeri Tiongkok kacau balau. Para kepala daerah ingin menjadi raja, mereka saling berperang berebut wilayah. Zaman itu disebut zaman Chun Qiu ( Musim Semi dan Musim Gugur).

Filsafat Tiongkok dan Filsafat Kebudayaan

Masalah perdamaian dan keadilan tidak dapat dipisahkan. Perdamaian dalam
masyarakat dapat terwujud apabila ada keadilan. Sebaliknya, dalam masyarakat yang
tidak ada keadamaian, keadilan juga tidak ada. Guna mewujudkan perdamaian dan
keadilan dalam masyarakat perlu melihat dua masalah itu bersama-sama. Agama
Khonghucu melihat masalah perdamaian dan keadilan sebagai bagian dari masalah
kebudayaan bangsa. Xun Zi (326-322 SM), salah satu tokoh besar agama Khonghucu
pra-dinasti Qin, menyatakan bahwa Tuhan menciptakan alam semesta, manusia
menciptakan kebudayaan (Zhang Jiao, 1993).
1. Sejarah dan Kitab Suci
Sebelum saya melanjutkan pembahasan masalah perdamaian dan keadilan
perlu saya jelaskan dahulu beberapa hal yang menyangkut sejarah agama Khonghucu.
Agama Khonghucu sudah dirintis oleh para Raja Suci zaman purba di Tiongkok
Raja Yao ( 尧 ) berkuasa tahun 2356-2255 SM.
Raja Shun ( 舜 )berkuasa tahun 2255-2205 SM. Raja Yu berkuasa tahun 2205-2197
SM. Raja Yu ( 寓 )membangun dinasti Xia, dinasti pertama di Tiongkok.
Dinasti Xia ( 夏 ) 2205- 1766 SM
Dinasti Shang ( 商 ) 1766-1123 SM
Dinasti Zhou ( 周 )1122- 256 SM
Dinasti Qin ( 秦 ) 255-207 SM, Kekaisaran Pertama.
Dinasti Han ( 汉 ) 206 SM-220 M. Sejak dinasti Han agama Khonghucu ditetapkan menjadi agama negara di Tiongkok

Ada pun kitab yang menjadi sumber sebagai Kitab Suci yaitu:

Filsafat Hukum Menurut Xun Zi

Filsafat hukum perlu dipelajari manusia dalam hubungannya dengan
mengatur dan mengamankan negara sepanjang sejarah. Pada jaman kuno
orang Yunani telah memiliki pemikir yang membahas Filsafat Hukum misalnya
Plato dan Aristoteles. Di Tiongkok pada jaman kuno juga sudah memiliki pemikir
tentang Filsafat Hukum yaitu Xun Zi ( 320 S.M – 233 S.M). Aristoteles dengan
Xun Zi meskipun sejaman tetapi mereka berada di tempat yang berbeda dan
berjarak sangat jauh, mereka berdua belum saling kenal atau bertemu.
Pemikiran mereka tentang Filsafat Hukum sangat berbeda, tetapi mempunyai
kesamaan bahwa masyarakat negara itu harus diatur oleh hukum supaya
negara aman dan tertib. Dalam hal ini terbukti bahwa semua manusia di dunia ini
menyukai ketertiban dan keamanan dalam menjalani hidup ini.

Filsafat Konfusianisme

Oleh: Ws. Dr. Oesman Arif

HSUN TZU Buku I : TEKAD UNTUK BELAJAR

Orang bijak ( Kun cu ) berkata : Belajar tidak boleh berhenti . Ibarat warna
hijau . berasal dari warna biru , tetapi warna hijau lebih mendekati alam . Es
berasal dari air , tetapi es lebih dingin dari pada air.Batang pohon yang lurus
terdiri dari serat yang tegak lurus,bila dipanaskan bisa dilengkungkan menjadi roda kereta, tidak dapat lurus lagi meskipun disinari matahari, hal itu telah
menjadi sifat kayu. Logam dapat menjadi benda tajam karena digosok. Seorang bijak (kuncu) memperluas pengetahuan dan setiap hari berlatih maka akan menjadi pandai dan cerdas.

Kebudayan dan Kesenian

Ditulis oleh: Ws. Dr. Oesman Arif (Liem Liang Gie)
Kebudayaan Tionghoa diakui oleh masyarakat dunia sebagai kebudayaan
yang sudah tua dan memiliki banyak produk budaya yang bermanfaat bagi umat
manusia. Misalnya ilmu filsafat, ilmu Feng Shui, ilmu pengobatan, ilmu
perdagangan, kesusastraan dan kesenian yang sangat bervariasi, dan juga ilmu
strategi perang dari Sun Zi yang sangat terkenal. Namun sayangnya, orang
Tionghoa di Indonesia oleh sebagian orang Indonesia hanya dikenal sebagai
kelompok yang pandai mencari uang dan mengumpulkan harta. Kenyataan ini
memberi tantangan kepada organisasi masyarakat keturunan Tionghoa untuk
menjawabnya dengan menunjukkan kemampuan lain yang lebih bermanfaat
kepada bangsa Indonesia.

Designed by Structured Settlement | Download from Wordpress templates | Music text | Cheap domain